KEDUKAAN DAN KESERAKAHAN

KEDUKAAN & KESERAKAHAN FILIPI 4:11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Shalom Kedukaan dan keserakahan mungkin terlihat sama sekali berbeda, tetapi keduanya dapat mengungkapkan apa yang terjadi di dalam hati kita. Kedukaan bisa juga berarti kesedihan yang sangat mendalam, atau sebuah ratapan karena kehilangan sesuatu atau seseorang. Sementara keserakahan merupakan sebuah perasaan yang ingin memiliki sesuatu atau seseorang yang belum kita miliki karena kita merasa kurang. Kedukaan mengatakan: "Aku kehilangan seseorang atau sesuatu yang sangat aku cintai". Sementara keserakahan mengatakan: "Saya harus memiliki lebih banyak karena apa yang saya miliki tidak cukup." Kedukaan adalah rasa sakit karena kehilangan sesuatu. Keserakahan adalah perasaan tidak puas karena belum memiliki. Alkitab mengajarkan kita bagaimana menanggapi keduanya. Kedukaan berkata, “Aku merindukan apa yang aku miliki.” ...

TAAT TANPA SYARAT



Taat Tanpa Syarat

Pernahkah Anda mendengar lima bahasa kasih yang disampaikan oleh Dr. Gary Chapman? Menurut Dr. Chapman, bahasa kasih adalah cara seseorang mengungkapkan dan menerima kasih sayang. Setiap orang memiliki bahasa kasih dengan urutan yang berbeda, contoh bahasa kasih yaitu: kata-kata afirmasi, menghabiskan waktu bersama, memberi hadiah, melayani, dan sentuhan fisik. Jika kita mengungkapkan kasih dengan bahasa yang relevan dengan orang tersebut, maka orang itu dapat merasakan kasih sayang kita.

Di dunia, bahasa kasih sesama manusia tidak sempurna. Bapa kita di surga adalah Pribadi yang mengasihi kita secara penuh, tidak setengah-setengah, dan sempurna. Oleh karena begitu besar kasih-Nya bagi dunia, Ia memberikan Putra-Nya Yesus untuk menebus kita dari dosa dan hidup yang fana. Oleh sebab itu, hidup dalam ketaatan adalah salah satu bahasa kasih terbaik yang kita berikan karena kita mengasihi Tuhan.

Kejadian 4:2-12 mencatat kisah Kain dan Habel, kakak beradik yang merupakan anak dari Adam dan Hawa. Keduanya memberikan persembahan kepada Tuhan. Kain memberikan sebagian hasil tanah, dan Habel memberikan anak sulung kambing dombanya. Tuhan mengindahkan persembahan Habel. Mengetahui hal ini, Kain marah kepada Tuhan dan Tuhan pun menegur dia. Sayangnya Kain tidak mendengarkan teguran Tuhan, ketidaktaatan Kain dia cerminkan melalui kemarahannya dan dia membunuh adiknya sendiri. Memberi persembahan kepada Tuhan adalah hal yang baik, tapi hati yang sepenuhnya taat adalah hal terutama yang dilihat Tuhan.

Suatu hari ketaatan kita akan diuji waktu menghadapi masalah dalam pekerjaan, hubungan, rumah tangga, bahkan pelayanan. Waktu ada kesempatan untuk melanggar; waktu dalam kesesakan dan ketidakpastian; waktu ada jalan pintas yang ditawarkan; waktu ada alasan untuk meragukan kehadiran Tuhan—apakah kita tetap memilih taat sepenuhnya kepada-Nya? Di ujung setiap musim kehidupan, kita sendiri dan orang lain akan menikmati buah manis jika kita terus berjalan dalam ketaatan. Bukankah hidup kita saat ini adalah buah manis dari ketaatan Yesus kepada kehendak Bapa-Nya sampai mati di kayu salib? 

Ketika beribadah, Tuhan tidak mau kita sekedar melakukan rutinitas agamawi, tetapi Dia ingin hati yang mengenal-Nya dan taat kepada perintah-Nya; ketaatan yang keluar dari kesadaran, rasa hormat, dan kasih yang tulus karena kita mengasihi Tuhan. Dia itu baik dan rancangan-Nya bagi hidup kita hanyalah rancangan yang baik. Taat sepenuhnya kepada Tuhan adalah pilihan terbaik yang bisa kita buat selama kita hidup.

Renungkan

Ambil waktu sejenak dan minta Tuhan menunjukkan hati Anda kepada Anda. Adakah ketidaktaatan yang selama ini Anda lakukan? Minta pengampunan kepada Tuhan jika ada dan minta Tuhan menuntun Anda untuk memilih taat. Roh Kudus ada bersama Anda dan akan memampukan Anda.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia