DIUJI SAAT NYAMAN

DIUJI SAAT NYAMAN KEJADIAN 12:5 Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ. Shalom Abraham adalah orang kaya ketika Allah mengujinya. Tuhan tidak menguji Abraham karena ia tidak kehilangan apa-apa. Ia mengujinya karena Abraham telah menerima sesuatu yang berharga dan Allah ingin mengungkapkan apakah Abraham mengasihi Sang Pemberi lebih dari pemberianNya itu. Abraham sudah sangat diberkati sebelum ia diperintahkan Tuhan untuk meninggalkan negerinya di tanah Ur untuk pergi ke tanah Kanaan. Abraham sudah makmur secara material ketika Tuhan memanggilnya untuk meninggalkan Ur. Hal ini membuat panggilannya sangat signifikan, bahkan Abraham meninggalkan Ur tanpa mengetahui tujuannya kemana dia harus pergi. Tuhan hanya memberikan arah bukan tujuan akhir. Di KEJADIAN 12:1, Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negeri...

MENIKMATI PERJALANAN

 


Menikmati Perjalanan
 

Segala sesuatu di dunia ini perlu proses. Tapi ketika bicara tentang tujuan hidup, kita cenderung ingin memenuhinya dengan cepat dan mudah. Kita jarang mau bersahabat dengan masa-masa ketika masih kebingungan, mencari tahu, dan berusaha, terlebih lagi ketika harus berhadapan dengan perubahan. 

Mari melihat perjalanan Simon Petrus, murid Yesus. 

Dari pertama kali bertemu Yesus, Yesus memberi Simon nama yang baru yaitu Kefas (Petrus), yang artinya batu karang. Awalnya Petrus bekerja sebagai nelayan, tapi Yesus mengundangnya untuk menjadi penjala manusia. Kemudian, ketika mengikut Yesus bersama murid lainnya, Petrus menerima nubuatan dari Tuhan Yesus, bahwa dia akan menjadi batu karang yang adalah landasan dari gereja-Nya. .

Jika menjadi Petrus, apa yang akan kita pikirkan? Menerima nama baru, menjadi murid dari Sang Juruselamat, menerima nubuatan yang luar biasa; tidakkah kita akan membayangkan betapa mulianya masa depan kita? 

Tapi nyatanya di kemudian hari, orang-orang mau membunuh Yesus. Yesus dan murid-murid-Nya dicari bukan lagi karena orang-orang ingin mendengar pengajaran-Nya, tapi mau menyalibkan Dia. Setelah kejadian itu, Petrus tiga kali menyangkal bahwa dia mengenal Yesus. Namun puji Tuhan, Petrus menerima pengampunan Tuhan dan akhirnya memilih keputusan yang tepat, yaitu tetap setia kepada Yesus. Bahkan setelah Yesus terangkat ke surga, Petrus terus melayani sehingga tujuan Tuhan atas hidupnya pun terpenuhi.

Selama kita terus berjalan bersama Tuhan, pasti kita akan memenuhi tujuan hidup kita, sekalipun perjalanannya tidak selalu mulus, cerah, dan sesuai ekspektasi kita. Perjalanan itu dapat kita nikmati dan hargai lebih lagi kalau kita mengerti dan menerima bahwa, perjalanan itulah yang mengembangkan dan mengasah kemampuan kita untuk hidup dalam iman dan hikmat. Sabarlah mencoba dan janganlah menyerah. Tuhan selalu beserta kita.

Doa

Bapa di surga, aku bersyukur sebab di dalam Engkau, masa depanku dijamin dan dijaga oleh-Mu. Aku percaya, hanya karena aku belum melihat, bukan berarti tujuan hidup itu tidak ada. Ajar aku untuk menikmati dan menghargai proses memenuhi tujuan hidupku, karena aku tidak melaluinya seorang diri, tapi selalu bersama dengan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, amin.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia