NIAT HATI YANG BENAR DI HADAPAN ALLAH

"NIAT HATI YANG BENAR DI HADAPAN ALLAH!" "Jadi bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan, supaya Ia mengampuni NIAT HATIMU ini" (Kisah Rasul 8:22).  > Petrus menegor Simon, si tukang sihir, yang telah menjadi orang percaya lewat pelayanan Filipus, karena memiliki niat hati atau motivasi yang tidak benar di hadapan Allah. > Tuhan tidak melihat apa yang kita lakukan, tetapi mengapa kita melakukannya (motif / niat hati kita).  > Dalam konteks Yohanes 8:18-23, kita dapat melihat niat hati Simon, si tukang sihir, yang tidak benar dihadapan Allah, yaitu :  1. Hati yang tidak lurus / tulus. > Kisah Para Rasul 8:20-21 : "Tetapi Petrus berkata kepadanya: "Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang. Tidak ada bagian atau hakmu dalam perkara ini, sebab hatimu tidak lurus di hadapan Allah." > Simon menawarkan sejumlah uang kepada Petrus agar ia ...

YOUR IDENTITY

 


Pernahkah Anda merasa seperti kantong plastik yang melayang-layang tertiup angin? Bercanda. Tapi sebenarnya, pernahkah Anda merasa seperti tanah liat dalam ayat-ayat ini? Agaknya. . . begitu. Tanpa semangat atau tujuan?

Tanah liat itu sendiri sebenarnya tidak ada nilainya—lumpur basah dari tanah. Tidak berbentuk. Tidak ada rupa. Tanah liat. Saya pikir kita semua kadang-kadang bisa merasa bagaikan tanah liat. Kegelisahan dan ketidakpuasan mulai menyusup ke dalam pikiran kita ketika kita tanpa berpikir panjang menjalani kehidupan sehari-hari untuk menemukan tempat kita—berusaha menyesuaikan diri dan mengorbankan moral atau standar supaya merasa dikenal. Kita adalah tanah liat.

Namun, tukang periuk adalah seniman yang terampil. Dia memiliki kesabaran dan visi untuk menciptakan sesuatu yang indah dan berguna dari tanah liat. Saat tukang periuk duduk di depan pelarikannya untuk mulai membuat sesuatu yang baru, di mana kita melihat tumpukan lumpur basah, dia melihat semua yang harus dia kerjakan. Dia tahu bahwa sesuatu yang indah akan muncul darinya, jadi dia menggunakan waktunya, menambah tekanan, membentuk sesuatu yang unik dan menakjubkan.

Saya tidak sendirian saat seringkali berpikir, “Mengapa Tuhan? Mengapa Engkau menghabiskan waktu untukku sementara aku terus berdosa terhadap-Mu dan tidak taat?” Namun, Dia tetap melakukannya. Dia TAHU kekurangan Anda. Dia TAHU di mana kelemahan Anda. Dia TAHU Anda, dan Dia TAHU saya. Saat Anda bingung, atau ketika keadaan menjadi sulit, ingatkan diri Anda bahwa Dialah Sang Tukang Periuk, yang menerapkan tekanan untuk pemurnian kita, untuk kebaikan kita, dan untuk Kemuliaan-Nya. Meskipun kita hanyalah tanah liat yang tidak berguna, melalui Yesus, Sang Tukang Periuk membentuk kita—dan terus membentuk kita—menjadi sesuatu yang indah! Dia memanggil Anda untuk menjadi sesuatu yang lebih besar dari diri Anda sendiri! Anda bukan sekadar lumpur; Anda adalah tanah liat di tangan Tukang Periuk.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT