TERIMALAH DARI SUMBER KEHIDUPAN
TERIMALAH DARI SUMBER KEHIDUPAN
YOHANES 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
Shalom
Kehidupan kita ini dirancang oleh Tuhan untuk menerima kehidupan yang berkelimpahan dari sumber kehidupan yang berkelimpahan, yaitu Tuhan sendiri. Hidup yang berkelimpahan patut dimengerti dengan benar. Itu artinya yaitu hidup yang berkelimpahan dalam pertumbuhan rohani, damai, sukacita, penghiburan, kelegaan, kepuasan, hikmat bahkan kedewasaan rohani. Bukan berkelimpaham di dalam materi, uang, harta, jabatan atau ketenaran. Itu semua tidak salah, namun bukan tujuan Tuhan memberkati kita.
Hidup kita digambarkan sebagai ranting yang melekat kepada pokok anggur. Sebuah ranting tidak memiliki kehidupan secara independen. Ia menerima kehidupan dari pohon anggur. Yesus menggunakan gambaran ini untuk menjelaskan hubungan kita dengan Dia. Ia tidak hanya berkata, "Percayalah kepada-Ku sekali saja." Ia justru berkata, "Tinggallah di dalam Aku." Kehidupan Kristen tidak hanya menerima keselamatan dari Yesus dan kemudian berusaha untuk hidup mandiri. Kita terus-menerus menerima dari Dia semua kebutuhan kita.
Kehidupan Tuhan menjadi sumber kehidupan kita. Kekuatan Tuhan menjadi sumber kekuatan kita. Hikmat Tuhan menjadi sumber hikmat kita. Inilah sebabnya mengapa kelelahan rohani sering datang ketika kita mencoba untuk menyelesaikan semuanya dengan kekuatan sendiri.
YOHANES 15:9 mengatakan, "tinggallah di dalam kasih-Ku itu". Kata "tinggal" adalah "menō" dalam Yunani yang berarti tetap tinggal dan terus tinggal di dalam kasih-Nya. Yesus menggambarkan hubungan yang berkelanjutan, bukan kunjungan sementara. Sebuah cabang tidak terhubung ke pohon anggur selama lima menit dan kemudian berkata, "Aku sudah cukup melekat." Ranting akan tetap terhubung.
Demikian juga, doa bukan hanya sesuatu yang kita lakukan ketika kita memiliki masalah. Alkitab bukan hanya sesuatu yang kita baca ketika kita sedang bersiap untuk berkhotbah. Ibadah bukan hanya sesuatu yang kita lakukan pada hari Minggu. Doa, membaca firman dan beribadah adalah sesuatu yang kita patut lakukan setiap hari. Ibadah setiap hari berarti memberikan hidup ini untuk kemuliaan nama Tuhan dari perbuatan, tindakan dan perkataan kita.
Bagaimana cara kita menerima semua kekuatan, pengharapan, buah roh, iman yang teguh bahkan kesembuhan dan kesehatan? Terus tinggal di dalam kasih-Nya yang artinya menyadari diri kita bahwa Tuhan sangat mengasihi kita setiap hari, setiap saat dan tidak ada apapun dan siapapun yang sanggup memisahkan kita dari kasih-Nya.
Sebuah ponsel mungkin memiliki kamera yang sangat baik, prosesor yang kuat dan layar yang indah. Namun akhirnya baterai bisa menjadi kosong. Ponsel tidak membutuhkan identitas baru, ia membutuhkan koneksi ke sumber kekuatan. Terkadang kita seperti itu. Kita terus bertanya: "Mengapa aku begitu lelah?" "Mengapa saya melayani tetapi merasa kosong?" Mungkin jawabannya tidak selalu, "Cobalah lebih keras". Terkadang jawabannya adalah: "Tetaplah terhubung". Sebelum memulai hari Anda, jangan hanya bertanya, "Tuhan, apa yang Engkau ingin aku lakukan hari ini?" Juga katakan, "Tuhan, aku terima semua yang aku butuhkan hari ini dari-Mu." AMIN !
Amin 😇
BalasHapusAmiiiiin🙏
BalasHapusAmin🙏
BalasHapus