GAD

SUKU GAD KEJADIAN 30:11 Berkatalah Lea: "Mujur telah datang." Maka ia menamai anak itu Gad. Shalom Gad adalah anak ketujuh Yakub, lahir dari hamba atau budaknya Lea, yaitu Zilpa. Menurut ayat bacaan hari ini, nama Gad dikaitkan dengan kemujuran. Kisah Gad mengingatkan kita bahwa terkadang awal Anda tidak menentukan akhir Anda. Dia lahir dalam situasi keluarga yang rumit, tetapi Tuhan akhirnya memberi keturunannya tempat yang signifikan di antara suku-suku Israel. Suku Gad mengeluarkan sebuah pernyataan kepada Musa yang sangat dewasa dan baik. Ketika Israel memasuki Tanah Perjanjian, suku Gad menetap di sebelah timur Yordan, bersama-sama dengan suku Ruben dan Manasye. Mereka memilih lahan yang cocok untuk ternak karena memiliki banyak hewan. Banyak dari mereka adalah peternak dan petani. Tapi ada masalah, warisan mereka berada di sisi lain sungai Yordan. Pada mulanya Musa tidak setuju. Musa memperingatkan mereka bahwa mereka tidak bisa hanya menetap sementara suku-suku lain masih berjuang dalam peperangan. Tanggapan mereka luar biasa: "kami tidak akan pulang ke rumah kami, sampai setiap orang Israel memperoleh milik pusakanya (BILANGAN 32:18). Suku Gad telah berjanji kepada Musa bahwa mereka akan mengirim tentara mereka bersama seluruh Israel dan melawan musuh-musuh Israel sampai pertempuran di tanah Kanaan semuanya dimenangkan. Mereka bahkan mengajukan diri untuk menjadi pasukan di garis depan, orang-orang yang akan memimpin dalam setiap pertempuran. Musa menyetujui hal ini dan suku Gad akhirnya bergabung dengan yang lain untuk berperang dalam perang panjang yang dipimpin oleh penerus Musa, yaitu Yosua untuk menaklukkan tanah perjanjian yang dijanjikan Tuhan bagi mereka. Ini mengungkapkan sesuatu yang luar biasa tentang suku Gad. Mereka menolak untuk menikmati harta gono gini mereka sementara saudara-saudara mereka masih berjuang untuk mereka. Itulah kematangan spiritual. Orang percaya yang dewasa tidak hanya bertanya: "Apa yang telah Tuhan berikan kepadaku?" tetapi juga memikirkan dan mendahulukan kepentingan dan kebaikan bagi orang lain. Itu sebabnya Musa memberkati suku-suku Israel, dan di ULANGAN 33:20, Musa memberkati dengan mengatakan, "Seperti singa betina ia diam dan menerkam lengan, bahkan batu kepala". Seekor singa tidak hidup terintimidasi oleh lingkungannya. Suku Gad bisa saja berkata: "Tanah kami sudah aman. Biarkan suku-suku Israel yang lain berjuang tanpa kami." Tetapi mereka tidak. Mereka berjuang. Mereka membantu saudara-saudara mereka. Suku Gad juga memiliki reputasi untuk keberaniannya. 1 TAWARIKH 12:8 menggambarkan orang Gad sebagai prajurit yang gagah perkasa dan berani dan mau membantu Daud saat itu. Mereka pandai menggunakan perisai dan tombak. Mereka adalah orang-orang yang siap membela apa yang telah dipercayakan Tuhan kepada mereka. Ada perbedaan antara memiliki sesuatu dan membagikannya. Allah memberikan kita karunia, talenta, kreativitas, kehebatan, keahlian dan kita patut membagikannya bagi orang lain. Suku Gad membagikan apa yang Tuhan berikan untuk jadi berkat, bukan untuk kepentingan pribadi. Jangan menikmati berkatmu seorang diri. Tuhan tidak pernah bermaksud berkat kita untuk membuat kita acuh tak acuh terhadap kebutuhan orang lain. Gunakan apa yang Tuhan sudah berikan kepada kita untuk jadi berkat bagi yang lain. Suku Gad diberikan karunia bertani, beternak dan berperang. Mereka gunakan karunia-karunia itu untuk membantu dan menjadi berkat bagi suku yang lain. AMIN !

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

Terang yang Datang ke Dunia