SAAT KITA TIDAK BERDAYA

"SAAT KITA TIDAK BERDAYA" "Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan" (Yohanes 11:4).  > Saat Yesus diberitahu oleh Maria dan Martha, bahwa Lazarus, saudaranya sakit, Ia mengatakan bahwa melalui penyakit itu kuasa Tuhan akan dinyatakan dan Anak Allah dipermuliakan.  > Namun, yang menarik dari pembacaan firman ini, dikatakan bahwa Yesus "sengaja" menunda kedatangan-Nya sampai akhirnya Lazarus mati!  > Tuhan tahu akan apa yang akan Ia kerjakan, Ia tahu bahwa pada akhirnya Lazarus akan mati. Ia mau menunjukan kuasa-Nya kepada para murid-Nya supaya mereka dapat belajar percaya!  (ayat 14-15).  >> Apakah yang firman Tuhan katakan saat kita mengalami penderitaan dan sudah tidak berdaya?  1. TUHAN  YESUS HADIR SAAT KITA TIDAK BERDAYA! > Yohanes 11:21,32 : "Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, s...

JANGAN SIA-SIAKAN MUSIM KESENDIRIAN ANDA



 *Jangan Sia-Siakan Musim Kesendirian Anda*

2 Timotius 4:13 “Jika engkau ke mari bawa juga jubah yang kutinggalkan di Troas di rumah Karpus dan juga kitab-kitabku, terutama perkamen itu.”

Apa yang harus Anda lakukan ketika menghadapi musim kesendirian? Jawabannya diilustrasikan dalam kehidupan Paulus dalam 2 Timotius 4, ketika ia dikurung di penjara menunggu waktu eksekusi.

*Itu artinya berusaha untuk menciptakan hal positif di tengah situasi buruk. Lawan godaan untuk tidak berbuat sesuatu. Berusahalah– apa pun itu. Cobalah memikirkan cara-cara kreatif untuk memanfaatkan musim kesendirian Anda.*

Paulus menulis surat kepada Timotius dari dalam penjara. Pesannya, “Jika engkau ke mari bawa juga jubah yang kutinggalkan di Troas di rumah Karpus dan juga kitab-kitabku, terutama perkamen itu” (2 Timotius 4:13).

*Di musim kesendirian, Paulus memilih untuk tetap produktif. Meskipun kesepian, ia tidak mengais iba dari orang lain. Dia tidak mengeluh atau menyerah.* Paulus merupakan salah satu tokoh Kristen terhebat yang pernah hidup setelah Yesus. Paulus telah memenangkan banyak jiwa buat Kristus, namun ia benar-benar sendirian di hari-hari terakhirnya. Apa yang dia lakukan? Dia melakukan yang terbaik di tengah situasi tersebut. *Dia menggunakan waktunya dengan sebaik-baiknya. Ada dua hal yang ia katakan:*

*1. "Bawakan jubahku." Penjara Romawi lembab, gelap, dan dingin. Paulus berusaha sebaik mungkin untuk merawat dirinya sendiri. Biasanya ketika kita kesepian dan tertekan, kita tidak merawat diri kita dengan baik — secara fisik atau secara rohani.* Kita tidak berolahraga. Kita tidak beristirahat dengan cukup. Kita tidak makan dengan baik. Sekalipun Anda kesepian, bukan berarti Anda tidak perlu merawat diri Anda sendiri.

*2. "Bawakan kitab-kitabku." Paulus adalah seseorang yang supel. Dia tidak suka kesendirian; Tuhan tidak merancang pribadinya demikian. Berada di sel isolasi penjara Romawi adalah kebalikan dari cita-cita Paulus. Namun, ia melakukan yang terbaik yang ia bisa. Dia menulis surat-surat yang kemudian menjadi kitab dalam Perjanjian Baru. Mungkin satu-satunya cara Allah dapat memperlambat langkah Paulus ialah dengan mengurungnya di sel isolasi.* Dan karena itulah, sekitar 2.000 tahun kemudian, kita masih memperoleh manfaat dari bagaimana Paulus menggunakan waktunya ketika dia kesepian.

Renungkan hal ini:

- Apa sesuatu yang bermanfaat atau yang berguna yang bisa Anda lakukan sekarang, saat Anda sendirian, yang akan sulit dilakukan apabila ada orang lain di sekitar Anda?

- Langkah-langkah praktis apa yang dapat Anda ambil hari ini untuk merawat diri Anda dengan lebih baik?

- Siapa yang paling diuntungkan dari pelajaran yang telah Anda petik di musim kesendirian Anda?

*Ketika sedang menghadapi musim kesendirian, hendaklah Anda menggunakan waktu itu sebaik-baiknya.*

RW

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT