ZEBULON
SUKU ZEBULON
ULANGAN 33:18 Tentang Zebulon ia berkata: "Bersukacitalah, hai Zebulon, atas perjalanan-perjalananmu"
Shalom
Zebulon adalah anak Yakub dan Lea yang keenam. Ketika Zebulon lahir, Lea berkata : "Allah telah memberikan hadiah yang indah kepadaku; sekali ini suamiku akan tinggal bersama-sama dengan aku, karena aku telah melahirkan enam orang anak laki-laki baginya" (KEJADIAN 30:20). Nama Zebulon dikaitkan dengan sebuah tempat tinggal, kehormatan dan kenyamanan.
Yakub, ayah Zebulon berkata bahwa Zebulon akan tinggal di tepi laut (KEJADIAN 49:13). Wilayah dimana suku Zebulon akhirnya menetap berada di Israel Utara, diposisikan dekat rute perdagangan penting. Ini memberi suku ini akses ke perdagangan, dan interaksi dengan orang-orang di luar perbatasan wilayahnya. Tuhan tidak hanya memberikan tanah kepada suku Zebulon. Tuhan memberi mereka posisi strategis untuk melayani orang diluar wilayahnya dengan perdagangan.
Perhatikan apa yang Lea katakan bahwa dia akan nyaman di sebuah tempat tinggal, namun Tuhan akhirnya mau posisi suku Zebulon untuk menjadi berkat bagi orang diluar wilayahnya. Dimanapun Anda berada, kisah suku Zebulon mengajarkan kita untuk keluar dari kenyamanan kita demi memberkati orang diluar wilayah atau zona nyaman kita, baik itu di tempat kerja Anda, bisnis Anda, kota Anda, hubungan Anda, bahkan posisi Anda. Jangan hanya bertanya, "Mengapa aku ada di sini?" Tanyakan, "Siapakah Tuhan yang saya patut berkati dengan posisi, kemampuan atau sumber daya yang saya miliki?"
Musa berkata kepada suku Zebulon di ayat bacaan hari ini, Bersukacitalah, hai Zebulon, atas perjalanan-perjalananmu." Perhatikan frasa: “perjalananmu” yang dalam bahasa Ibrani adalah: "yâtsâ" atau sebuah perjalanan keluar. Ini meneguhkan apa yang sudah dinubuatkan Yakub bahwa Zebulon akan tinggal di tepi laut dan akan banyak kapal dagang yang akan pergi keluar dari wilayahnya membawa barang untuk jadi berkat bagi banyak bangsa.
Ada musim ketika Tuhan berkata: Keluarlah, melampaui lingkungan nyaman Anda, bahkan melampaui apa yang selalu Anda ketahui. Iman tidak selalu tentang membangun tembok yang lebih besar. Terkadang iman berarti membuka pintu dan melangkah keluar. Suku Zebulon membantu bangsa lain dengan membiarkan area pesisirnya menjadi pusat kapal barang yang mengangkut barang ke bangsa lain.
Salah satu kisah suku Zebulon yang paling luar biasa muncul sewaktu mereka membantu Daud dalam peperangan. Dari Zebulon orang-orang yang sanggup berperang, yang pandai berperang dengan berbagai-bagai senjata: lima puluh ribu orang, yang siap memberi bantuan dengan tidak bercabang hati (1 TAWARIKH 12:33). Mereka digambarkan sebagai orang-orang yang pandai berperang dan tidak bercabang hati alias tulus. Zebulon mengajarkan kita bahwa sebuah pengaruh bukan hanya tentang membantu orang saja, tetapi nemiliki hati yang tulus selama melakukannya.
Zebulon juga terhubung dengan kisah Yesus. Yesus memulai banyak pelayanan Galilea-Nya di wilayah yang terkait dengan wilayah Zebulon (MATIUS 4:15–16). Wilayah Zebulon menjadi terkait dengan tempat di mana Yesus, Terang dunia, mulai memproklamirkan Kerajaan Surga. Zebulon diposisikan di tepi pergerakan dan perdagangan dan akhirnya menjadi bagian dari pemberitaan Injil oleh Yesus sendiri.
Tuhan memposisikan Anda di sebuah posisi, kesempatan, atau jabatan karena Dia bermaksud Anda membantu orang lain. Mungkin itu mengeluarkan Anda dari zona nyaman, tetapi ketika Anda lakukan itu dengan tulus, orang lain akan melihat terang Yesus dinyatakan dan hidup mereka diberkati. Seperti sebuah pelabuhan, ada orang yang merapat, mendapat berkat dan mereka akan pergi untuk membagikan berkat yang Anda berikan kepada orang lain. AMIN !
Komentar
Posting Komentar