MEMELIHARA KASIH YANG MULA-MULA

"MEMELIHARA KASIH YANG MULA-MULA" "Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. PELIHARALAH DIRIMU DEMIKIAN DALAM KASIH ALLAH sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal" (Yudas 1:20-21).  > Kasih mula-mula adalah kasih yang bernyala-nyala dan penuh kerinduan akan Tuhan. Kasih ini dimiliki ketika seseorang mengalami pengalaman perjumpaan dengan Tuhan Yesus. Pengalaman rohani ini membuat orang yang mengalaminya begitu antusias dan penuh semangat membangun persekutuan pribadinya dengan Tuhan dan memiliki komitmen hidup untuk melayani Tuhan. > Menjaga dan memelihara kasih mula-mula bagi orang percaya merupakan hal yang prinsip. Kasih mula-mulalah yang mendorong dan menggerakkan orang percaya untuk tetap hidup dalam kehendak Tuhan dan memiliki api yang bernyala-nyala untuk hidup dalam persekutuan yang erat dengan Tuhan dan setia dalam T...

KELAPARAN ROHANI

 


Kelaparan Rohani

Yesaya 55:1-2 TB
[1]  Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran! [2] Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat.

Anda selalu bisa tahu saat selera makan berubah, karena ini akan menghasilkan sesuatu yang berbeda. Jika nafsu makan kita berubah dari hal-hal Ilahi menjadi hal-hal duniawi, kelaparan itu akan menghasilkan hal-hal duniawi. Sebaliknya, jika selera makan kita berubah dari hal-hal duniawi menjadi hal-hal ilahi, kelaparan itu akan menghasilkan hal-hal ilahi.

Apa yang dihasilkan hidup Anda hari ini? Apa saja hal-hal yang muncul dari perjalanan, ucapan, tindakan, dorongan, dan keinginan Anda dari hari-ke-hari? Jika Anda utamanya menghasilkan hal-hal duniawi, selera makan Anda telah berubah dari hal-hal Rohani menjadi hal-hal duniawi. Jika Anda utamanya menghasilkan hal-hal Rohani, selera makan Anda telah berubah dari hal-hal duniawi menjadi hal-hal Rohani.

Jika selera makan saya adalah untuk hal-hal seperti membaca Alkitab, berdoa, dan beribadah, baik secara pribadi maupun berkelompok, maka saya memiliki kelaparan yang tepat. Namun, jika saya tidak memiliki selera terhadap hal-hal ini, kelaparan saya tidaklah tepat.

Mari kita lihat apa yang Alkitab katakan tentang kelaparan. Dalam Yohanes 6:25-70, Yesus menyebut Dirinya sebagai Roti Hidup. Apa artinya? Para murid juga kebingungan. Yesus menyebut Dirinya sebagai sumber gizi rohani kita. Dia mengatakan pada kita bahwa ketika kita merasa lapar, secara rohani, kita bisa datang kepada-Nya dan menjadi kenyang.

Dalam Yesaya 55:1-2, kita melihat perumpamaan ini dipakai kembali. Orang yang haus dan lapar tapi tidak memiliki uang diberitahukan bahwa mereka dapat minum dan makan. Jika mereka tidak punya uang, bagaimana mungkin? Kehausan dan kelaparan mereka adalah jenis rohani – dan Kerajaan Allah tidak memungut bayaran!

Kita perlu mendapatkan kembali kelaparan kita akan roti rohani. Kita memerlukan selera makan untuk hal-hal ilahi. Kita perlu membuang keinginan dipuaskan dengan hal-hal duniawi. Kita perlu untuk merindukan makanan dari Firman, dari doa, dan dari ibadah. Perut kita perlu berbunyi merindukan akan hadirat-Nya. Ketika kita melakukannya, jiwa kita akan dipuaskan, dan hidup kita akan berubah.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA

PENGHARAPAN YANG TAK PERNAH PUDAR