MEMELIHARA KASIH YANG MULA-MULA

"MEMELIHARA KASIH YANG MULA-MULA" "Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. PELIHARALAH DIRIMU DEMIKIAN DALAM KASIH ALLAH sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal" (Yudas 1:20-21).  > Kasih mula-mula adalah kasih yang bernyala-nyala dan penuh kerinduan akan Tuhan. Kasih ini dimiliki ketika seseorang mengalami pengalaman perjumpaan dengan Tuhan Yesus. Pengalaman rohani ini membuat orang yang mengalaminya begitu antusias dan penuh semangat membangun persekutuan pribadinya dengan Tuhan dan memiliki komitmen hidup untuk melayani Tuhan. > Menjaga dan memelihara kasih mula-mula bagi orang percaya merupakan hal yang prinsip. Kasih mula-mulalah yang mendorong dan menggerakkan orang percaya untuk tetap hidup dalam kehendak Tuhan dan memiliki api yang bernyala-nyala untuk hidup dalam persekutuan yang erat dengan Tuhan dan setia dalam T...

YA TUHAN



YA, TUHAN

KELUARAN 3:2 Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api. 

Shalom Warga Kerajaan Sorga.

Tuhan sanggup mengubah arah perjalanan hidupmu dalam sekejap. Tuhan bisa memakai sebuah kesempatan atau pertemuan dengan seseorang untuk membuat hidup kita mengalami sebuah lembaran baru yang tidak terpikir sebelumnya. Itulah Tuhan, Dia yang menyiapkan masa depan, memproses kita dan membawa kita ke rencana dan rancangan-Nya yang indah.

Di dalam pengembaraannya di padang gurun Midian selama empat puluh tahun, suatu hari yang penuh dengan rutinitas, tiba-tiba Musa melihat api yang keluar dari semak duri dan tidak membakar semak duri tersebut. Itu sebabnya Musa mendekat. Semak duri terbakar itu biasa dibawah teriknya matahari di padang gurun, tetapi api keluar dari semak duri dan tidak membakarnya itu tidak biasa, karena Tuhan sedang menampakkan diri-Nya di semak duri itu. Tuhan mengatakan:  "Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir" (KELUARAN 3:10). 

Musa tidak tahu apa yang akan terjadi. Dia tidak tahu isi dari panggilan Tuhan atas hidupnya. Dia tidak tahu bahwa dia akan menghadapi Firaun yang keras kepala. Dia tidak tahu tentang sepuluh tulah yang akan ditimpakan Tuhan kepada Mesir. Dia tidak tahu bahwa dia akan menyeberangi Laut Merah bersama seluruh bangsa Israel. Dia tidak tahu bahwa Tuhan akan memberikan Sepuluh Perintah Allah. Dia tidak tahu bahwa dia akan mengembara di padang gurun selama empat puluh tahun dan akan mati disitu, tidak masuk ke tanah perjanjian. 

Musa dikenang sepanjang masa sebagai pemimpin Israel yang membawa mereka keluar dari Mesir. Kitab-kitab yang ditulis olehnya dikutip dan dijadikan pegangan kehidupan di zaman itu. Ketika Tuhan memanggil Musa untuk melakukan tugasnya, Musa meresponi dengan mengatakan, "Ya, Allah" yang artinya "hineni" dalam Ibrani yang berarti "Ya, Tuhan, inilah aku, apakah yang Engkau mau aku lakukan?" (KELUARAN 3:4). Ini merupakan respon yang sama yang dikatakan Abraham (KEJADIAN 22:1), Yakub (KEJADIAN 31:11) dan Yesaya (YESAYA 6:8).

Apakah panggilan Tuhan dalam hidupmu? Katakan: "ya, Tuhan, ini aku, pakai hidupku untuk kemuliaanMu." AMIN ! 

Kasih karunia Tuhan cukup bagimu🙏

BL

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA

PENGHARAPAN YANG TAK PERNAH PUDAR