TANDA DAN MUJIZAT
TANDA & MUJIZAT
YOHANES 4:48 Maka kata Yesus kepadanya: "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya."
Shalom
Tanda dan mujizat adalah tindakan Tuhan yang melampaui kemampuan manusia biasa. Sepanjang Kitab Suci, Tuhan menggunakan tanda dan mujizat untuk mengungkapkan kuasa-Nya, mengkonfirmasi pesan-Nya, dan mengarahkan perhatian orang kepada diri-Nya sendiri. Tetapi ada kebenaran penting: keajaiban dan mujizat adalah tanda; Yesus adalah tujuan dari semua ini.
Tanda dimaksudkan untuk menunjuk ke suatu tempat. Tanda jalan bukanlah tujuan. Ini mengarahkan Anda ke tujuan. Dengan cara yang sama, tanda-tanda dan keajaiban Alkitab tidak seharusnya menjadi objek iman kita. Mereka mengarahkan kita kepada Yesus. Injil Yohanes berulang kali menggambarkan mujizat Yesus sebagai tanda karena mereka mengungkapkan siapa Dia. Yesus mengubah air menjadi anggur, menyembuhkan orang sakit, melipatgandakan roti, dan membangkitkan orang mati, bukan untuk memukau orang, tetapi untuk mengungkapkan identitas dan kemuliaan-Nya. Jangan berhenti pada tanda karena tanda itu menunjuk kepada Juruselamat.
Jangan membangun iman Anda hanya pada mujizat. Yesus berkata dalam ayat bacaan hari ini sebagai peringatan untuk percaya kepada-Nya, bukan percaya kepada tanda dan mujizat-Nya. Ini adalah peringatan. Ada iman salah yang mengatakan: "Tuhan, aku akan percaya kepada-Mu jika Engkau menunjukkan sesuatu kepadaku." Iman yang matang dan benar berkata: "Tuhan, aku percaya kepada-Mu karena Engkau setia, bahkan ketika aku belum bisa melihat keajaiban itu."
Tomas, murid Yesus, ingin melihat sebelum percaya (YOHANES 20:25), tetapi Yesus menyatakan berkat bagi mereka yang percaya tanpa melihat (YOHANES 20:29). Iman bukanlah tidak adanya mujizat. Iman adalah mempercayai Tuhan apakah mujizat datang dengan cara yang kita harapkan atau tidak.
Tanda-tanda dapat mengkonfirmasi pesan Tuhan. Di gereja mula-mula, tanda-tanda dan keajaiban menyertai proklamasi Injil. KISAH PARA RASUL 2:43 mengatakan, "Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda". Tuhan dapat menggunakan pekerjaan supernatural untuk membuka hati dan mengkonfirmasi firman-Nya. Tetapi perhatikan pola dalam kitab KISAH PARA RASUL, tanda-tanda tidak pernah menggantikan khotbah Kristus. Para rasul melakukan mujizat, tetapi pesan mereka tetap berpusat pada Yesus yang disalibkan dan bangkit.
Ingat, tidak setiap tanda supranatural berasal dari Tuhan. Ini penting. Alkitab tidak mengajarkan kita untuk percaya sesuatu hanya karena itu supranatural. Yesus memperingatkan di MATIUS 24:24, "Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga".
Oleh karena itu, pertanyaannya seharusnya tidak hanya: "Apakah ada tanda, mujizat atau keajaiban?" Pertanyaan yang lebih dalam adalah: "Kemana tanda, mujizat dan keajaiban ini mengarahkanku?" Apakah itu mengarahkan Anda kepada Kristus, Kitab Suci, pertobatan, kekudusan, dan Injil? Atau apakah itu mengarahkan Anda ke arah seseorang, selebriti, pengalaman, uang, atau daya tarik spiritual? Kita tidak menguji kebenaran dengan sebuah mujizat; kita menguji mujizat dengan kebenaran firman Tuhan.
Tanda, mujizat dan keajaiban terbesar bukanlah bahwa Tuhan dapat menyembuhkan yang sakit, membangkitkan yang mati atau memberikan jalan keluar kepada kita ketika nampaknya sudah tidak ada jalan. Tanda, mujizat dan keajaiban terbesar bukanlah apa yang terjadi di sekitar kita, tetapi adalah Yesus sendiri. Kematiannya menunjukkan kasih Allah. Kebangkitan-Nya menunjukkan kuasa Allah dan keselamatan yang diberikan kepada kita menunjukkan kasih karunia Allah. AMIN !
Amin🙏
BalasHapusAmiiiin🙏
BalasHapus