HATI YANG KERAS

HATI YANG KERAS Ketika hati dan pikiran sudah tertutup oleh persepsi negatif, penjelasan sebaik apapun tak akan pernah cukup untuk mengubah sudut pandangnya. Matius 13:15a Sebab hati bangsa ini telah menebal,dan telinganya berat mendengar,dan matanya melekat tertutup. shalom Pernahkah kita mencoba menjelaskan kebenaran kepada seseorang yang sudah terlanjur kecewa, marah atau curiga pada kita, betapapun logisnya argumen serta bukti yang kita berikan, tetap saja tidak pernah cukup buat orang model ini. Matius 13:15 Sebab hati bangsa ini telah menebal,dan telinganya berat mendengar dan matanya melekat tertutup supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka. Orang yang hatinya telah menebal hidupnya tertutup, tidak lagi mau mendengarkan untuk memahami, bahkan hatinya penuh dengan kemarahan dan kebencian, orang tipe begini sangat sulit bertobat dan dipulihkan. 1 Korintus 2:14 Te...

JANGAN KHAWATIR



JANGAN KHAWATIR

Filipi 4:6 PBTB2

[6] Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. 

Perasaan cemas mungkin merupakan salah satu pengalaman manusia yang paling umum. Setiap orang pada tingkat tertentu pernah cemas atau khawatir. Walau ini adalah pengalaman yang umum, bukan berarti ini adalah pengalaman ideal yang Tuhan inginkan bagi kita.

Kecemasan sering kali muncul di saat-saat kita merasa kehilangan kendali atas suatu situasi, atau bahkan ketika kita merasa tak berdaya. Kita dapat merasa cemas ketika kita tidak nyaman atau gugup.

Dalam setiap skenario ini, Tuhan ingin menyediakan jawaban dan pertolongan saat kita sedang bergumul. Dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, Paulus mendorong para jemaat di sana untuk membawa semua kekhawatiran dan kecemasan mereka kepada Tuhan melalui doa.

Meski terkadang kita berpikir bahwa kita dapat mengatasi masalah kita, sesungguhnya kita tidak mampu melakukannya. Hanya Tuhan yang benar-benar tahu apa yang kita butuhkan.

Dalam Alkitab, Tuhan disebut sebagai Penyedia, Penyembuh, dan Penopang kita. Dia siap dan bersedia menolong saat kita membutuhkan. Oleh karena itu, kita memiliki banyak hal untuk disyukuri, seperti yang Paulus katakan.

Terlepas dari apakah Anda sedang khawatir atau cemas saat ini ataupun tidak, kita semua harus membiasakan diri untuk berlari kepada Tuhan dengan segala keinginan dan kekhawatiran kita. Tanggapan pertama kita seharusnya adalah doa. Sebelum kita ditaklukkan oleh kecemasan, kita melatih diri kita sendiri bagaimana meresponsnya, yaitu dengan berpaling kepada Tuhan.

Luangkan waktu hari ini untuk berhenti sejenak dan berdoa kepada Tuhan. Seperti yang Paulus katakan, serahkanlah doa dan permohonan Anda kepada Tuhan. Beri tahukan kepada-Nya apa yang Anda butuhkan dan apa yang sedang Anda hadapi. Dan bersyukurlah kepada-Nya karena Dia selalu hadir dan bersedia menolong.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

Terang yang Datang ke Dunia