DIUJI SAAT NYAMAN

DIUJI SAAT NYAMAN KEJADIAN 12:5 Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ. Shalom Abraham adalah orang kaya ketika Allah mengujinya. Tuhan tidak menguji Abraham karena ia tidak kehilangan apa-apa. Ia mengujinya karena Abraham telah menerima sesuatu yang berharga dan Allah ingin mengungkapkan apakah Abraham mengasihi Sang Pemberi lebih dari pemberianNya itu. Abraham sudah sangat diberkati sebelum ia diperintahkan Tuhan untuk meninggalkan negerinya di tanah Ur untuk pergi ke tanah Kanaan. Abraham sudah makmur secara material ketika Tuhan memanggilnya untuk meninggalkan Ur. Hal ini membuat panggilannya sangat signifikan, bahkan Abraham meninggalkan Ur tanpa mengetahui tujuannya kemana dia harus pergi. Tuhan hanya memberikan arah bukan tujuan akhir. Di KEJADIAN 12:1, Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negeri...

AKAR YANG KUAT



 Akar yang Kuat

Yeremia 17:7-8 TB

[7] Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan! [8]  Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

Pohon terbesar di dunia ada di Giant Forest, Amerika. Pohon itu adalah pohon-pohon Sequoia Raksasa yang diberi nama General Sherman. Pohon yang diperkirakan berusia 2.200 tahun ini memiliki volume badan 1487 m³ dan tinggi 83,8 meter di tahun 2002. Dahan-dahannya rimbun dan hijau, memberikan keteduhan dan keindahan yang luar biasa. Pohon itu berbentuk bulat lurus dan tinggi batangnya. Selama bertahun-tahun pohon ini menerima terpaan angin kencang, hujan lebat, salju, dan cuaca panas maupun dingin. Tampaknya akar-akar pohon ini mendapatkan cukup dalam tertanam dan sangat kuat.

Pohon raksasa ini menggambarkan sebuah persamaan dalam kehidupan Kristen kita. Kita semua akhirnya akan menghadapi penyakit, kematian orang-orang yang terkasih dan pemutusan hubungan maupun pencobaan-pencobaan lainnya. Seteguh apakah kita berdiri bila berhadapan dengan kemalangan? Apakah kita cukup dewasa di dalam iman dan berakar cukup dalam di dalam Firman Allah sehingga mampu menghadapi semua badai, perubahan, dan cuaca dingin dalam kehidupan ini? Yeremia meyakinkan kita bahwa Allah mampu memelihara kita, apa pun yang sedang kita hadapi, asal kita percaya dan mengandalkan-Nya.

Yang perlu kita perhatikan adalah bahwa berkat orang yang mengandalkan Tuhan dan percaya kepada-Nya itu bukan semata-mata hal-hal jasmani atau pun materi. Tuhan lebih peduli akan iman kita, kerohanian kita. Dia lebih rindu kita menghasilkan buah rohani secara terus-menerus yang akan memuliakan-Nya. 

Karena itu, apa pun yang saat ini sedang Anda hadapi, percayalah pada Tuhan dan tetap andalkan Dia. Tidak ada masalah apa pun yang tidak bisa dihadapi orang percaya. Fokuslah pada pertumbuhan rohani kita sehingga kita kuat menghadapi apa pun. 


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia