BAHAYA SEBUAH KESUKSESAN

BAHAYA SEBUAH KESUKSESAN ULANGAN 6:10-12 Maka apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu — kota-kota yang besar dan baik, yang tidak kaudirikan; rumah-rumah, penuh berisi berbagai-bagai barang baik, yang tidak kauisi; sumur-sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun, yang tidak kautanami — dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang, maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan. Shalom Sebelum Israel memasuki Tanah Perjanjian, Allah memperingatkan bangsa Israel tentang sesuatu yang tak terduga. Bahaya terbesar bukanlah di padang gurun, atau bahkan musuh yang akan mereka hadapi atau sudah hadapi dalam perjalanan menduduki tanah Perjanjian. Bahaya terbesar adalah hidup dalam kelimpahan. Setelah mereka dikelilingi oleh berkat-berkat y...

KESABARAN MELEBIHI PAHLAWAN


KESABARAN MELEBIHI PAHLAWAN

AMSAL 16:32 Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota. 

Shalom Warga Kerajaan Sorga.

Hati-hati dengan emosi dan perasaan kita. Seringkali kita tidak bisa percaya emosi dan perasaan kita yang kerap kali dipengaruhi oleh kondisi dan keadaan yang berubah-ubah. Banyak faktor eksternal yang tidak bisa kita kontrol dan ketika itu terjadi jagalah hati dan pikiranmu. Jangan biarkan pikiran negatif menguasai dirimu sehingga engkau mengambil keputusan sesaat yang bisa merugikan dirimu di kemudian hari bahkan bisa mengakibatkan kerugian terhadap diri kita dalam jangka waktu yang panjang. 

Seorang yang disalip kendaraannya, bisa terpancing emosi sesaat, membuat dia keluar dari mobilnya, berkelahi, dan sampai ada yang mengakibatkan orang lain meninggal atau luka parah. Ini semua hanya karena tidak terima kendaraannya disalip, akhirnya harus mendekam di penjara dan penyesalan seumur hidup. Sebuah emosi sesaat yang merugikan dirinya dalam jangka waktu yang lama. Sungguh sebuah kebodohan. 

Musa mengambil keputusan gegabah ketika dia membunuh seorang Mesir karena menindas orang Ibrani. Setelah ketahuan Firaun, Musa melarikan diri dan mengasingkan diri selama empat puluh tahun di Midian. Ini karena dia mendahului Tuhan, Musa mengambil keputusan yang berdasarkan emosi yang merugikan dirinya sendiri (KELUARAN 2:11-22). 

Ayat bacaan hari ini menjelaskan bahwa orang yang sabar lebih hebat dari seorang pahlawan. Dunia pasti memandang hebat seorang pahlawan, tetapi Tuhan memandang hebat seorang yang sabar. Ketidaksabaran adalah perasaan yang bisa datang kapan saja, tetapi sabar adalah bagian dari kasih, kesabaran merupakan keputusan. Ambillah keputusan seturut dengan kebenaran firman, jangan ikuti kehendak emosi yang bisa merugikan diri kita sendiri. AMIN ! 

Kasih karunia Tuhan cukup bagimu🙏

BL

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN