DIUJI SAAT NYAMAN

DIUJI SAAT NYAMAN KEJADIAN 12:5 Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ. Shalom Abraham adalah orang kaya ketika Allah mengujinya. Tuhan tidak menguji Abraham karena ia tidak kehilangan apa-apa. Ia mengujinya karena Abraham telah menerima sesuatu yang berharga dan Allah ingin mengungkapkan apakah Abraham mengasihi Sang Pemberi lebih dari pemberianNya itu. Abraham sudah sangat diberkati sebelum ia diperintahkan Tuhan untuk meninggalkan negerinya di tanah Ur untuk pergi ke tanah Kanaan. Abraham sudah makmur secara material ketika Tuhan memanggilnya untuk meninggalkan Ur. Hal ini membuat panggilannya sangat signifikan, bahkan Abraham meninggalkan Ur tanpa mengetahui tujuannya kemana dia harus pergi. Tuhan hanya memberikan arah bukan tujuan akhir. Di KEJADIAN 12:1, Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negeri...

JALAN MENUJU SUKSES



 Jalan Menuju Sukses

Ada banyak definisi sukses dalam budaya masa kini. Bagi sebagian orang, kesuksesan ditentukan oleh jumlah keberhasilan yang telah kita capai, atau banyaknya kepemilikan yang telah kita raih.

Definisi Yesus tentang sukses bertentangan dengan budaya. Itu tidak ada hubungannya dengan prestasi kita atau harta benda kita—semuanya berhubungan dengan karakter kita.

Ajaran Yesus dalam Lukas 16:10 mengutamakan isi karakter kita. Dia berkata bahwa mereka yang dapat dipercaya dengan hal-hal kecil akan dipercayakan pada hal-hal yang lebih besar. Mereka yang setia pada apa yang telah diberikan akan diberi kesempatan untuk lebih setia lagi. Dan mereka yang tidak jujur, tidak setia, dan tidak dapat dipercaya, akan melakukan hal yang sama pada apa yang diberikan kepada mereka.

Pada akhirnya tidak penting bagi Yesus apakah kita sukses secara finansial dalam hidup. Yang lebih penting adalah apa yang kita lakukan pada apa yang telah diberikan kepada kita.

Tindakan kesetiaan sederhana setiap hari adalah bagaimana karakter kita dibentuk dari waktu ke waktu. Keputusan kecil dan keputusan sulit itulah yang membuat kita menjadi orang yang dapat dipercaya dan jujur.

Jika Anda meminta lebih banyak kepada Tuhan dalam hidup, pastikan Anda setia dengan hal-hal yang telah Dia berikan kepada Anda. Gunakan sumber daya dan peluang yang Anda miliki untuk membangun kepercayaan dan kejujuran dengan orang lain.

Allah ingin menggunakan orang-orang yang berkarakter daripada orang-orang yang sukses. Jadi berdoalah agar Tuhan meningkatkan karakter Anda dan memberi Anda kesempatan untuk menjadi orang yang setia dan jujur dalam setiap bidang kehidupan.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia