DIUJI SAAT NYAMAN

DIUJI SAAT NYAMAN KEJADIAN 12:5 Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ. Shalom Abraham adalah orang kaya ketika Allah mengujinya. Tuhan tidak menguji Abraham karena ia tidak kehilangan apa-apa. Ia mengujinya karena Abraham telah menerima sesuatu yang berharga dan Allah ingin mengungkapkan apakah Abraham mengasihi Sang Pemberi lebih dari pemberianNya itu. Abraham sudah sangat diberkati sebelum ia diperintahkan Tuhan untuk meninggalkan negerinya di tanah Ur untuk pergi ke tanah Kanaan. Abraham sudah makmur secara material ketika Tuhan memanggilnya untuk meninggalkan Ur. Hal ini membuat panggilannya sangat signifikan, bahkan Abraham meninggalkan Ur tanpa mengetahui tujuannya kemana dia harus pergi. Tuhan hanya memberikan arah bukan tujuan akhir. Di KEJADIAN 12:1, Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negeri...

MURAH HATI

 


Apa pandangan kalian mengenai murah hati?

Orang yang murah hati adalah orang yang suka memberi, tidak pelit, suka menolong, dan baik hatinya. Salah satu sifat Tuhan adalah murah hati. Dan orang percaya diperintahkan Tuhan untuk bermurah hati kepada sesamanya. Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati (Lukas 6:36). Contoh murah hati yang Tuhan lakukan adalah Dia bermurah hati kepada manusia yang berdosa, dengan menolong manusia berdosa keluar dari hukuman dosa. Tuhan bermurah hati dengan memberikan Anak-Nya yang tunggal agar manusia berdosa diselamatkan dan menerima hidup yang kekal.

Kita bisa meneladani Tuhan yang sudah memberikan contoh murah hati yang sempurna, meskipun bukan berarti kita harus sampai mati untuk orang lain. Hal murah hati yang bisa kita lakukan adalah berilah bantuan dan pertolongan kepada orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Jika kita melihat ada orang yang susah atau mengalami kesulitan ekonomi, kita dapat menolong dan memberi bantuan kepada mereka.

Perenungan :

1. Bagaimana sikap orang yang murah hati itu? (ayat 30,34) 

2. Apakah kita sudah menjadi orang yang murah hati, dengan memberi dan menolong orang- orang yang membutuhkan? 

3. Siapa yang harus menjadi teladan untuk hidup murah hati? (ay. 36)

Penerapan :

Tuhan memanggil kita untuk hidup menjadi berkat bagi orang lain. Sebagaimana Tuhan telah bermurah hati bagi kita, maka kita juga wajib hidup bermurah hati bagi orang lain. Ada banyak orang di sekitar kita yang membutuhkan pertolongan kita.






Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia