SEDEKAT APAKAH TUHAN?
SEDEKAT APAKAH TUHAN?
MAZMUR 16:8 Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
Shalom
Ada perbedaan antara mengetahui bahwa Tuhan hadir dan sadar bahwa kehadiran-Nya selalu dekat dan tidak pernah meninggalkan kita.
Tuhan tidak hadir hanya ketika kita berdoa, beribadah, atau memasuki sebuah bangunan gereja saja, Dia bersama kita di saat-saat biasa, ketika kita bekerja, membuat keputusan, bepergian, menghadapi tekanan, mengalami kekecewaan, atau hanya duduk sendirian dengan pikiran kita yang sedang melamun. Bahkan ketika kita gagal, Dia juga tidak pernah meninggalkan kita.
Allah sangat dekat dengan orang percaya. Kekristenan tidak mengajarkan bahwa kita hanya memiliki Allah yang jauh yang berjaga-jaga dari surga. Melalui Kristus dan Roh Kudus, Allah membawa kita ke dalam hubungan dan persekutuan dengan diri-Nya sendiri. Kedekatan Allah tidak tergantung pada emosi kita. Kita mungkin merasa dekat dengan Dia suatu hari dan jauh di hari berikutnya, tetapi kehadiran-Nya tidak ditentukan oleh perasaan kita.
Allah hidup di dalam kita melalui Roh Kudus. Paulus berkata: "Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?" (1 KORINTUS 3:16). Bagi orang percaya, kehadiran Allah tidak hanya di sekitar kita; Roh Kudus tinggal di dalam kita. Itu adalah kebenaran yang luar biasa.
Yesus menjanjikan kehadiran-Nya yang terus-menerus. Yesus berkata: "Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman" (MATIUS 28:20). Perhatikan kata senantiasa, tidak hanya ketika kita menyembah, tidak hanya ketika kita berdoa, tidak hanya ketika hidup berjalan dengan baik. Senantiasa atau selalu Dia hadir dan tidak pernah meninggalkan kita.
Alkitab menegaskan bahwa tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih-Nya. ROMA 8:38–39 mengajarkan bahwa baik kematian maupun kehidupan, sekarang maupun masa depan, dan apa pun dalam dunia ini tidak dapat memisahkan kita dari kasih Allah dalam Kristus. Kondisi keharian kita mungkin berubah, tetapi kasih Allah tidak pernah meninggalkan kita.
Kita memiliki akses langsung kepada Allah melalui Kristus. IBRANI 4:16 mengatakan bahwa kita bisa mendekati takhta kasih karunia Allah dengan penuh keyakinan karena Yesus, kita tidak harus mendekati Allah sebagai orang asing yang berdiri di luar pintu. Kita datang sebagai orang-orang yang telah diperdamaikan dengan Dia.
Dengan semua kebenaran ini, pertanyaannya bukan hanya, "Seberapa dekat saya dengan Tuhan?" Secara Alkitabiah, jawabannya adalah: Lebih dekat dari yang sering kita sadari. Pertanyaan yang lebih tepat adalah: "Apakah aku sadar akan kehadiran-Nya?"
Jadi kita dapat memulai hari dengan doa sederhana: "Tuhan, aku tahu Engkau ada di hatiku. Bantu aku untuk hidup hari ini dengan sadar menyadari kehadiran-Mu.” Kesadaran itu dapat mengubah kehidupan biasa menjadi persekutuan intim dengan Tuhan setiap hari dan setiap saat. AMIN !
Amiiiin🙏
BalasHapusAmin🙏
BalasHapusAmin😇
BalasHapus