GAD

SUKU GAD KEJADIAN 30:11 Berkatalah Lea: "Mujur telah datang." Maka ia menamai anak itu Gad. Shalom Gad adalah anak ketujuh Yakub, lahir dari hamba atau budaknya Lea, yaitu Zilpa. Menurut ayat bacaan hari ini, nama Gad dikaitkan dengan kemujuran. Kisah Gad mengingatkan kita bahwa terkadang awal Anda tidak menentukan akhir Anda. Dia lahir dalam situasi keluarga yang rumit, tetapi Tuhan akhirnya memberi keturunannya tempat yang signifikan di antara suku-suku Israel. Suku Gad mengeluarkan sebuah pernyataan kepada Musa yang sangat dewasa dan baik. Ketika Israel memasuki Tanah Perjanjian, suku Gad menetap di sebelah timur Yordan, bersama-sama dengan suku Ruben dan Manasye. Mereka memilih lahan yang cocok untuk ternak karena memiliki banyak hewan. Banyak dari mereka adalah peternak dan petani. Tapi ada masalah, warisan mereka berada di sisi lain sungai Yordan. Pada mulanya Musa tidak setuju. Musa memperingatkan mereka bahwa mereka tidak bisa hanya menetap sementara suku-suku ...

YEHUDA

SUKU YEHUDA KEJADIAN 49:10 Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa. Shalom Kisah Yehuda adalah salah satu kisah transformasi yang paling indah dalam Kitab Suci. Yehuda adalah anak keempat Yakub dengan Lea. Yehuda adalah anak bungsu dari Lea (KEJADIAN 29:35). Namanya berarti "pujian" atau "bersyukur". Kehidupan Yehuda mengajarkan kita sesuatu yang lebih dalam: Allah dapat mengubah orang yang punya masa lalu kelam menjadi alat tujuan-Nya. Dalam KEJADIAN 38, Yehuda sempat tidur dengan menantunya, Tamar, karena Tamar menyamar sebagai pelacur di pinggir jalan. Tamar hamil dan melahirkan anak yang akhirnya, dari keturunan itu, Yesus lahir. Tuhan bisa menggantikan masa lalu yang suram dengan sebuah akhir yang indah. Ketika Lea melahirkan Yehuda, ia berkata: "Sekali ini aku akan bersyukur kepada TUHAN" (KEJADIAN 29:35). Nama Yehuda menjadi deklarasi ibadah. Bersyukur bukan hanya sesuatu yang kita lakukan ketika hidup itu baik. Bersyukur adalah keputusan untuk mengenali Tuhan bahkan ketika keadaan tidak berubah. Terkadang Anda mungkin tidak memiliki alasan untuk bersyukur atas kondisi hidup Anda, tetapi Anda selalu memiliki alasan untuk bersyukur kepada Tuhan. Bersyukur seharusnya tidak tergantung pada keadaan Anda; itu harus tergantung pada siapa Tuhan. Kehidupan Yehuda tidak sempurna, tetapi Allah memakai dia. Yehuda sempat melarang saudara-saudaranya untuk membunuh Yusuf adiknya, dan memberi saran untuk menjual Yusuf saja (KEJADIAN 37:26-27). Yakub, ayahnya bernubuat yang tertulis di ayat bacaan hari ini bahwa tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda. Keturunan Yehuda menjadi suku kerajaan. Raja Daud berasal dari keturunan Yehuda. Yerusalem menjadi kota Daud. Raja-raja kerajaan di Selatan sebagian besar berasal dari keturunan Yehuda. Dan akhirnya, Yesus datang dari keturunan Yehuda. Ketika bangsa Israel melakukan perjalanan melalui padang gurun, suku Yehuda diposisikan di sisi timur Kemah Suci, menghadap pintu gerbang Kemah Suci (BILANGAN 2:3). Ketika Yosua pemimpin bangsa Israel meninggal, Tuhan memerintahkan suku Yehuda untuk memimpin bangsa Israel ketika pergi berperang (HAKIM-HAKIM 1:2). Ada gambaran spiritual yang indah di sini, Yehuda yang artinya "bersyukur" maju pergi dalam pertempuran di barisan terdepan. Artinya, kita patut bersyukur terlebih dahulu di depan lawan atau masalah hidup ini, dan kita akan melihat pembelaan Tuhan. Suku Yehuda tidak menunggu sampai kemenangan terjadi untuk memuji Allah. Justru pujian dan ucapan syukur adalah sikap yang benar ketika kita berhadapan dengan masalah. Terkadang kita ingin Tuhan memberi kita kemenangan sebelum kita bersyukur. Tetapi Alkitab berulang kali mengajarkan kita untuk menyembah dan mengucap syukur kepada Tuhan dalam iman sebelum kita melihat hasilnya. AMIN !

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

Terang yang Datang ke Dunia