MENANG MENGATASI PENDERITAAN

"MENANG MENGATASI PENDERITAAN!" "Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu — namun engkau kaya — dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis" (Wahyu 2:9). > Jemaat di Smirna adalah jemaat yang mengalami tekanan, penderitaan, dan penganiayaan. Namun Tuhan Yesus tidak menegur mereka, melainkan menguatkan dan memberi janji kemenangan. >> Bagaimana kita dapat menang mengatasi penderitaan? 1. JANGAN TAKUT AKAN PENDERITAAN! > Wahyu 2:10 : "JANGAN TAKUT TERHADAP APA YANG HARUS ENGKAU DERITA...". > Penderitaan sering membuat manusia takut : "takut kehilangan", "takut ditolak", "takut masa depan", "takut menghadapi tekanan". > Tetapi Tuhan ingin kita "tetap percaya". Ketika Tuhan mengizinkan ujian terjadi, Dia juga menyertai dan memberi kekuatan. > Yesaya 41:10 : "janganlah takut, sebab Aku menye...

JANGAN KHAWATIR



JANGAN KHAWATIR

Filipi 4:6 PBTB2

[6] Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. 

Perasaan cemas mungkin merupakan salah satu pengalaman manusia yang paling umum. Setiap orang pada tingkat tertentu pernah cemas atau khawatir. Walau ini adalah pengalaman yang umum, bukan berarti ini adalah pengalaman ideal yang Tuhan inginkan bagi kita.

Kecemasan sering kali muncul di saat-saat kita merasa kehilangan kendali atas suatu situasi, atau bahkan ketika kita merasa tak berdaya. Kita dapat merasa cemas ketika kita tidak nyaman atau gugup.

Dalam setiap skenario ini, Tuhan ingin menyediakan jawaban dan pertolongan saat kita sedang bergumul. Dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, Paulus mendorong para jemaat di sana untuk membawa semua kekhawatiran dan kecemasan mereka kepada Tuhan melalui doa.

Meski terkadang kita berpikir bahwa kita dapat mengatasi masalah kita, sesungguhnya kita tidak mampu melakukannya. Hanya Tuhan yang benar-benar tahu apa yang kita butuhkan.

Dalam Alkitab, Tuhan disebut sebagai Penyedia, Penyembuh, dan Penopang kita. Dia siap dan bersedia menolong saat kita membutuhkan. Oleh karena itu, kita memiliki banyak hal untuk disyukuri, seperti yang Paulus katakan.

Terlepas dari apakah Anda sedang khawatir atau cemas saat ini ataupun tidak, kita semua harus membiasakan diri untuk berlari kepada Tuhan dengan segala keinginan dan kekhawatiran kita. Tanggapan pertama kita seharusnya adalah doa. Sebelum kita ditaklukkan oleh kecemasan, kita melatih diri kita sendiri bagaimana meresponsnya, yaitu dengan berpaling kepada Tuhan.

Luangkan waktu hari ini untuk berhenti sejenak dan berdoa kepada Tuhan. Seperti yang Paulus katakan, serahkanlah doa dan permohonan Anda kepada Tuhan. Beri tahukan kepada-Nya apa yang Anda butuhkan dan apa yang sedang Anda hadapi. Dan bersyukurlah kepada-Nya karena Dia selalu hadir dan bersedia menolong.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA