HATI YANG KERAS

HATI YANG KERAS Ketika hati dan pikiran sudah tertutup oleh persepsi negatif, penjelasan sebaik apapun tak akan pernah cukup untuk mengubah sudut pandangnya. Matius 13:15a Sebab hati bangsa ini telah menebal,dan telinganya berat mendengar,dan matanya melekat tertutup. shalom Pernahkah kita mencoba menjelaskan kebenaran kepada seseorang yang sudah terlanjur kecewa, marah atau curiga pada kita, betapapun logisnya argumen serta bukti yang kita berikan, tetap saja tidak pernah cukup buat orang model ini. Matius 13:15 Sebab hati bangsa ini telah menebal,dan telinganya berat mendengar dan matanya melekat tertutup supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka. Orang yang hatinya telah menebal hidupnya tertutup, tidak lagi mau mendengarkan untuk memahami, bahkan hatinya penuh dengan kemarahan dan kebencian, orang tipe begini sangat sulit bertobat dan dipulihkan. 1 Korintus 2:14 Te...

TAAT TANPA SYARAT



Taat Tanpa Syarat

Pernahkah Anda mendengar lima bahasa kasih yang disampaikan oleh Dr. Gary Chapman? Menurut Dr. Chapman, bahasa kasih adalah cara seseorang mengungkapkan dan menerima kasih sayang. Setiap orang memiliki bahasa kasih dengan urutan yang berbeda, contoh bahasa kasih yaitu: kata-kata afirmasi, menghabiskan waktu bersama, memberi hadiah, melayani, dan sentuhan fisik. Jika kita mengungkapkan kasih dengan bahasa yang relevan dengan orang tersebut, maka orang itu dapat merasakan kasih sayang kita.

Di dunia, bahasa kasih sesama manusia tidak sempurna. Bapa kita di surga adalah Pribadi yang mengasihi kita secara penuh, tidak setengah-setengah, dan sempurna. Oleh karena begitu besar kasih-Nya bagi dunia, Ia memberikan Putra-Nya Yesus untuk menebus kita dari dosa dan hidup yang fana. Oleh sebab itu, hidup dalam ketaatan adalah salah satu bahasa kasih terbaik yang kita berikan karena kita mengasihi Tuhan.

Kejadian 4:2-12 mencatat kisah Kain dan Habel, kakak beradik yang merupakan anak dari Adam dan Hawa. Keduanya memberikan persembahan kepada Tuhan. Kain memberikan sebagian hasil tanah, dan Habel memberikan anak sulung kambing dombanya. Tuhan mengindahkan persembahan Habel. Mengetahui hal ini, Kain marah kepada Tuhan dan Tuhan pun menegur dia. Sayangnya Kain tidak mendengarkan teguran Tuhan, ketidaktaatan Kain dia cerminkan melalui kemarahannya dan dia membunuh adiknya sendiri. Memberi persembahan kepada Tuhan adalah hal yang baik, tapi hati yang sepenuhnya taat adalah hal terutama yang dilihat Tuhan.

Suatu hari ketaatan kita akan diuji waktu menghadapi masalah dalam pekerjaan, hubungan, rumah tangga, bahkan pelayanan. Waktu ada kesempatan untuk melanggar; waktu dalam kesesakan dan ketidakpastian; waktu ada jalan pintas yang ditawarkan; waktu ada alasan untuk meragukan kehadiran Tuhan—apakah kita tetap memilih taat sepenuhnya kepada-Nya? Di ujung setiap musim kehidupan, kita sendiri dan orang lain akan menikmati buah manis jika kita terus berjalan dalam ketaatan. Bukankah hidup kita saat ini adalah buah manis dari ketaatan Yesus kepada kehendak Bapa-Nya sampai mati di kayu salib? 

Ketika beribadah, Tuhan tidak mau kita sekedar melakukan rutinitas agamawi, tetapi Dia ingin hati yang mengenal-Nya dan taat kepada perintah-Nya; ketaatan yang keluar dari kesadaran, rasa hormat, dan kasih yang tulus karena kita mengasihi Tuhan. Dia itu baik dan rancangan-Nya bagi hidup kita hanyalah rancangan yang baik. Taat sepenuhnya kepada Tuhan adalah pilihan terbaik yang bisa kita buat selama kita hidup.

Renungkan

Ambil waktu sejenak dan minta Tuhan menunjukkan hati Anda kepada Anda. Adakah ketidaktaatan yang selama ini Anda lakukan? Minta pengampunan kepada Tuhan jika ada dan minta Tuhan menuntun Anda untuk memilih taat. Roh Kudus ada bersama Anda dan akan memampukan Anda.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

Terang yang Datang ke Dunia