UANG
UANG
Semakin kita panik soal uang justru semakin jauh rejekinya.
Matius 6:31-32 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
Shalom
Saat ini angka kepanikan atau kekuatiran soal uang sudah meningkat pesat, rasa takut yang berkelebihan membuat mereka lupa kepada Tuhan, padahal firmanNya mengingatkan kita agar kita tenang dan tetap percaya kepada Tuhan.
Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Panik berlebihan mengganggap uang itu seperti berhala atau mamon, sehingga mereka sering melupakan Tuhan, jarang ibadah, jarang doa bahkan jarang membaca Firman Tuhan, mamon telah menguasai hatinya ketimbang Tuhan.
Matius 6:26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
Jika makhluk lain yang tidak bekerja saja dipelihara Tuhan, terlebih lagi kita sebagai anak anakNya, jadilah tenang, sehingga kita dijauhkan dari segala kepanikan.
Filipi 4:19 Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.
Ubah rasa takut kekurangan menjadi ucapan syukur atas apa yang Tuhan masih percayakan hari ini.
Ibrani 13:5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
Serahkan beban finansial kepada Tuhan disertai permohonan hikmat, bukan dengan gerutu atau keputusasaan.
Filipi 4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
Ingatlah bahwa nilai hidup kita tidak ditentukan oleh kelimpahan harta, melainkan oleh kebersamaan kita dengan Sang Pencipta, yaitu Tuhan Yesus Kristus.AMIN!
Amiiin🙏
BalasHapus