DIUJI SAAT NYAMAN

DIUJI SAAT NYAMAN KEJADIAN 12:5 Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ. Shalom Abraham adalah orang kaya ketika Allah mengujinya. Tuhan tidak menguji Abraham karena ia tidak kehilangan apa-apa. Ia mengujinya karena Abraham telah menerima sesuatu yang berharga dan Allah ingin mengungkapkan apakah Abraham mengasihi Sang Pemberi lebih dari pemberianNya itu. Abraham sudah sangat diberkati sebelum ia diperintahkan Tuhan untuk meninggalkan negerinya di tanah Ur untuk pergi ke tanah Kanaan. Abraham sudah makmur secara material ketika Tuhan memanggilnya untuk meninggalkan Ur. Hal ini membuat panggilannya sangat signifikan, bahkan Abraham meninggalkan Ur tanpa mengetahui tujuannya kemana dia harus pergi. Tuhan hanya memberikan arah bukan tujuan akhir. Di KEJADIAN 12:1, Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negeri...

YA TUHAN



YA, TUHAN

KELUARAN 3:2 Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api. 

Shalom Warga Kerajaan Sorga.

Tuhan sanggup mengubah arah perjalanan hidupmu dalam sekejap. Tuhan bisa memakai sebuah kesempatan atau pertemuan dengan seseorang untuk membuat hidup kita mengalami sebuah lembaran baru yang tidak terpikir sebelumnya. Itulah Tuhan, Dia yang menyiapkan masa depan, memproses kita dan membawa kita ke rencana dan rancangan-Nya yang indah.

Di dalam pengembaraannya di padang gurun Midian selama empat puluh tahun, suatu hari yang penuh dengan rutinitas, tiba-tiba Musa melihat api yang keluar dari semak duri dan tidak membakar semak duri tersebut. Itu sebabnya Musa mendekat. Semak duri terbakar itu biasa dibawah teriknya matahari di padang gurun, tetapi api keluar dari semak duri dan tidak membakarnya itu tidak biasa, karena Tuhan sedang menampakkan diri-Nya di semak duri itu. Tuhan mengatakan:  "Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir" (KELUARAN 3:10). 

Musa tidak tahu apa yang akan terjadi. Dia tidak tahu isi dari panggilan Tuhan atas hidupnya. Dia tidak tahu bahwa dia akan menghadapi Firaun yang keras kepala. Dia tidak tahu tentang sepuluh tulah yang akan ditimpakan Tuhan kepada Mesir. Dia tidak tahu bahwa dia akan menyeberangi Laut Merah bersama seluruh bangsa Israel. Dia tidak tahu bahwa Tuhan akan memberikan Sepuluh Perintah Allah. Dia tidak tahu bahwa dia akan mengembara di padang gurun selama empat puluh tahun dan akan mati disitu, tidak masuk ke tanah perjanjian. 

Musa dikenang sepanjang masa sebagai pemimpin Israel yang membawa mereka keluar dari Mesir. Kitab-kitab yang ditulis olehnya dikutip dan dijadikan pegangan kehidupan di zaman itu. Ketika Tuhan memanggil Musa untuk melakukan tugasnya, Musa meresponi dengan mengatakan, "Ya, Allah" yang artinya "hineni" dalam Ibrani yang berarti "Ya, Tuhan, inilah aku, apakah yang Engkau mau aku lakukan?" (KELUARAN 3:4). Ini merupakan respon yang sama yang dikatakan Abraham (KEJADIAN 22:1), Yakub (KEJADIAN 31:11) dan Yesaya (YESAYA 6:8).

Apakah panggilan Tuhan dalam hidupmu? Katakan: "ya, Tuhan, ini aku, pakai hidupku untuk kemuliaanMu." AMIN ! 

Kasih karunia Tuhan cukup bagimu🙏

BL

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia