KEDUKAAN DAN KESERAKAHAN

KEDUKAAN & KESERAKAHAN FILIPI 4:11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Shalom Kedukaan dan keserakahan mungkin terlihat sama sekali berbeda, tetapi keduanya dapat mengungkapkan apa yang terjadi di dalam hati kita. Kedukaan bisa juga berarti kesedihan yang sangat mendalam, atau sebuah ratapan karena kehilangan sesuatu atau seseorang. Sementara keserakahan merupakan sebuah perasaan yang ingin memiliki sesuatu atau seseorang yang belum kita miliki karena kita merasa kurang. Kedukaan mengatakan: "Aku kehilangan seseorang atau sesuatu yang sangat aku cintai". Sementara keserakahan mengatakan: "Saya harus memiliki lebih banyak karena apa yang saya miliki tidak cukup." Kedukaan adalah rasa sakit karena kehilangan sesuatu. Keserakahan adalah perasaan tidak puas karena belum memiliki. Alkitab mengajarkan kita bagaimana menanggapi keduanya. Kedukaan berkata, “Aku merindukan apa yang aku miliki.” ...

JANGAN KHAWATIR



JANGAN KHAWATIR

Filipi 4:6 PBTB2

[6] Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. 

Perasaan cemas mungkin merupakan salah satu pengalaman manusia yang paling umum. Setiap orang pada tingkat tertentu pernah cemas atau khawatir. Walau ini adalah pengalaman yang umum, bukan berarti ini adalah pengalaman ideal yang Tuhan inginkan bagi kita.

Kecemasan sering kali muncul di saat-saat kita merasa kehilangan kendali atas suatu situasi, atau bahkan ketika kita merasa tak berdaya. Kita dapat merasa cemas ketika kita tidak nyaman atau gugup.

Dalam setiap skenario ini, Tuhan ingin menyediakan jawaban dan pertolongan saat kita sedang bergumul. Dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, Paulus mendorong para jemaat di sana untuk membawa semua kekhawatiran dan kecemasan mereka kepada Tuhan melalui doa.

Meski terkadang kita berpikir bahwa kita dapat mengatasi masalah kita, sesungguhnya kita tidak mampu melakukannya. Hanya Tuhan yang benar-benar tahu apa yang kita butuhkan.

Dalam Alkitab, Tuhan disebut sebagai Penyedia, Penyembuh, dan Penopang kita. Dia siap dan bersedia menolong saat kita membutuhkan. Oleh karena itu, kita memiliki banyak hal untuk disyukuri, seperti yang Paulus katakan.

Terlepas dari apakah Anda sedang khawatir atau cemas saat ini ataupun tidak, kita semua harus membiasakan diri untuk berlari kepada Tuhan dengan segala keinginan dan kekhawatiran kita. Tanggapan pertama kita seharusnya adalah doa. Sebelum kita ditaklukkan oleh kecemasan, kita melatih diri kita sendiri bagaimana meresponsnya, yaitu dengan berpaling kepada Tuhan.

Luangkan waktu hari ini untuk berhenti sejenak dan berdoa kepada Tuhan. Seperti yang Paulus katakan, serahkanlah doa dan permohonan Anda kepada Tuhan. Beri tahukan kepada-Nya apa yang Anda butuhkan dan apa yang sedang Anda hadapi. Dan bersyukurlah kepada-Nya karena Dia selalu hadir dan bersedia menolong.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia