MEMELIHARA KASIH YANG MULA-MULA

"MEMELIHARA KASIH YANG MULA-MULA" "Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. PELIHARALAH DIRIMU DEMIKIAN DALAM KASIH ALLAH sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal" (Yudas 1:20-21).  > Kasih mula-mula adalah kasih yang bernyala-nyala dan penuh kerinduan akan Tuhan. Kasih ini dimiliki ketika seseorang mengalami pengalaman perjumpaan dengan Tuhan Yesus. Pengalaman rohani ini membuat orang yang mengalaminya begitu antusias dan penuh semangat membangun persekutuan pribadinya dengan Tuhan dan memiliki komitmen hidup untuk melayani Tuhan. > Menjaga dan memelihara kasih mula-mula bagi orang percaya merupakan hal yang prinsip. Kasih mula-mulalah yang mendorong dan menggerakkan orang percaya untuk tetap hidup dalam kehendak Tuhan dan memiliki api yang bernyala-nyala untuk hidup dalam persekutuan yang erat dengan Tuhan dan setia dalam T...

AKU DAN PELAYANANKU



 Aku dan Pelayananku

Ada seorang ayah yang ingin membawa keluarganya berlibur. Mereka pergi bersama dalam sebuah mobil, dan sang ayah menjadi pengemudinya. Dia sudah menentukan tempat tujuan mereka, dia juga telah membayangkan kebahagiaan keluarganya yang 'tak sabar menikmati liburan.

Di tengah jalan, sang ayah mulai merasa lelah dan menjadi kurang fokus. Hujan deras turun, dia pun mengambil jalan yang keliru. Akhirnya, mereka perlu berputar kembali dan sampai di tempat tujuan lebih lama dari yang seharusnya.

Ketika memulai sesuatu, banyak dari kita merasa begitu yakin dan bersemangat.

Kita tahu dan kita mengasihi Tuhan yang menjadi alasan kita melayani. Kita sungguh-sungguh memberikan yang terbaik juga. Tapi melakukan sesuatu dengan tulus, bukan berarti perjalanannya pasti mulus. Yang namanya perjalanan, pasti ada pergerakan. Ketika hidup kita bergerak, kita akan bertemu dengan berbagai kesempatan, pengalaman, dan kejadian.

Semua yang terjadi di luar kita–kita tidak punya kendali atasnya. Tapi, kita selalu punya kendali akan di mana kita mau tempatkan fokus kita. Yesus datang ke dunia dan melayani dengan sebuah fokus. Dia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang (Matius 20:28 TB).

“Aku dan pelayananku adalah untuk _____”.

Apa dan siapa–yang menjadi fokusmu ketika melayani? Jaga selalu kesehatan hati kita dan berpeganglah erat kepada fokus yang benar agar pelayanan apa pun yang kita mulai, dapat kita pertanggungjawabkan dan selesaikan dengan baik di hadapan Tuhan.

Doa

Tuhan Yesus, aku bersyukur Engkau memercayakan aku untuk melayani. Engkau juga memberikan teladan untuk melayani dengan fokus yang benar. Hindarkan aku dari salah fokus dan kuatkan aku untuk terus setia melakukan kehendak-Mu. Hanya Engkau saja yang dimuliakan melalui pelayananku.

Dalam nama Tuhan Yesus, amin.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA

PENGHARAPAN YANG TAK PERNAH PUDAR