TERGESA-GESA DAN SALAH ARAH

TERGESA-GESA & SALAH ARAH AMSAL 19:2 Tanpa pengetahuan kerajinan pun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah. Shalom Kita hidup di dunia yang merayakan kecepatan. Kita menginginkan hasil yang lebih cepat, pencapaian yang lebih besar, lebih banyak peluang, dan jawaban instan. Teknologi bergerak cepat, informasi tidak pernah berhenti mengalir, dan jadwal kita sering diisi dari pagi hingga malam. Kita bisa menjadi begitu sibuk mencari nafkah sehingga kita lupa untuk memelihara kehidupan kita. Kita juga bisa menjadi begitu sibuk dengan melakukan hal-hal untuk Tuhan sehingga kita mengabaikan waktu bersama Tuhan dan keluarga. Anda bisa bergerak cepat dan masih bergerak ke arah yang salah. Anda bisa sibuk dengan banyak hal namun mengabaikan prioritas hidup. Pertanyaannya bukan hanya, "Berapa banyak yang Anda capai?" atau "Seberapa cepat engkau mendapatkan sesuatu?" Pertanyaan yang lebih dalam adalah, "Apa yang terjadi pada jiwamu saat kamu mencapainya?" Jangan membingungkan kecepatan dengan arah. Kecepatan menjadi berharga ketika kita menuju ke arah yang benar. Seseorang dapat "berlari dengan cepat" dalam perjalanan hidupnya, tetapi masih berakhir jauh dari tujuan yang Tuhan inginkan. Dalam kehidupan ini, kita terkadang membuat keputusan karena kita merasa tertekan oleh waktu, persaingan, atau pencapaian orang lain. Kita bergegas masuk ke dalam sebuah keputusan yang tergesa-gesa tanpa mencari hikmat Tuhan. Kita membandingkan kemajuan kita dengan orang lain dan mulai percaya bahwa jika kita tidak bergerak secepat mereka, maka kita akan tertinggal. Abraham dan Sara mencoba untuk membawa janji Allah melalui solusi mereka sendiri dalam KEJADIAN 16, ketika ketidaksabaran mereka menghasilkan konsekuensi yang tidak mereka harapkan. Bayangkan, Sara menyuruh Abraham untuk mempunyai anak dengan hambanya, Hagar. Sara merasa bahwa anak yang dijanjikan Tuhan datang terlalu lama. Jangan pernah memaksakan janji-janji Tuhan melalui waktu kita sendiri yang dapat menyebabkan sebuah keputusan yang salah. Sebelum membuat keputusan besar Anda berikutnya, berhenti sejenak dan tanyakan: Apakah saya dipimpin oleh hikmat Tuhan atau didorong oleh kecemasan saya? Anda tidak harus mengambil setiap kesempatan yang ada di depan mata. Anda tidak harus menjawab setiap undangan. Anda tidak harus bersaing dengan semua orang. Terkadang, sebuah hikmat berarti memperlambat langkah untuk mengenali ke mana Tuhan memimpin diri Anda. Yesus memiliki jadwal pelayanan yang menuntut diri-Nya untuk ada dimana-mana. Orang-orang membutuhkan penyembuhan, orang banyak menginginkan perhatian-Nya, dan murid-murid-Nya mengharapkan Dia untuk terus bergerak. Namun Yesus sengaja menarik diri untuk berdoa. Pagi-pagi, ketika masih gelap, Yesus bangun dan berdoa (MARKUS 1:35). Yesus memahami bahwa persekutuan dengan Bapa bukanlah gangguan terhadap pelayanan-Nya. Itu penting untuk kehidupan dan misi-Nya. Ingat, ritmenya Tuhan tidak akan membawa kita ke dalam kondisi yang stres, tertekan, depresi atau bahkan terburu-buru. Mulailah harimu dengan doa dan minta Tuhan yang tuntun langkah-langkahmu. Biarlah kesibukan hari-harimu tetap ada di ritme yang benar, tidak terburu-buru atau terlalu lambat, tepat di waktu dan ritmenya Tuhan yang akan membawa Anda ke dalam keputusan yang benar. AMIN !

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

Terang yang Datang ke Dunia