KEDUKAAN DAN KESERAKAHAN

KEDUKAAN & KESERAKAHAN FILIPI 4:11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Shalom Kedukaan dan keserakahan mungkin terlihat sama sekali berbeda, tetapi keduanya dapat mengungkapkan apa yang terjadi di dalam hati kita. Kedukaan bisa juga berarti kesedihan yang sangat mendalam, atau sebuah ratapan karena kehilangan sesuatu atau seseorang. Sementara keserakahan merupakan sebuah perasaan yang ingin memiliki sesuatu atau seseorang yang belum kita miliki karena kita merasa kurang. Kedukaan mengatakan: "Aku kehilangan seseorang atau sesuatu yang sangat aku cintai". Sementara keserakahan mengatakan: "Saya harus memiliki lebih banyak karena apa yang saya miliki tidak cukup." Kedukaan adalah rasa sakit karena kehilangan sesuatu. Keserakahan adalah perasaan tidak puas karena belum memiliki. Alkitab mengajarkan kita bagaimana menanggapi keduanya. Kedukaan berkata, “Aku merindukan apa yang aku miliki.” ...

GANGGUAN-GANGGUAN

 


Gangguan-gangguan

Filipi 4:8 TB
[8] Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. 

Hari ini, kita fokus untuk menyelamatkan diri kita dari gangguan-gangguan yang begitu banyak dibawa oleh dunia. Kita tidak dapat sepenuhnya mengikuti Tuhan dan kehendak-Nya bagi hidup kita dan memiliki kehidupan yang dipenuhi dengan Roh Kudus jika kita terus terganggu.

Dalam Filipi 4:8, Paulus memberi perintah kepada jemaat Filipi untuk memikirkan apa yang harus dipikirkan. Meski ayat ini hanya membahas apa yang ia inginkan untuk jemaat jalankan, bisa disimpulkan apa saja yang tidak termasuk di dalamnya. Stres, cemas, takut, dan khawatir tidak ditemukan dalam daftar Paulus. Malahan, ia berkata agar fokus pada apa yang benar, mulia, suci, manis, sedap didengar, patut dipuji, dan adil. Ketika kita mengambil langkah ini, kita satu langkah lebih dekat untuk berpikir seperti yang Tuhan inginkan dan melindungi diri kita dari gangguan-gangguan.

Dalam Yohanes 17:17, kita melihat Yesus mendoakan para murid-Nya. Dia meminta Tuhan untuk menguduskan mereka dengan kebenaran-Nya. Dan apa yang Dia sebut dengan kebenaran Tuhan? Firman-Nya. Hal ini memberi kita wawasan akan apa yang Paulus bicarakan ketika ia meminta para jemaat Filipi untuk diam dalam apapun yang benar.

Kita ditujukan untuk diam di dalam kebenaran Firman Tuhan. Ketika hal ini menjadi prioritas dalam hidup kita, kita tidak akan mudah terganggu oleh hal-hal duniawi. Ini adalah sebuah langkah tak terpisahkan dalam hidup melimpah yang dipenuhi dengan Roh Kudus.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia