DITANAM DAN BERTUNAS

DITANAM DAN BERTUNAS MAZMUR 92:13 mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. Shalom Pohon tidak bertumbuh subur karena sering dipindahkan. Pohon bertumbuh subur karena ditanam. Banyak orang menginginkan buah berkat, kedamaian, hikmat, dan kekuatan rohani, tetapi mereka kesulitan untuk berakar. Allah merancang pertumbuhan untuk datang melalui tinggal, menetap, dan tetap terhubung dengan-Nya. Pemazmur membandingkan orang percaya dengan pohon yang ditanam di rumah Allah. Pohon yang ditanam bertahan dari badai karena akarnya menancap dalam. Dengan cara yang sama, orang percaya yang tetap berakar di hadirat Allah, firman-Nya, doa, dan persekutuan mengembangkan kestabilan bahkan selama musim-musim sulit. "Ditanam" berarti kesetiaan kepada firman Tuhan ketika emosi mulai menguasai kita. Komitmen ketika cobaan datang. Tetap terhubung dengan firman Tuhan ketika hidup menjadi sibuk. Terus percaya kepada Tuhan bahkan ketika masalah masih ada. Poho...

KESABARAN MELEBIHI PAHLAWAN


KESABARAN MELEBIHI PAHLAWAN

AMSAL 16:32 Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota. 

Shalom Warga Kerajaan Sorga.

Hati-hati dengan emosi dan perasaan kita. Seringkali kita tidak bisa percaya emosi dan perasaan kita yang kerap kali dipengaruhi oleh kondisi dan keadaan yang berubah-ubah. Banyak faktor eksternal yang tidak bisa kita kontrol dan ketika itu terjadi jagalah hati dan pikiranmu. Jangan biarkan pikiran negatif menguasai dirimu sehingga engkau mengambil keputusan sesaat yang bisa merugikan dirimu di kemudian hari bahkan bisa mengakibatkan kerugian terhadap diri kita dalam jangka waktu yang panjang. 

Seorang yang disalip kendaraannya, bisa terpancing emosi sesaat, membuat dia keluar dari mobilnya, berkelahi, dan sampai ada yang mengakibatkan orang lain meninggal atau luka parah. Ini semua hanya karena tidak terima kendaraannya disalip, akhirnya harus mendekam di penjara dan penyesalan seumur hidup. Sebuah emosi sesaat yang merugikan dirinya dalam jangka waktu yang lama. Sungguh sebuah kebodohan. 

Musa mengambil keputusan gegabah ketika dia membunuh seorang Mesir karena menindas orang Ibrani. Setelah ketahuan Firaun, Musa melarikan diri dan mengasingkan diri selama empat puluh tahun di Midian. Ini karena dia mendahului Tuhan, Musa mengambil keputusan yang berdasarkan emosi yang merugikan dirinya sendiri (KELUARAN 2:11-22). 

Ayat bacaan hari ini menjelaskan bahwa orang yang sabar lebih hebat dari seorang pahlawan. Dunia pasti memandang hebat seorang pahlawan, tetapi Tuhan memandang hebat seorang yang sabar. Ketidaksabaran adalah perasaan yang bisa datang kapan saja, tetapi sabar adalah bagian dari kasih, kesabaran merupakan keputusan. Ambillah keputusan seturut dengan kebenaran firman, jangan ikuti kehendak emosi yang bisa merugikan diri kita sendiri. AMIN ! 

Kasih karunia Tuhan cukup bagimu🙏

BL

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA