KETIKA KITA MELIHAT KEMUJURAN ORANG FASIK
KETIKA KITA MELIHAT KEMUJURAN ORANG FASIK
MAZMUR 73:3 Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik.
MAZMUR 73:26 Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.
Shalom
Banyak orang percaya yang masih merasa hidup ini tidak adil, bahkan Tuhan itu tidak adil. Pertanyaan ini masih dipertanyakan, "Bagaimana Tuhan bisa menjadi Tuhan yang penuh kasih dan kuasa, namun membiarkan umat-Nya sendiri menderita dengan masalah, sementara orang-orang yang tidak benar tampaknya makmur dan menikmati hidup?"
Inilah perjuangan yang dihadapi seorang yang bernama Asaf di dalam kisahnya yang ditulis di MAZMUR 73. Asaf bukanlah orang yang tidak percaya atau tidak mengenal Tuhan. Dia adalah seorang pemimpin biduan atau seorang pemimpin pujian hari ini, pribadi yang melayani Tuhan. Namun ia bergumul dengan pandangan, perasaan dan kenyataan yang baginya menyakitkan.
Asaf melihat orang fasik atau jahat, menikmati hidup dalam kemakmuran, seolah-olah hidup tanpa masalah, dan tampaknya tidak ada konsekuensi dari dosa dan kesalahan mereka. Sementara itu, mereka yang berusaha untuk hidup dengan benar di hadapan Tuhan, mengalami masalah, penderitaan dan kesulitan. Pengamatan Asaf membawanya ke pertanyaan yang meresahkan: "Apa gunanya menjalani kehidupan yang benar jika orang yang tidak benar tampaknya memiliki kehidupan yang lebih baik?" Terkadang kita juga memiliki pertanyaan yang sama.
Anda berdoa dengan setia, tetapi jawabannya tampaknya tertunda. Anda mencoba untuk hidup dengan integritas, tetapi orang yang tidak jujur tampaknya lebih maju dari Anda. Anda melayani Tuhan, tetapi masih ada masalah di keluarga yang belum terselesaikan. Bahayanya bukan hanya kita sedang berhadapan dengan masalah, bahayanya adalah bahwa masalah kita dapat mendistorsi pemahaman kita tentang karakter Tuhan. Ketika hidup tidak masuk akal, kita mungkin mulai mempertanyakan kebaikan Tuhan yang kita kenal.
Ini adalah salah satu perangkap terbesar iblis terhadap hidup kita, yaitu membandingkan proses kehidupan rohani kita dengan kesuksesan publik orang lain. Karena kita adalah anak dan ahli waris Kerajaan Surga, maka Tuhan sedang dalam proses mengubah cara kita berpikir.
Ingat, sebuah kemakmuran duniawi tidak selalu merupakan bukti persetujuan dari Tuhan, sama seperti penderitaan duniawi tidak merupakan bukti hukuman dari Tuhan. Ingat kisah Yesus, Dia adalah pribadi yang tidak berdosa, namun mengalami penyiksaan dan penderitaan yang luar biasa. Namun, di akhirnya, Dia bangkit mengalahkan kematian dan menyediakan kehidupan kekal bagi kita orang percaya. Sebuah momen yang terlihat seperti sebuah kekalahan di salib, menjadi sebuah proses penyelamatan bagi semua manusia. Oleh karena itu, kita tidak bisa menggunakan keadaan seseorang untuk menilai atau mengukur hubungan mereka dengan Tuhan.
Bayangkan dua orang menjalankan bisnis. Satu membangun bisnis melalui kejujuran dan kesabaran, sementara yang lain tumbuh kaya melalui penipuan. Untuk sementara waktu, orang yang tidak jujur mungkin tampak lebih sukses. Tetapi keuntungan langsung tidak dapat menentukan nilai akhir dari kehidupan seseorang. Karakter, akuntabilitas, dan integritas selalu akan menghasilkan kemenangan di akhir. Mungkin orang jujur tersebut tidak akan sekaya seperti yang menipu, namun hatinya pasti akan hidup dengan damai dan itulah kemenangan dia yang terbesar.
Keadaan Asaf tidak tiba-tiba berubah ketika ia mengalami Allah, yang berubah adalah perspektifnya. Sebelumnya, ia menafsirkan kehidupan terutama melalui apa yang bisa ia lihat. Di hadirat Tuhan, dia mulai memahami kehidupan dalam terang kebenaran Tuhan dan hasil akhir dari orang jahat. Mengenal Tuhan akhirnya mengingatkannya bahwa keadaan yang terlihat bukanlah keseluruhan sebuah kisah kehidupan seseorang. Terkadang, kita ingin Tuhan menjelaskan segalanya sebelum kita bisa mempercayai-Nya. Tetapi iman sering menuntut kita untuk kembali kepada hadirat Allah ketika kita masih belum memiliki semua jawaban.
Doa tidak selalu segera menghapus pertanyaan kita, tetapi dapat mengembalikan perspektif kita. Alkitab tidak selalu menjelaskan setiap peristiwa yang menyakitkan, tetapi mengingatkan kita siapa Tuhan kita. Penderitaan, proses, masalah, kesulitan Anda nyata, tetapi itu bukan keseluruhan cerita kisah hidup Anda. Musim sulit Anda saat ini bersifat sementara, tetapi tujuan indah Tuhan bagi hidupmu melampaui apa yang dapat Anda lihat saat ini.
Asaf mulai dengan mempertanyakan ketidakadilan hidup yang tampak. Dia mengakhiri dengan mengakui bahwa harta yang tak tertandingi adalah memiliki Tuhan di hidup ini. Tuhan adalah harta terbesar bagi hidup manusia. AMIN !
Amin ππ
BalasHapusAminπ
BalasHapus