ISAKHAR

SUKU ISAKHAR 1 TAWARIKH 12:32 Dari bani Isakhar orang-orang yang mempunyai pengertian tentang saat-saat yang baik, sehingga mereka mengetahui apa yang harus diperbuat orang Israel: dua ratus orang kepala dengan segala saudara sesukunya yang di bawah perintah mereka. Shalom Isakhar adalah putra kesembilan Yakub, dan anak kelima dari Lea (KEJADIAN 30:17-18). Namanya berarti sebuah upah, karena Lea melihat kelahiran Isakhar sebagai hadiah dari Tuhan. Namun warisan Isakhar yang paling luar biasa bukanlah sekadar kelahirannya, tetapi hikmatnya tentang menggunakan waktu. Suku Isakhar digambarkan di ayat bacaan hari ini sebagai suku yang mengerti tentang zaman. Ketika Daud sedang mengumpulkan orang-orang untuk mendirikan kerajaannya, suku Isakhar digambarkan sebagai orang-orang yang "mengerti zaman." Mereka tidak hanya tahu apa yang terjadi. Mereka mengerti apa yang perlu dilakukan di saat yang tepat. Ada perbedaan antara sebuah pengetahuan dan hikmat. Hikmat artinya mengerti apa yang Tuhan mau kita lakukan di musim atau saat tertentu dalam hidup kita. Kita bisa menjadi ahli dalam membaca pasar uang, teknologi, budaya, politik, bahkan tren di media sosial, dan masih gagal mengenali apa yang Tuhan katakan dan mau lakukan di dalam hidup kita. Suku Isakhar mengajarkan kita untuk mengenali masa Tuhan. PENGKHOTBAH 3:1 mengatakan, "Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya". Tuhan bekerja di setiap musim kehidupan. Ada musim untuk membangun, musim untuk menunggu, musim untuk berjuang, musim untuk beristirahat, musim untuk menabur, dan musim untuk menuai. Orang beriman yang dewasa bertanya: "Tuhan, musim apa aku berada, dan apa yang patut aku lakukan?" Terkadang frustrasi terbesar kita berasal dari mencoba melakukan hal baik di musim yang salah. Isakhar mengingatkan kita bahwa hikmat adalah melakukan sesuatu yang benar di musim yang tepat. Kita hidup dalam generasi yang dipenuhi dengan informasi tetapi sangat membutuhkan kebijaksanaan. Kita memiliki informasi yang banyak, tetapi belum tentu kita lebih memahami. Teknologi berkomunikasi lebih canggih, tetapi belum tentu kita terhubung dengan benar. Kita perlu hikmat Tuhan untuk menerapkan semua informasi dan pengetahuan kepada sebuah tindakan yang tepat dan benar. Suku Isakhar juga mengajarkan tentang waktu kita harus istirahat atau berserah kepada Tuhan. Nubuat Yakub atas Isakhar mengatakan: "Isakhar adalah seperti keledai yang kuat tulangnya, yang meniarap diapit bebannya" (KEJADIAN 49:14). Kata "tiarap" adalah "râbats" dalam Ibrani, artinya berbaring atau istirahat. Ada kebenaran yang menarik di sini, kekuatan dan juga "tiarap" atau istirahat. Isakhar cukup kuat untuk membawa beban, tetapi ia juga tahu bagaimana harus tiarap atau berbaring. Kekuatan bukanlah kemampuan untuk bekerja tanpa henti. Kekuatan adalah mengetahui kapan harus bekerja dan kapan harus beristirahat di dalam Tuhan. Anda tidak membuktikan kekuatan Anda dengan menanggung masalah Anda sendirian. Iman berkata, "Aku telah melakukan apa yang Tuhan minta untuk aku lakukan. Sekarang aku akan percaya kepada-Nya dengan apa yang tidak dapat aku lakukan." AMIN !

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

Terang yang Datang ke Dunia