MEMANDANG MASALAH ATAU YESUS?
MEMANDANG MASALAH ATAU YESUS?
BILANGAN 21:9 Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.
Shalom
BILANGAN 21 adalah pasal di Alkitab yang penuh dengan keluhan, konsekuensi dan kemudian sebuah anugerah dari Tuhan. Bangsa Israel telah menerima penyediaan, perlindungan, dan bimbingan Allah, namun mereka menjadi tidak sabar di dalam perjalanan menuju Tanah Perjanjian. Mereka akhirnya melawan Allah dan Musa, mengeluh tentang roti manna yang telah disediakan Allah (Bilangan 21:4-5). Akibatnya, ular berbisa datang di antara mereka, dan banyak orang digigit hingga mati.
Tetapi perhatikan apa yang terjadi selanjutnya: ketika orang-orang mengakui dosa mereka, Tuhan menyediakan cara untuk menyelamatkan diri mereka. Allah menyuruh Musa membuat ular dari tembaga dan meletakkannya di atas tiang. Siapa pun yang telah digigit bisa melihat ular tembaga itu dan hidup.
Dosa bisa menjadi biasa ketika kita terus mengeluh. Bangsa Israel tidak tiba-tiba menjadi pemberontak dalam semalam. Hati mereka secara bertahap menjadi tidak puas. Mereka memiliki roti manna yang disediakan Tuhan setiap hari, tetapi mereka mengeluh tentang roti itu. Terkadang bahaya terbesar bukanlah apa yang tidak kita miliki; tetapi tidak menghargai apa yang telah Tuhan berikan kepada kita.
Mengeluh perlahan-lahan dapat mengubah perspektif kita. Persediaan, pertolongan dan penyertaan Tuhan yang sudah disediakan menjadi ketidaknyamanan karena mata hati kita tertutup dan tidak sadar bahwa Tuhan selalu menyertai. Menunggu menjadi frustrasi, akhirnya kesetiaan kepada Allah menjadi terlupakan. Itulah sebabnya mengapa rasa syukur lebih berdampak dari sekadar memiliki perilaku yang baik, mengucap syukur adalah disiplin rohani yang melindungi hati kita.
Ular-ular yang muncul saat itu adalah konsekuensi dari pemberontakan Israel, tetapi Allah tidak meninggalkan mereka. Ketika mereka berseru mohon pertolongan, Allah menyediakan sebuah jalan keluar. Banyak di antara kita yang mengeluh karena kita memandang masalah. Ayat bacaan hari ini mengatakan, ketika bangsa Israel memandang ular tembaga di tiang, mereka sembuh dari gigitan ular.
Perhatikan apa yang Alkitab katakan di Perjanjian Baru, YOHANES 3:14-15 mengatakan, "Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal". Ular di tembaga adalah gambaran yang menunjuk ke depan kepada Kristus. Orang Israel mati karena konsekuensi dosa. Mereka tidak bisa menyelamatkan diri. Tuhan menyediakan obatnya, yaitu memandang ular tembaga di tiang. Demikian juga, keselamatan tidak dicapai dengan melihat diri kita sendiri dan berusaha lebih keras. Kita harus memandang Kristus dan salib-Nya, kemudian percaya bahwa hanya di dalam Dia ada keselamatan.
Ketika Anda memandang diri sendiri, Anda mungkin melihat kegagalan. Ketika Anda memandang masa lalu, Anda mungkin melihat rasa malu. Ketika Anda memandang keadaan Anda, Anda mungkin melihat ketidakmungkinan. Tetapi ketika Anda memandang Yesus dan semua karya-Nya yang sudah diselesaikan di salib, Anda melihat kasih karunia dan pasti mendapatkan kelegaan, kepuasan, jawaban dan petunjuk.
Berhentilah menatap masalah dan kondisimu hari ini itu, pandanglah Juruselamatmu. Dosa Anda nyata, tetapi Yesus lebih besar. Rasa bersalah Anda nyata, tetapi kasih karunia-Nya lebih besar.
Kelemahanmu nyata, tetapi kuasa-Nya lebih besar. Masa lalumu nyata, tetapi penebusan-Nya lebih besar. Ketika kita memandang masalah kita, kita akan "berusaha lebih keras" untuk menyelesaikannya dengan kekuatan sendiri. Ketika kita "memandang Yesus", maka hati kita akan dilegakan karena kita tahu bahwa Yesuslah yang akan membela dan menolong kita. AMIN !
Amin.๐๐
BalasHapusAmin๐
BalasHapusAmiiiin๐
BalasHapusTuhan yesus memberkati
BalasHapus