MEMBICARAKAN DI BELAKANG

Jika seseorang membicarakan kamu dibelakang, artinya kamu punya kelebihan yang luar biasa.»IHT« Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Orang yang membicarakan kita dibelakang kebanyakan merasa iri, terintimidasi melihat kelebihan yang kita miliki, ingatlah bahwa posisi mereka ada dibelakang kita, sedangkan kita sedang melangkah maju. Matius 5:11 Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Alkitab mengajarkan kita untuk tetap menjaga hikmat, evaluasilah diri kita dengan jujur dihadapan Tuhan, jika ada yang perlu diperbaiki, terimalah sebagai proses pembentukan karakter, namun jika itu adalah fitnah atau irihati, biarkan Tuhan yang menjadi pembela kita. Daniel 6:5 Maka berkatalah orang-orang itu: "Kita tidak akan mendapat suatu alasan dakw...

JANGAN KHAWATIR



JANGAN KHAWATIR

Filipi 4:6 PBTB2

[6] Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. 

Perasaan cemas mungkin merupakan salah satu pengalaman manusia yang paling umum. Setiap orang pada tingkat tertentu pernah cemas atau khawatir. Walau ini adalah pengalaman yang umum, bukan berarti ini adalah pengalaman ideal yang Tuhan inginkan bagi kita.

Kecemasan sering kali muncul di saat-saat kita merasa kehilangan kendali atas suatu situasi, atau bahkan ketika kita merasa tak berdaya. Kita dapat merasa cemas ketika kita tidak nyaman atau gugup.

Dalam setiap skenario ini, Tuhan ingin menyediakan jawaban dan pertolongan saat kita sedang bergumul. Dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, Paulus mendorong para jemaat di sana untuk membawa semua kekhawatiran dan kecemasan mereka kepada Tuhan melalui doa.

Meski terkadang kita berpikir bahwa kita dapat mengatasi masalah kita, sesungguhnya kita tidak mampu melakukannya. Hanya Tuhan yang benar-benar tahu apa yang kita butuhkan.

Dalam Alkitab, Tuhan disebut sebagai Penyedia, Penyembuh, dan Penopang kita. Dia siap dan bersedia menolong saat kita membutuhkan. Oleh karena itu, kita memiliki banyak hal untuk disyukuri, seperti yang Paulus katakan.

Terlepas dari apakah Anda sedang khawatir atau cemas saat ini ataupun tidak, kita semua harus membiasakan diri untuk berlari kepada Tuhan dengan segala keinginan dan kekhawatiran kita. Tanggapan pertama kita seharusnya adalah doa. Sebelum kita ditaklukkan oleh kecemasan, kita melatih diri kita sendiri bagaimana meresponsnya, yaitu dengan berpaling kepada Tuhan.

Luangkan waktu hari ini untuk berhenti sejenak dan berdoa kepada Tuhan. Seperti yang Paulus katakan, serahkanlah doa dan permohonan Anda kepada Tuhan. Beri tahukan kepada-Nya apa yang Anda butuhkan dan apa yang sedang Anda hadapi. Dan bersyukurlah kepada-Nya karena Dia selalu hadir dan bersedia menolong.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN