KEDUKAAN DAN KESERAKAHAN

KEDUKAAN & KESERAKAHAN FILIPI 4:11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Shalom Kedukaan dan keserakahan mungkin terlihat sama sekali berbeda, tetapi keduanya dapat mengungkapkan apa yang terjadi di dalam hati kita. Kedukaan bisa juga berarti kesedihan yang sangat mendalam, atau sebuah ratapan karena kehilangan sesuatu atau seseorang. Sementara keserakahan merupakan sebuah perasaan yang ingin memiliki sesuatu atau seseorang yang belum kita miliki karena kita merasa kurang. Kedukaan mengatakan: "Aku kehilangan seseorang atau sesuatu yang sangat aku cintai". Sementara keserakahan mengatakan: "Saya harus memiliki lebih banyak karena apa yang saya miliki tidak cukup." Kedukaan adalah rasa sakit karena kehilangan sesuatu. Keserakahan adalah perasaan tidak puas karena belum memiliki. Alkitab mengajarkan kita bagaimana menanggapi keduanya. Kedukaan berkata, “Aku merindukan apa yang aku miliki.” ...

TIDAK SADAR



TIDAK SADAR 

HAKIM-HAKIM 16:20 Lalu berserulah perempuan itu: "Orang Filistin menyergap engkau, Simson!" Maka terjagalah ia dari tidurnya serta katanya: "Seperti yang sudah-sudah, aku akan bebas dan akan meronta lepas." Tetapi tidaklah diketahuinya, bahwa TUHAN telah meninggalkan dia. 

Shalom Warga Kerajaan Sorga.

Ketika manusia jatuh ke dalam dosa, maka manusia dipisahkan dari Tuhan. Itu sebabnya di zaman Perjanjian Lama, Roh Tuhan tidak tinggal di dalam manusia. Namun, Roh Tuhan akan hadir dan menghampiri manusia yang berkenan kepada Tuhan. Musa, Daud, bahkan Bileam juga dihinggapi Roh Tuhan sehingga ia bisa bernubuat (BILANGAN 24:2-4). 

Simson, seorang pahlawan bangsa Israel, mendapatkan kekuatan dari Tuhan lewat rambutnya yang tidak boleh dipotong. Ketika ia tidak taat dan mulai jatuh ke dalam dosa perzinahan dengan seorang wanita bernama Delila, dengan bodohnya Simson memberitahu Delila bahwa letak kekuatannya ada pada rambutnya yang tidak boleh dipotong. Ketika akhirnya rambut Simson dipotong selagi dia tidur, dia kehilangan kekuatannya dan ditangkap oleh musuh Israel, yaitu bangsa Filistin. Sungguh ironis, ketika kekuatan Simson lenyap karena ketidaktaatannya, dia tidak sadar bahwa Roh Tuhan juga sudah meninggalkan dirinya. 

Di zaman Perjanjian Baru, kita memiliki Yesus sebagai Juruselamat hidup kita. Sebagai orang yang percaya kepada-Nya, maka Roh Kudus hari ini tinggal di dalam hidup kita. Ketika ada hari dimana kita tidak taat, Roh Kudus tidak akan pernah meninggalkan kita. Mengapa? Karena sebagai orang yang sudah menerima Yesus sebagai Juruselamat, Roh Kudus sudah dimeteraikan di dalam hidup kita. Roh Kudus pergi kemana kita pergi, Roh Kudus ada dimana kita berada, karena Dia tinggal di dalam kita untuk menuntun (MAZMUR 95:7), menghibur (2 KORINTUS 1:3-4), memberikan hikmat (YAKOBUS 3:17), menolong kita berdoa (ROMA 8:26), bahkan mengajar kita apa yang harus kita katakan di dalam kehidupan kita sehari-hari (LUKAS 12:12). 

Ketika kita tidak taat, Roh Kudus akan menegor dengan lemah lembut dan menuntun kita kembali ke jalan yang benar. Hari ini kita tidak perlu kuatir bahwa Roh Kudus meninggalkan kita ketika kita tidak taat atau gagal. Namun kita perlu pastikan bahwa jangan sampai kita sudah tidak sadar bahwa Dia berbicara kepada kita memberikan tegoran, tuntunan dan kasih karunia. Kita bisa sibuk mendengarkan kebisingan dunia yang bisa mengakibatkan hati kita tidak mendengar Roh Kudus yang ada di dalam kita dan setiap hari dia berbicara kepada kita. AMIN ! 

Kasih karunia Tuhan cukup bagimu🙏

BL

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia