BAHAYA SEBUAH KESUKSESAN

BAHAYA SEBUAH KESUKSESAN ULANGAN 6:10-12 Maka apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu — kota-kota yang besar dan baik, yang tidak kaudirikan; rumah-rumah, penuh berisi berbagai-bagai barang baik, yang tidak kauisi; sumur-sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun, yang tidak kautanami — dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang, maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan. Shalom Sebelum Israel memasuki Tanah Perjanjian, Allah memperingatkan bangsa Israel tentang sesuatu yang tak terduga. Bahaya terbesar bukanlah di padang gurun, atau bahkan musuh yang akan mereka hadapi atau sudah hadapi dalam perjalanan menduduki tanah Perjanjian. Bahaya terbesar adalah hidup dalam kelimpahan. Setelah mereka dikelilingi oleh berkat-berkat y...

PERAN KITA DI DALAM GEREJA



 PERAN KITA DI DALAM GEREJA


"...supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu..." (Ayat 10)

Dengan otoritas yang diberikan Tuhan, Paulus melakukan tantangan untuk menjembatani keragaman di dalam gereja. Dia tidak pernah berpihak melainkan berfokus untuk melayani Tuhan saja. Bahkan di gereja masa kini kita memiliki banyak perbedaan dalam pilihan-pilihan dan gagasan-gagasan. Perbedaan perlu didengarkan dan dibenarkan atau dijelaskan dengan tepat. Perbedaan-perbedaan dapat diselesaikan, hanya jika kita semua memiliki tujuan yang sama untuk mengikuti Kristus.

Orang-orang yang berbeda dalam pemikiran dan pendapat seringkali berakhir menyimpang dari tujuan bersama itu dan menjadi korban dari ajaran palsu dan membentuk kelompok pecahan. Mereka perlu dibawa kembali ke titik awal iman mereka, dan didorong untuk memiliki awalan yang sama sekali baru bersama Kristus saja sebagai batu penjuru. Hanya Kristus yang penting, bahkan dalam jaman inovasi dan keunggulan teknologi.

Jadikan pengalaman kita yang mengakui bahwa Yesus Kristus adalah wahyu yang terakhir, menginspirasi orang untuk tetap berfokus pada Kristus saja. Mari kita memberitakan kabar baik dengan otoritas, memuliakan Kristus saja, tanpa membiarkan ritual dan adat kebiasaan menghalangi jalan kebenaran Tuhan.

Biarkan Tuhan menunjukkan kuasa-Nya setelah kita menyelesaikan bagian kita.

"Apakah Paulus disalibkan karena kamu?" (1 Korintus 1:13)

Penting untuk mengetahui bahwa selama kita masih berdosa, hanya Kristus yang mati di salib untuk kita, bukan hamba Tuhan atau pengkhotbah manapun. Dalam segala hal, hanya Kristus saja yang dimuliakan dan bukan orang lain. Orang sering mencari mujizat, argumen dan logika yang menarik, percaya pada hal-hal yang terlihat. Tapi penting agar kita mengarahkan mereka kepada salib, dimana Yesus disalibkan. Itu adalah mujizat yang menunjukkan kuasa dan kasih Tuhan.

Karena itu marilah kita, sebagai orang yang dipanggil oleh Tuhan, mengambil posisi merendah dalam menyatakan bahwa kita dipanggil bukan karena kita bijak, atau kuat. Melainkan karena Tuhan memilih kita, terlepas dari kebodohan kita yang mempermalukan orang bijak dan terlepas dari kelemahan kita yang memperlakukan orang kuat.

Jadikan fakta bahwa Dia memilih "yang hina bagi dunia" (1 Korintus 1:28) menguasai hati kita, dan menolong kita merasa layak mendapat panggilan-Nya yang tinggi dan membiarkan Tuhan memegang kendali atas hidup kita dan memakainya untuk kemuliaan-Nya.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN