HIDUP SENDIRIAN

HIDUP SENDIRIAN Hidup sendirian memang terasa sepi, tapi masih lebih baik daripada bersama orang yang membuat hati kita merasa sendirian. Yesaya 41:10 janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan. Shalom Hidup sendirian memang bisa menghadirkan rasa sepi, tapi berada dalam relasi yang salah atau tidak sehat justru membuat hati terasa jauh lebih hampa dan terasing. Mazmur 27:10 Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku. Bahkan jika orang orang terdekat atau pasangan yang seharusnya mengasihi kita justeru mengabaikan atau menyakiti hati, Tuhan tetap menyediakan ruang aman untuk menyambut kita. Mazmur 34:18 TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. Masa sendiri atau jeda dalam relasi dapat dipakai sebagai kesempatan untuk men...

DAN

SUKU DAN KEJADIAN 49:17 Semoga Dan menjadi seperti ular di jalan, seperti ular beludak di denai yang memagut tumit kuda, sehingga penunggangnya jatuh ke belakang. Shalom Yakub ingin sekali menikah dengan Rahel. Namun ayah Rahel memberikan kondisi bagi Yakub untuk bekerja dahulu baginya l demi menikahi Rahel. Yakub mengalami penundaan empat belas tahun sebelum menikahi Rahel, tetapi ceritanya bahkan lebih signifikan karena ia akhirnya juga sempat diberikan budak Rahel bernama Bilha karena Rahel mengalami kesulitan untuk mengandung anak. Dari Bilha, budak atau gundik Rahel, Yakub punya dua anak bernama Dan dan Naftali. Dan, adalah anak kelima Yakub. Nama Dan Berarti “hakim”. Rahel berkata: "Allah telah memberikan keadilan kepadaku, juga telah didengarkan-Nya permohonanku dan diberikan-Nya kepadaku seorang anak laki-laki." Itulah sebabnya ia menamai anak itu Dan.(KEJADIAN 30:6). Dan merupakan suku yang kecil. Ketika Israel memasuki Kanaan, suku Dan menerima wilayah di sepanjang sisi barat tanah itu, dekat musuh mereka bangsa Filistin. Suku Dan berjuang untuk memiliki semua warisannya. Di kesempatan yang lain, bahkan ada bani Amori menekan suku Dan untuk berdiam di area pegunungan, tidak memberikan mereka tanah di area lembah (HAKIM-HAKIM 1:34). Suku yang lemah, pribadi yang lemah justru merupakan kesempatan untuk menerima kuasa dan pembelaan Tuhan. Ini semua adalah gambaran yang kuat dari kehidupan kerohanian kita hari ini. Memiliki janji Tuhan, tidak berarti tidak akan ada oposisi dari Iblis. Tuhan telah memberi Anda janji-Nya, tetapi Anda masih harus bertahan dan percaya kepada janji Tuhan yang belum terlaksana. Yakub, ayah Dan sempat bernubuat yang tertulis di ayat bacaan hari ini. Seekor ular kecil dapat menjatuhkan sesuatu yang jauh lebih besar. Ini mengingatkan kita: Tuhan tidak selalu memberi Anda sumber daya terbesar; Dia memberi Anda hikmat untuk menggunakan apa yang Anda miliki. Daud memiliki sebuah umban dan batu. Musa memiliki tongkat. Simson memiliki tulang rahang seekor keledai. Murid-murid itu memiliki lima roti dan dua ikan. Apa yang tampak tidak cukup di tangan Anda dapat menjadi cukup ketika berserah kepada Tuhan. Tuhan mau buktikan bahwa yang kecil di mata dunia justru akan mendapat pembelaan Tuhan. Simson berasal dari keturunan Dan (HAKIM-HAKIM 13:2-3). Simson dipanggil oleh Allah untuk mulai membebaskan Israel dari orang Filistin. Kekuatannya luar biasa. Dia merobek seekor singa. Dia bisa memikul pergi gerbang Gaza. Dia mengalahkan seribu orang Filistin dengan tulang rahang keledai. Namun kisah Simson juga berisi peringatan. Pemberian yang hebat tidak serta merta menghasilkan karakter yang hebat. Musuh terbesar Simson adalah dirinya sendiri. Talenta dan kemampuan Anda adalah titipan Tuhan yang patut dikelola. Anda membutuhkan karakter yang benar untuk menentukan apakah Anda dapat mengelola talenta dan kemampuan itu. Tuhan memakai seseorang dari suku yang lemah, tetapi pribadi ini tidak bertanggung jawab. Tuhan memberi suku Dan tanah pesisir mereka yang subur dengan harapan bahwa mereka akan secara aktif mengusir para musuh, tetapi mereka gagal melakukannya. Akhirnya sebagian suku Dan bergerak ke utara dan merebut kota Lais, dan mereka kemudian mendirikan berhala untuk disembah (HAKIM-HAKIM 18). Suku yang namanya berarti "hakim" akhirnya terlibat dalam penyembahan berhala dan kompromi rohani. "Hakim" dalam Ibrani artinya bisa mengambil keputusan yang benar, namun yang terjadi sebaliknya. Suku Dan sudah diberikan tanah warisan oleh Tuhan, namun karena mereka tidak sanggup mengelola dengan baik dan mengusir para musuh (padahal Tuhan sudah berjanji menolong mereka), akhirnya mereka merasa tertekan, mereka pindah dan bahkan mendirikan berhala. Bukannya mengandalkan Tuhan dan membiarkan Tuhan yang bela, malah mengambil keputusan sendiri yang akhirnya melawan Tuhan. Kisah suku Dan sungguh ironis. Walaupun mereka kecil, namun Tuhan mau pakai mereka secara heran dan ajaib. Namun mereka tidak bisa mengambil keputusan dengan benar. Ketika pertolongan Tuhan terjadi, Tuhan mengangkat Simson untuk jadi pahlawan Israel, dia tidak bisa mengelola tanggung jawab. Suku Dan yang sudah diberikan warisan tanah, ketika ada oposisi musuh, mereka tidak mengandalkan Tuhan dan akhirnya pindah dan menyembah berhala. Tuhan selalu membela dan bahkan kuasa-Nya akan dicurahkan bagi yang lemah. Pertanyaannya, apakah kita mau menunggu pertolongan Tuhan di waktu-Nya? Atau menggunakan kekuatan kita sendiri? Ketika Tuhan menolong dan membawa kita naik, apakah kita sanggup mengelola tanggung jawab yang Tuhan sudah berikan dan tetapkan? AMIN !

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

Terang yang Datang ke Dunia