DIUJI SAAT NYAMAN

DIUJI SAAT NYAMAN KEJADIAN 12:5 Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ. Shalom Abraham adalah orang kaya ketika Allah mengujinya. Tuhan tidak menguji Abraham karena ia tidak kehilangan apa-apa. Ia mengujinya karena Abraham telah menerima sesuatu yang berharga dan Allah ingin mengungkapkan apakah Abraham mengasihi Sang Pemberi lebih dari pemberianNya itu. Abraham sudah sangat diberkati sebelum ia diperintahkan Tuhan untuk meninggalkan negerinya di tanah Ur untuk pergi ke tanah Kanaan. Abraham sudah makmur secara material ketika Tuhan memanggilnya untuk meninggalkan Ur. Hal ini membuat panggilannya sangat signifikan, bahkan Abraham meninggalkan Ur tanpa mengetahui tujuannya kemana dia harus pergi. Tuhan hanya memberikan arah bukan tujuan akhir. Di KEJADIAN 12:1, Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negeri...

LEBIH KUAT KETIKA KITA BERSAMA



 Lebih Kuat Ketika Kita Bersama 

Tuhan memiliki rencana yang mulia bagi kita semua sejak awal penciptaan. Sebelum kita semua lahir, Dia sudah memiliki visi bahwa kita akan beranak cucu, bertambah banyak, memenuhi bumi, bahkan menaklukkan dan berkuasa atasnya (Kejadian 1:28). 

Menariknya sewaktu Tuhan menciptakan, Tuhan juga mengevaluasi kembali apa yang Dia ciptakan. Dia melihat apa yang baik dan apa yang tidak baik. Hanya satu kali Tuhan menyatakan apa yang tidak baik ketika Dia menciptakan, yaitu ketika Dia melihat manusia seorang diri. Artinya, memenuhi tujuan mulia yang sudah dipersiapkan bagi kita bukanlah dengan jalan one-man-show, atau satu orang melakukan segala-galanya, tetapi kita perlu penolong; orang lain, yang sepadan, yang bersama-sama dengan kita menaklukkan dan menguasai bumi.

Kita juga bisa melihat pentingnya berinvestasi dalam komunitas dari apa yang telah Yesus jalani. 

Yesus adalah anak Allah. Yesus berkuasa. Yesus bisa melakukan mukjizat. Dia bisa saja memenuhi tujuan hidup-Nya seorang diri sebab Dia tidak kekurangan apa pun. Tetapi Dia memilih untuk berjalan bersama 12 orang yang dipilih-Nya menjadi murid-murid-Nya. Dua belas orang itu bukan manusia sempurna, mereka pernah melakukan kesalahan. Ada yang pernah meragukan Yesus, ada yang mengkhianati Yesus, ada yang menyangkal Yesus, dan cukup sering Yesus menegur mereka karena mereka bersikap kurang percaya. 

Tapi karena cinta kasih Yesus untuk terus mengajar dan berinvestasi dalam kehidupan murid-murid-Nya, berita keselamatan seperti rantai yang terus berlanjut dari zaman ke zaman, membuat kita semua hari ini bisa mengenal Tuhan dan hidup sebagai ciptaan baru. 

Memenuhi tujuan mulia Tuhan atas kita tidak bisa kita lakukan seorang diri. Kita perlu orang lain, maka baik jika kita memberikan diri tertanam dan membangun komunitas kita. Setiap nasehat, arahan, dan petunjuk yang kita bagikan kepada sesama saudara seiman bisa membantu, mengevaluasi, dan terus menjaga kita selama kita menjalani tujuan hidup kita. Kita lebih kuat ketika kita bersama. 

Doa

Bapa di surga, aku bersyukur buat keluarga, teman-teman, dan komunitas yang Engkau tempatkan di dekatku. Dalam menjalankan tujuan hidupku, aku mau memberi ruang agar orang lain bisa turut berkontribusi, dan di saat yang sama, aku ingin juga berkontribusi dalam kehidupan orang lain. Sebelum aku membagikan kasih-Mu kepada orang-orang yang di luar sana, biar aku terlebih dahulu membagikan kasih-Mu kepada orang-orang terdekatku. Hanya nama-Mu yang dimuliakan. Dalam nama Tuhan Yesus, amin.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia