YEHUDA
SUKU YEHUDA
KEJADIAN 49:10 Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.
Shalom
Kisah Yehuda adalah salah satu kisah transformasi yang paling indah dalam Kitab Suci. Yehuda adalah anak keempat Yakub dengan Lea. Yehuda adalah anak bungsu dari Lea (KEJADIAN 29:35). Namanya berarti "pujian" atau "bersyukur".
Kehidupan Yehuda mengajarkan kita sesuatu yang lebih dalam: Allah dapat mengubah orang yang punya masa lalu kelam menjadi alat tujuan-Nya. Dalam KEJADIAN 38, Yehuda sempat tidur dengan menantunya, Tamar, karena Tamar menyamar sebagai pelacur di pinggir jalan. Tamar hamil dan melahirkan anak yang akhirnya, dari keturunan itu, Yesus lahir. Tuhan bisa menggantikan masa lalu yang suram dengan sebuah akhir yang indah.
Ketika Lea melahirkan Yehuda, ia berkata: "Sekali ini aku akan bersyukur kepada TUHAN" (KEJADIAN 29:35). Nama Yehuda menjadi deklarasi ibadah. Bersyukur bukan hanya sesuatu yang kita lakukan ketika hidup itu baik. Bersyukur adalah keputusan untuk mengenali Tuhan bahkan ketika keadaan tidak berubah. Terkadang Anda mungkin tidak memiliki alasan untuk bersyukur atas kondisi hidup Anda, tetapi Anda selalu memiliki alasan untuk bersyukur kepada Tuhan. Bersyukur seharusnya tidak tergantung pada keadaan Anda; itu harus tergantung pada siapa Tuhan.
Kehidupan Yehuda tidak sempurna, tetapi Allah memakai dia. Yehuda sempat melarang saudara-saudaranya untuk membunuh Yusuf adiknya, dan memberi saran untuk menjual Yusuf saja (KEJADIAN 37:26-27).
Yakub, ayahnya bernubuat yang tertulis di ayat bacaan hari ini bahwa tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda. Keturunan Yehuda menjadi suku kerajaan. Raja Daud berasal dari keturunan Yehuda. Yerusalem menjadi kota Daud. Raja-raja kerajaan di Selatan sebagian besar berasal dari keturunan Yehuda. Dan akhirnya, Yesus datang dari keturunan Yehuda.
Ketika bangsa Israel melakukan perjalanan melalui padang gurun, suku Yehuda diposisikan di sisi timur Kemah Suci, menghadap pintu gerbang Kemah Suci (BILANGAN 2:3). Ketika Yosua pemimpin bangsa Israel meninggal, Tuhan memerintahkan suku Yehuda untuk memimpin bangsa Israel ketika pergi berperang (HAKIM-HAKIM 1:2). Ada gambaran spiritual yang indah di sini, Yehuda yang artinya "bersyukur" maju pergi dalam pertempuran di barisan terdepan. Artinya, kita patut bersyukur terlebih dahulu di depan lawan atau masalah hidup ini, dan kita akan melihat pembelaan Tuhan. Suku Yehuda tidak menunggu sampai kemenangan terjadi untuk memuji Allah. Justru pujian dan ucapan syukur adalah sikap yang benar ketika kita berhadapan dengan masalah.
Terkadang kita ingin Tuhan memberi kita kemenangan sebelum kita bersyukur. Tetapi Alkitab berulang kali mengajarkan kita untuk menyembah dan mengucap syukur kepada Tuhan dalam iman sebelum kita melihat hasilnya. AMIN !
Amin🙏
BalasHapus