HATI YANG KERAS

HATI YANG KERAS Ketika hati dan pikiran sudah tertutup oleh persepsi negatif, penjelasan sebaik apapun tak akan pernah cukup untuk mengubah sudut pandangnya. Matius 13:15a Sebab hati bangsa ini telah menebal,dan telinganya berat mendengar,dan matanya melekat tertutup. shalom Pernahkah kita mencoba menjelaskan kebenaran kepada seseorang yang sudah terlanjur kecewa, marah atau curiga pada kita, betapapun logisnya argumen serta bukti yang kita berikan, tetap saja tidak pernah cukup buat orang model ini. Matius 13:15 Sebab hati bangsa ini telah menebal,dan telinganya berat mendengar dan matanya melekat tertutup supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka. Orang yang hatinya telah menebal hidupnya tertutup, tidak lagi mau mendengarkan untuk memahami, bahkan hatinya penuh dengan kemarahan dan kebencian, orang tipe begini sangat sulit bertobat dan dipulihkan. 1 Korintus 2:14 Te...

YOUR IDENTITY

 


Pernahkah Anda merasa seperti kantong plastik yang melayang-layang tertiup angin? Bercanda. Tapi sebenarnya, pernahkah Anda merasa seperti tanah liat dalam ayat-ayat ini? Agaknya. . . begitu. Tanpa semangat atau tujuan?

Tanah liat itu sendiri sebenarnya tidak ada nilainya—lumpur basah dari tanah. Tidak berbentuk. Tidak ada rupa. Tanah liat. Saya pikir kita semua kadang-kadang bisa merasa bagaikan tanah liat. Kegelisahan dan ketidakpuasan mulai menyusup ke dalam pikiran kita ketika kita tanpa berpikir panjang menjalani kehidupan sehari-hari untuk menemukan tempat kita—berusaha menyesuaikan diri dan mengorbankan moral atau standar supaya merasa dikenal. Kita adalah tanah liat.

Namun, tukang periuk adalah seniman yang terampil. Dia memiliki kesabaran dan visi untuk menciptakan sesuatu yang indah dan berguna dari tanah liat. Saat tukang periuk duduk di depan pelarikannya untuk mulai membuat sesuatu yang baru, di mana kita melihat tumpukan lumpur basah, dia melihat semua yang harus dia kerjakan. Dia tahu bahwa sesuatu yang indah akan muncul darinya, jadi dia menggunakan waktunya, menambah tekanan, membentuk sesuatu yang unik dan menakjubkan.

Saya tidak sendirian saat seringkali berpikir, “Mengapa Tuhan? Mengapa Engkau menghabiskan waktu untukku sementara aku terus berdosa terhadap-Mu dan tidak taat?” Namun, Dia tetap melakukannya. Dia TAHU kekurangan Anda. Dia TAHU di mana kelemahan Anda. Dia TAHU Anda, dan Dia TAHU saya. Saat Anda bingung, atau ketika keadaan menjadi sulit, ingatkan diri Anda bahwa Dialah Sang Tukang Periuk, yang menerapkan tekanan untuk pemurnian kita, untuk kebaikan kita, dan untuk Kemuliaan-Nya. Meskipun kita hanyalah tanah liat yang tidak berguna, melalui Yesus, Sang Tukang Periuk membentuk kita—dan terus membentuk kita—menjadi sesuatu yang indah! Dia memanggil Anda untuk menjadi sesuatu yang lebih besar dari diri Anda sendiri! Anda bukan sekadar lumpur; Anda adalah tanah liat di tangan Tukang Periuk.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

Terang yang Datang ke Dunia