HATI YANG TAHIR

HATI YANG TAHIR MAZMUR 51:10 Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! Shalom Ayat bacaan hari ini mengatakan bahwa Daud ingin memiliki hati yang tahir. Tahir adalah "clean" dalam bahasa Inggris atau "ţâhôr ţâhôr" dalam Ibrani yang artinya hati yang bersih. Daud berdoa doa ini setelah dihadapkan dengan dosanya. Daud meminta Tuhan untuk memperbarui hati dan rohnya. Daud memahami sesuatu yang penting: kita tidak hanya membutuhkan pengampunan Tuhan untuk masa lalu kita; kita membutuhkan Tuhan di dalam hati kita untuk berjalan dengan setia bersama Dia di masa depan. Daud mau memiliki hati yang bersih. Tuhan tidak hanya tertarik pada apa yang kita lakukan untuk Dia. Dia juga tertarik pada semangat di mana kita melakukannya. Ingat, kita dapat melayani Tuhan secara lahiriah namun tidak taat akan firman-Nya secara batiniah. Kita dapat melakukan kegiatan rohani sementara hati kita menjadi enggan, pahit, atau tidak mau diubah ...

PERAN KITA DI DALAM GEREJA



 PERAN KITA DI DALAM GEREJA


"...supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu..." (Ayat 10)

Dengan otoritas yang diberikan Tuhan, Paulus melakukan tantangan untuk menjembatani keragaman di dalam gereja. Dia tidak pernah berpihak melainkan berfokus untuk melayani Tuhan saja. Bahkan di gereja masa kini kita memiliki banyak perbedaan dalam pilihan-pilihan dan gagasan-gagasan. Perbedaan perlu didengarkan dan dibenarkan atau dijelaskan dengan tepat. Perbedaan-perbedaan dapat diselesaikan, hanya jika kita semua memiliki tujuan yang sama untuk mengikuti Kristus.

Orang-orang yang berbeda dalam pemikiran dan pendapat seringkali berakhir menyimpang dari tujuan bersama itu dan menjadi korban dari ajaran palsu dan membentuk kelompok pecahan. Mereka perlu dibawa kembali ke titik awal iman mereka, dan didorong untuk memiliki awalan yang sama sekali baru bersama Kristus saja sebagai batu penjuru. Hanya Kristus yang penting, bahkan dalam jaman inovasi dan keunggulan teknologi.

Jadikan pengalaman kita yang mengakui bahwa Yesus Kristus adalah wahyu yang terakhir, menginspirasi orang untuk tetap berfokus pada Kristus saja. Mari kita memberitakan kabar baik dengan otoritas, memuliakan Kristus saja, tanpa membiarkan ritual dan adat kebiasaan menghalangi jalan kebenaran Tuhan.

Biarkan Tuhan menunjukkan kuasa-Nya setelah kita menyelesaikan bagian kita.

"Apakah Paulus disalibkan karena kamu?" (1 Korintus 1:13)

Penting untuk mengetahui bahwa selama kita masih berdosa, hanya Kristus yang mati di salib untuk kita, bukan hamba Tuhan atau pengkhotbah manapun. Dalam segala hal, hanya Kristus saja yang dimuliakan dan bukan orang lain. Orang sering mencari mujizat, argumen dan logika yang menarik, percaya pada hal-hal yang terlihat. Tapi penting agar kita mengarahkan mereka kepada salib, dimana Yesus disalibkan. Itu adalah mujizat yang menunjukkan kuasa dan kasih Tuhan.

Karena itu marilah kita, sebagai orang yang dipanggil oleh Tuhan, mengambil posisi merendah dalam menyatakan bahwa kita dipanggil bukan karena kita bijak, atau kuat. Melainkan karena Tuhan memilih kita, terlepas dari kebodohan kita yang mempermalukan orang bijak dan terlepas dari kelemahan kita yang memperlakukan orang kuat.

Jadikan fakta bahwa Dia memilih "yang hina bagi dunia" (1 Korintus 1:28) menguasai hati kita, dan menolong kita merasa layak mendapat panggilan-Nya yang tinggi dan membiarkan Tuhan memegang kendali atas hidup kita dan memakainya untuk kemuliaan-Nya.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia

HIDUP TANPA TERSINGGUNG