TERIMALAH DARI SUMBER KEHIDUPAN

TERIMALAH DARI SUMBER KEHIDUPAN YOHANES 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Shalom Kehidupan kita ini dirancang oleh Tuhan untuk menerima kehidupan yang berkelimpahan dari sumber kehidupan yang berkelimpahan, yaitu Tuhan sendiri. Hidup yang berkelimpahan patut dimengerti dengan benar. Itu artinya yaitu hidup yang berkelimpahan dalam pertumbuhan rohani, damai, sukacita, penghiburan, kelegaan, kepuasan, hikmat bahkan kedewasaan rohani. Bukan berkelimpaham di dalam materi, uang, harta, jabatan atau ketenaran. Itu semua tidak salah, namun bukan tujuan Tuhan memberkati kita. Hidup kita digambarkan sebagai ranting yang melekat kepada pokok anggur. Sebuah ranting tidak memiliki kehidupan secara independen. Ia menerima kehidupan dari pohon anggur. Yesus menggunakan gambaran ini untuk menjelaskan hubungan kita dengan Dia. Ia tidak hanya berkata,...

PINTU GERBANG SAMPAH



PINTU GERBANG SAMPAH

NEHEMIA 3:14 Pintu gerbang Sampah diperbaiki oleh Malkia bin Rekhab, penguasa wilayah Bet-Kerem. Ia membangunnya kembali dan memasang pintu-pintunya dengan pengancing-pengancing dan palang-palangnya.


Shalom Warga Kerajaan Sorga.

Pintu gerbang berikutnya yang dibangun atau diperbaiki dalam pembangunan tembok Yerusalem adalah pintu gerbang Sampah atau Dung Gate dalam Alkitab bahasa Inggris. Semua sampah di Yerusalem dibawa keluar melalui pintu gerbang Sampah ini, turun ke lembah Hinom, di mana sampah tersebut akan dibakar. 

Setelah pintu gerbang Lebak atau Lembah, pintu gerbang Sampah adalah lambang bahwa semua sampah yang terkuak, terlihat dan terekspos di dalam lembah, proses atau tekanan hidup patut dibuang. Seringkali kita tidak sadar bahwa kita memiliki sampah kehidupan akibat pengalaman masa lalu. Setelah kita menerima Yesus sebagai Juruselamat, semua tabiat, kebiasaan lama tidak langsung hilang. Masih ada "sampah" dari masa lalu yang patut dibuang. 

Pengalaman di lembah patut dijadikan kesempatan untuk digunakan oleh Tuhan membersihkan sampah, sehingga timbul sebuah pribadi yang dimurnikan dan menghasilkan buah. Tuhan menggunakan proses dan tekanan kehidupan untuk mengeluarkan kelemahan kita. Di pengalaman di lembah, kita tahu apakah kita cepat marah, mudah tersinggung, sensitif, mudah kepahitan, tidak percaya diri, dan lainnya. Disitulah kita belajar untuk mengerti dan mengenal diri kita lebih lagi dan mulai mengambil keputusan untuk mengeluarkan dan membersihkan sampah-sampah kehidupan ini dari diri kita. 

Pintu gerbang Sampah adalah kesempatan kita membersihkan diri kita untuk masa depan yang dipimpin oleh kebenaran firman, bukan sampah kehidupan. Tuhan selalu memberikan kita kesempatan demi kesempatan untuk membersihkan diri kita dan salah satu cara dan kesempatan yang tepat ialah ketika kita ada di sebuah lembah atau proses kehidupan yang tidak nyaman. Bersihkan dirimu dengan kekuatan Roh Kudus, niscaya masa depannu penuh dengan sukacita, damai dan kemerdekaan. AMIN ! 

Kasih karunia Tuhan cukup bagimu🙏

BL

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia

HIDUP TANPA TERSINGGUNG