BAHAYA SEBUAH KESUKSESAN

BAHAYA SEBUAH KESUKSESAN ULANGAN 6:10-12 Maka apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu — kota-kota yang besar dan baik, yang tidak kaudirikan; rumah-rumah, penuh berisi berbagai-bagai barang baik, yang tidak kauisi; sumur-sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun, yang tidak kautanami — dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang, maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan. Shalom Sebelum Israel memasuki Tanah Perjanjian, Allah memperingatkan bangsa Israel tentang sesuatu yang tak terduga. Bahaya terbesar bukanlah di padang gurun, atau bahkan musuh yang akan mereka hadapi atau sudah hadapi dalam perjalanan menduduki tanah Perjanjian. Bahaya terbesar adalah hidup dalam kelimpahan. Setelah mereka dikelilingi oleh berkat-berkat y...

PINTU GERBANG SAMPAH



PINTU GERBANG SAMPAH

NEHEMIA 3:14 Pintu gerbang Sampah diperbaiki oleh Malkia bin Rekhab, penguasa wilayah Bet-Kerem. Ia membangunnya kembali dan memasang pintu-pintunya dengan pengancing-pengancing dan palang-palangnya.


Shalom Warga Kerajaan Sorga.

Pintu gerbang berikutnya yang dibangun atau diperbaiki dalam pembangunan tembok Yerusalem adalah pintu gerbang Sampah atau Dung Gate dalam Alkitab bahasa Inggris. Semua sampah di Yerusalem dibawa keluar melalui pintu gerbang Sampah ini, turun ke lembah Hinom, di mana sampah tersebut akan dibakar. 

Setelah pintu gerbang Lebak atau Lembah, pintu gerbang Sampah adalah lambang bahwa semua sampah yang terkuak, terlihat dan terekspos di dalam lembah, proses atau tekanan hidup patut dibuang. Seringkali kita tidak sadar bahwa kita memiliki sampah kehidupan akibat pengalaman masa lalu. Setelah kita menerima Yesus sebagai Juruselamat, semua tabiat, kebiasaan lama tidak langsung hilang. Masih ada "sampah" dari masa lalu yang patut dibuang. 

Pengalaman di lembah patut dijadikan kesempatan untuk digunakan oleh Tuhan membersihkan sampah, sehingga timbul sebuah pribadi yang dimurnikan dan menghasilkan buah. Tuhan menggunakan proses dan tekanan kehidupan untuk mengeluarkan kelemahan kita. Di pengalaman di lembah, kita tahu apakah kita cepat marah, mudah tersinggung, sensitif, mudah kepahitan, tidak percaya diri, dan lainnya. Disitulah kita belajar untuk mengerti dan mengenal diri kita lebih lagi dan mulai mengambil keputusan untuk mengeluarkan dan membersihkan sampah-sampah kehidupan ini dari diri kita. 

Pintu gerbang Sampah adalah kesempatan kita membersihkan diri kita untuk masa depan yang dipimpin oleh kebenaran firman, bukan sampah kehidupan. Tuhan selalu memberikan kita kesempatan demi kesempatan untuk membersihkan diri kita dan salah satu cara dan kesempatan yang tepat ialah ketika kita ada di sebuah lembah atau proses kehidupan yang tidak nyaman. Bersihkan dirimu dengan kekuatan Roh Kudus, niscaya masa depannu penuh dengan sukacita, damai dan kemerdekaan. AMIN ! 

Kasih karunia Tuhan cukup bagimu🙏

BL

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN