PEMBERONTAK
*PEMBERONTAK*
*“Celakalah si pemberontak dan si cemar, hai kota yang penuh penindasan!”*
(Zefanya 3:1)
*Kisah anak kecil*
Ada seorang anak yang sejak kecil selalu merasa bahwa orang tuanya terlalu banyak mengatur.
Ketika dinasihati, ia berkata, *“Saya sudah dewasa. Saya tahu apa yang saya lakukan.”*
Ia terus berjalan menurut kehendaknya sendiri.
Sampai suatu hari ia mengalami kegagalan besar.
Dalam kesedihannya, ia kembali kepada ayahnya.
Ayahnya tidak berkata, *“Saya sudah bilang!”*
Ayahnya hanya berkata:
*“Nak, selama ini bukan karena Ayah ingin menguasai hidupmu. Ayah hanya ingin melindungimu.”*
Kadang-kadang kita juga seperti anak itu.
Kita menganggap *teguran sebagai tekanan, aturan sebagai hambatan, dan otoritas sebagai musuh.*
Padahal, sering kali Tuhan memakai teguran dan otoritas untuk melindungi, membentuk, dan membawa kita kepada tujuan-Nya.
1. PEMBERONTAKAN DIMULAI KETIKA KITA LUPA SIAPA DIRI KITA
Kita adalah ciptaan Tuhan.
Kita hidup bukan karena kekuatan kita sendiri.
Nafas, kesehatan, kesempatan, keluarga, pelayanan, pekerjaan, bahkan keberhasilan kita adalah anugerah Tuhan.
Karena itu jangan sampai keberhasilan membuat kita lupa kepada sumber keberhasilan.
Paulus berkata:
“Apakah yang engkau punyai yang tidak engkau terima?”
(1 Korintus 4:7)
Jika semuanya adalah anugerah, maka tidak ada alasan untuk menjadi sombong.
Dalam kehidupan sehari-hari:
* Ketika ditegur, jangan langsung tersinggung.
* Ketika dinasihati, jangan langsung melawan.
* Ketika diberi tanggung jawab, jangan merasa paling hebat.
* Ketika berhasil, jangan lupa kepada Tuhan.
Deklarasi:
🔥*“Saya hidup karena anugerah. Saya tidak akan membiarkan keberhasilan membuat saya memberontak kepada Tuhan.”*
2. PEMBERONTAKAN MUNCUL KETIKA KITA TIDAK MAU DITEGUR
Orang yang tidak mau ditegur akan sulit bertumbuh.
Amsal 12:1 berkata:
*“Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan, tetapi siapa membenci teguran adalah dungu.”*
Teguran yang benar bukan untuk menghancurkan kita, tetapi untuk *memperbaiki arah hidup kita.*
Seorang tokoh gereja, *John Wesley*, menekankan pentingnya kehidupan dalam komunitas dan saling menegur untuk pertumbuhan rohani.
Karena itu, jangan hanya mencari orang yang selalu berkata, *“Kamu benar.”*
Carilah juga orang yang berani berkata:
*“Ini perlu diperbaiki.”*
*Praktik hari ini:*
Sebelum marah ketika ditegur, berhenti dan bertanya:
*“Tuhan, apakah ada sesuatu yang ingin Engkau ubah dalam hidup saya melalui teguran ini?”*
3.PEMBERONTAKAN TUMBUH DARI KESOMBONGAN
Kesombongan berkata:
*“Saya tahu semuanya.”*
Kerendahan hati berkata:
*“Saya masih harus belajar.”*
Tokoh misi *Hudson Taylor* pernah menekankan bahwa pekerjaan Tuhan bukan bergantung pada kekuatan manusia, melainkan pada ketergantungan kepada Allah.
Inilah yang harus kita ingat:
*Semakin besar tanggung jawab kita, semakin besar kebutuhan kita untuk bergantung kepada Tuhan.*
- Jangan sampai jabatan membuat kita sulit menerima orang lain.
- Jangan sampai pengalaman membuat kita merasa tidak membutuhkan nasihat.
- Jangan sampai pelayanan membuat kita merasa lebih tinggi daripada orang lain.
*Karena orang yang besar di hadapan Tuhan bukanlah orang yang paling berkuasa, tetapi orang yang paling rela tunduk kepada kehendak-Nya.*
4. KETAATAN ADALAH JALAN MENUJU PENGGENAPAN TUJUAN TUHAN
Yesus memberikan teladan tertinggi di Taman Getsemani:
*“Bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.”*
(Lukas 22:42)
Yesus memiliki kuasa, tetapi Dia memilih ketaatan.
*Ketaatan bukan kelemahan. Ketaatan adalah kekuatan yang berada di bawah kendali Tuhan.*
Tokoh misi *David Livingstone* dikenal karena kesediaannya menyerahkan hidupnya bagi panggilan misi.
Hidupnya mengingatkan kita bahwa panggilan Tuhan sering kali menuntut pengorbanan dan ketaatan, bukan kenyamanan.
🔥*APA YANG HARUS KITA LAKUKAN?*
Hari ini mari periksa empat hal:
*Apakah saya masih mau ditegur?*
*Apakah saya masih mau belajar?*
*Apakah saya masih mau tunduk kepada Firman Tuhan?*
*Apakah saya masih mau mengatakan: “Tuhan, kehendak-Mulah yang jadi”?*
*PERNYATAAN PROFETIK*
- Saya bukan pemberontak.
- Saya adalah anak Tuhan yang belajar taat.
- Saya menundukkan kesombongan saya di hadapan Tuhan.
- Saya menerima teguran yang membawa saya kepada pertumbuhan.
- Saya tidak berjalan menurut kehendak saya sendiri.
- Saya tunduk kepada Firman Tuhan.
- Saya tunduk kepada kehendak Tuhan.
- Saya percaya bahwa ketika saya berjalan dalam ketaatan, *Tuhan sedang meluruskan jalan saya, membentuk karakter saya, dan membawa saya masuk ke dalam rencana-Nya.*
- Saya tidak akan kehilangan tujuan karena pemberontakan.
- Saya akan mencapai tujuan Tuhan melalui ketaatan.
🔥 *Saya tunduk kepada Tuhan.*
🔥 *Saya taat kepada Firman-Nya.*
🔥 *Saya berjalan dalam kehendak-Nya.*
🔥*Dan hidup saya akan menjadi kesaksian bagi kemuliaan nama Tuhan!*
Amin!
Amin
BalasHapus