KEDUKAAN DAN KESERAKAHAN

KEDUKAAN & KESERAKAHAN FILIPI 4:11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Shalom Kedukaan dan keserakahan mungkin terlihat sama sekali berbeda, tetapi keduanya dapat mengungkapkan apa yang terjadi di dalam hati kita. Kedukaan bisa juga berarti kesedihan yang sangat mendalam, atau sebuah ratapan karena kehilangan sesuatu atau seseorang. Sementara keserakahan merupakan sebuah perasaan yang ingin memiliki sesuatu atau seseorang yang belum kita miliki karena kita merasa kurang. Kedukaan mengatakan: "Aku kehilangan seseorang atau sesuatu yang sangat aku cintai". Sementara keserakahan mengatakan: "Saya harus memiliki lebih banyak karena apa yang saya miliki tidak cukup." Kedukaan adalah rasa sakit karena kehilangan sesuatu. Keserakahan adalah perasaan tidak puas karena belum memiliki. Alkitab mengajarkan kita bagaimana menanggapi keduanya. Kedukaan berkata, “Aku merindukan apa yang aku miliki.” ...

AKAR YANG KUAT



 Akar yang Kuat

Yeremia 17:7-8 TB

[7] Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan! [8]  Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

Pohon terbesar di dunia ada di Giant Forest, Amerika. Pohon itu adalah pohon-pohon Sequoia Raksasa yang diberi nama General Sherman. Pohon yang diperkirakan berusia 2.200 tahun ini memiliki volume badan 1487 m³ dan tinggi 83,8 meter di tahun 2002. Dahan-dahannya rimbun dan hijau, memberikan keteduhan dan keindahan yang luar biasa. Pohon itu berbentuk bulat lurus dan tinggi batangnya. Selama bertahun-tahun pohon ini menerima terpaan angin kencang, hujan lebat, salju, dan cuaca panas maupun dingin. Tampaknya akar-akar pohon ini mendapatkan cukup dalam tertanam dan sangat kuat.

Pohon raksasa ini menggambarkan sebuah persamaan dalam kehidupan Kristen kita. Kita semua akhirnya akan menghadapi penyakit, kematian orang-orang yang terkasih dan pemutusan hubungan maupun pencobaan-pencobaan lainnya. Seteguh apakah kita berdiri bila berhadapan dengan kemalangan? Apakah kita cukup dewasa di dalam iman dan berakar cukup dalam di dalam Firman Allah sehingga mampu menghadapi semua badai, perubahan, dan cuaca dingin dalam kehidupan ini? Yeremia meyakinkan kita bahwa Allah mampu memelihara kita, apa pun yang sedang kita hadapi, asal kita percaya dan mengandalkan-Nya.

Yang perlu kita perhatikan adalah bahwa berkat orang yang mengandalkan Tuhan dan percaya kepada-Nya itu bukan semata-mata hal-hal jasmani atau pun materi. Tuhan lebih peduli akan iman kita, kerohanian kita. Dia lebih rindu kita menghasilkan buah rohani secara terus-menerus yang akan memuliakan-Nya. 

Karena itu, apa pun yang saat ini sedang Anda hadapi, percayalah pada Tuhan dan tetap andalkan Dia. Tidak ada masalah apa pun yang tidak bisa dihadapi orang percaya. Fokuslah pada pertumbuhan rohani kita sehingga kita kuat menghadapi apa pun. 


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia