DIUJI SAAT NYAMAN

DIUJI SAAT NYAMAN KEJADIAN 12:5 Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ. Shalom Abraham adalah orang kaya ketika Allah mengujinya. Tuhan tidak menguji Abraham karena ia tidak kehilangan apa-apa. Ia mengujinya karena Abraham telah menerima sesuatu yang berharga dan Allah ingin mengungkapkan apakah Abraham mengasihi Sang Pemberi lebih dari pemberianNya itu. Abraham sudah sangat diberkati sebelum ia diperintahkan Tuhan untuk meninggalkan negerinya di tanah Ur untuk pergi ke tanah Kanaan. Abraham sudah makmur secara material ketika Tuhan memanggilnya untuk meninggalkan Ur. Hal ini membuat panggilannya sangat signifikan, bahkan Abraham meninggalkan Ur tanpa mengetahui tujuannya kemana dia harus pergi. Tuhan hanya memberikan arah bukan tujuan akhir. Di KEJADIAN 12:1, Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negeri...

TERTANAM UNTUK MELAYANI



 Tertanam Untuk Melayani

Seorang ayah punya tiga orang anak. Kepada anak pertama, dia berikan lahan untuk menanam, dimana hasil panennya digunakan untuk membuat makanan bagi semua orang di rumah mereka. Kepada anak kedua, dia berikan bangunan di sebelah rumah mereka, supaya tamu yang berkunjung dapat beristirahat di sana. Kepada anak ketiga, dia berikan sebuah mobil besar dan mewah, supaya dapat mengantarkan tamu mereka berkeliling kota dengan nyaman. 

Semua pemberian ayah ini mencapai tujuannya kalau anak-anaknya gunakan untuk melayani kepentingan orang lain. Tetapi kalau digunakan tidak sesuai tujuan, seperti misalnya untuk memamerkan hadiah mereka atau digunakan untuk kepentingan diri sendiri saja, maka pemberian itu akan berhenti di tangan mereka dan tidak pernah menjadi hadiah buat hidup orang lain.

Kita bertumbuh bersama dan saling mendukung dalam komunitas. Tetapi tidak berhenti disini, karena Tuhan sudah mengaruniakan kekuatan kepada masing-masing kita, yang perlu kita pakai untuk melayani orang lain. Di mana kita bisa melayani? Di mana pun ada kebutuhan, dan kebutuhan itu bisa terjawab dengan kekuatan yang kita punya. 

Kalau kita pandai menyampaikan firman Tuhan, maka sampaikan firman Tuhan dengan penuh iman. Kalau kita senang membantu orang, maka bantu orang sebaik yang kita bisa. Kalau kita pintar mengajar, maka berikan pengajaran yang membangkitkan dan menuntun orang lain ke jalan yang benar. Kalau kita mampu memimpin, maka pimpinlah orang lain dengan integritas dan hikmat. Kalau kita bisa membangun orang, maka pekalah dan cepat merespons kepada mereka yang membutuhkan. 

Apa pun yang pandai kita lakukan, lakukan dengan rajin dan sukacita.

Bukan orang-orang yang sangat kaya, sangat pintar, dan sangat terkenal di dunia yang Tuhan pandang sebagai yang terbesar. Tetapi yang terbesar adalah orang-orang yang punya hati besar, karena dia mau melayani semua orang tanpa membeda-bedakan, bahkan orang-orang yang dunia pandang terkecil sekalipun.

Renungkan

Kekuatan apa yang Tuhan karuniakan kepadamu? Siapa saja orang-orang yang Tuhan mau Anda layani dengan kekuatan itu?

Doakan

Tuhan Yesus, terima kasih telah datang ke dunia, bukan saja untuk menyelamatkan aku, tetapi juga menjadi teladan untuk aku melayani orang-orang yang ada di sekitarku. Ajar aku untuk melayani seperti Engkau, mau mendahulukan kepentingan orang lain. Biar tuntunan Roh Kudus yang aku ikuti selalu. Dalam nama Tuhan Yesus, amin.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia