MENANG MENGATASI PENDERITAAN

"MENANG MENGATASI PENDERITAAN!" "Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu — namun engkau kaya — dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis" (Wahyu 2:9). > Jemaat di Smirna adalah jemaat yang mengalami tekanan, penderitaan, dan penganiayaan. Namun Tuhan Yesus tidak menegur mereka, melainkan menguatkan dan memberi janji kemenangan. >> Bagaimana kita dapat menang mengatasi penderitaan? 1. JANGAN TAKUT AKAN PENDERITAAN! > Wahyu 2:10 : "JANGAN TAKUT TERHADAP APA YANG HARUS ENGKAU DERITA...". > Penderitaan sering membuat manusia takut : "takut kehilangan", "takut ditolak", "takut masa depan", "takut menghadapi tekanan". > Tetapi Tuhan ingin kita "tetap percaya". Ketika Tuhan mengizinkan ujian terjadi, Dia juga menyertai dan memberi kekuatan. > Yesaya 41:10 : "janganlah takut, sebab Aku menye...

MENGATASI KEPUTUSASAAN

 


Mengatasi Keputusasaan: Mazmur


Mazmur 42:7 TB

[7] Jiwaku tertekan dalam diriku, sebab itu aku teringat kepada-Mu dari tanah sungai Yordan dan pegunungan Hermon, dari gunung Mizar.

Kapanpun Anda merasa sedih, tempat terbaik untuk berpaling adalah kitab Mazmur. Dalam bacaan hari ini, sang penulis bertanya: モMengapa engkau tertekan, hai jiwaku?ヤ (ayat 6). Yang mengejutkan, pertanyaan ini adalah langkah pertama untuk mengatasi keputusasaan.

Melihat ke dalam. Sebelum Anda dapat berurusan dengan keputusasaan Anda, Anda perlu mengetahui apa penyebabnya. Bila Anda tidak yakin, mintalah Tuhan untuk menolong Anda mengetahui apa yang sedang terjadi di dalam diri Anda.

Melihat ke atas. Langkah selanjutnya adalah mengarahkan mata Anda kepada Tuhan dan menaruh pengharapan Anda di dalam Dia. Ingatlah, keputusasaan datang pada setiap orang di suatu waktu atau waktu lainnya, namun ia tidak perlu menetap. Seiring perjalanan waktu, Anda モakan bersyukur lagi kepada-Nya.ヤ (ayat 6).

Melihat ke belakang. Keputusasaan memiliki cara untuk menghapus ingatan kita akan segala kebaikan yang Tuhan telah perbuat bagi kita selama bertahun-tahun. Kita harus berusaha untuk mengingat kepedulian-Nya dan pemeliharaan-Nya di masa lampau, dan bukan berkubang di dalam kesengsaraan kita pada saat ini. Barulah kemudian iman kita akan mengalahkan keputusasaan (ayat 7).

Melihat ke depan. Mengetahui bahwa rancangan Tuhan bagi kita adalah baik, kita dapat menanti-nantikan apa yang Ia akan perbuat di masa depan. Cinta kasih-Nya akan menopang kita di siang hari dan membawa ketentraman di malam hari saat kita percaya bahwa Ia turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita (ayat 9).

Bila fokus Anda benar, Anda akan meresponi keputusasaan dengan cara yang benar. Kuncinya adalah mengarahkan pandangan kita kepada Tuhan. Keadaan mungkin akan menyebabkan Anda untuk berpikir bahwa Ia telah melupakan Anda (ayat 10), namun Firman-Nya berjanji bahwa Ia ada di sana dan akan membawa Anda melewati lembah. Bahkan saat Anda merasa sendiri, Anda tidak pernah sendirian.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA