MEMELIHARA KASIH YANG MULA-MULA

"MEMELIHARA KASIH YANG MULA-MULA" "Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. PELIHARALAH DIRIMU DEMIKIAN DALAM KASIH ALLAH sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal" (Yudas 1:20-21).  > Kasih mula-mula adalah kasih yang bernyala-nyala dan penuh kerinduan akan Tuhan. Kasih ini dimiliki ketika seseorang mengalami pengalaman perjumpaan dengan Tuhan Yesus. Pengalaman rohani ini membuat orang yang mengalaminya begitu antusias dan penuh semangat membangun persekutuan pribadinya dengan Tuhan dan memiliki komitmen hidup untuk melayani Tuhan. > Menjaga dan memelihara kasih mula-mula bagi orang percaya merupakan hal yang prinsip. Kasih mula-mulalah yang mendorong dan menggerakkan orang percaya untuk tetap hidup dalam kehendak Tuhan dan memiliki api yang bernyala-nyala untuk hidup dalam persekutuan yang erat dengan Tuhan dan setia dalam T...

KASIH KARUNIA

 


Bagaimana Kasih Karunia Mengubah Segalanya

1 Timotius 1:12-14 TB

[12] Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku – [13]  aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman. [14] Malah kasih karunia Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus. 

Hidup kita tidak memiliki harapan di luar Tuhan. Kita dilahirkan dengan sifat kedagingan dan terus memilih jalan yang salah di sepanjang hidup kita. Hukuman bagi dosa adalah maut dan terpisah selamanya dari Allah. Tidak seorang pun menjadi pengecualian dari kebenaran alkitabiah ini. Dan tidak ada satupun yang kita dapat lakukan untuk mengubah situasi ini.

Memasuki kasih karunia Allah, kemurahan-Nya yang tidak layak kita terima ditujukan kepada kita. Kita tidak dapat melakukan apapun untuk mendapatkannya. Ia memberkati kita seturut dengan kebaikan-Nya, di luar apapun yang kita telah perbuat.

Pikirkan tentang rasul Paulus, yang awalnya bermaksud untuk menganiaya siapapun yang mengakui nama Yesus. Ia memainkan peran penting dalam kekejaman brutal yang ditujukan kepada orang Kristen dan, dalam bahasanya sendiri, ia adalah orang yang paling berdosa (I Timotius 1:15). Tak satupun yang ia lakukan layak untuk mendapatkan kasih Allah.

Kasih karunia ilahi menuntun sang Maha Kuasa untuk menjangkau dan mengampuni si fanatik penuh kebencian ini yang menghujat nama Yesus. Dengan kasih, Tuhan mengubahnya menjadi orang yang mendedikasikan dirinya untuk memberitakan pesan Injil. Kehidupan Paulus mengilustrasikan kasih karunia dengan begitu indah.

Kita tidak dapat melakukan cukup perbuatan baik untuk mendapatkan akses ke surga. Keselamatan hanya mungkin terjadi oleh karena kasih karunia, bahwa Kristus mati di kayu salib. Dia yang menanggung hukuman dosa kita layak mendapatkan semua pujian atas penebusan kita.

Kematian Yesus menghapus dosa seluruh dunia. Tidak ada dosa yang terlalu besar bagi-Nya untuk diampuni. Kita tidak dapat menambahkan apapun pada tindakan penebusan-Nya; yang kita dapat lakukan hanyalah menerima karunia yang cuma-cuma ini. Bila kita percaya kepada Kristus sebagai Juruselamat, Allah akan menyelamatkan kita, menjadikan kita sebagai anak-anak-Nya untuk selamanya.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA

PENGHARAPAN YANG TAK PERNAH PUDAR