PLURALISME

PLURALISME 1 KORINTUS 8:6 namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. Shalom Pandangan pluralisme adalah pandangan yang percaya bahwa semua agama dan kepercayaan memiliki jalan masing-masing menuju Tuhan. Semua kepercayaan memiliki kebenaran yang sama tidak ada yang mutlak. Jelas ini bertolak belakang dengan ajaran Yesus yang menyatakan bahwa, "Akulah jalan, dan kebenaran dan hidup" (YOHANES 14:6). Bahaya pluralisme bukan sekadar banyaknya kepercayaan di sekitar kita. Bahayanya adalah ketika hati orang percaya mulai kehilangan keyakinan bahwa Kristus adalah satu-satunya jalan menuju kebenaran yang membawa kepada kehidupan yang kekal bersamaNya. Bahkan mulai melihat bahwa Yesus menjadi salah satu alternatif yang boleh dipilih dan semua kepercayaan sama dan semua kepercayaan...

YOSUA BIN NUN &YOSUA BIN YOZADAK

YOSUA BIN NUN & YOSUA BIN YOZADAK BILANGAN 27:18 Lalu TUHAN berfirman kepada Musa: "Ambillah Yosua bin Nun, seorang yang penuh roh, letakkanlah tanganmu atasnya HAGAI 1:14 TUHAN menggerakkan semangat Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan semangat Yosua bin Yozadak, imam besar, dan semangat selebihnya dari bangsa itu, maka datanglah mereka, lalu melakukan pekerjaan pembangunan rumah TUHAN semesta alam, Allah mereka Shalom Banyak dari orang Kristen mengenal Yosua putra Nun, yang membawa bangsa Israel masuk ke Tanah Perjanjian. Perjanjian Lama memperkenalkan Yosua penting lainnya, yaitu Yosua putra Yozadak, imam besar. Meskipun mereka hidup dalam abad yang berbeda, namun mereka melukiskan gambaran indah tentang pekerjaan Tuhan melalui Kristus Yesus. Nama "Yosua" artinya "Yehoshua", yang berarti "Yahweh adalah keselamatan" dalam bahasa Ibrani atau "Tuhan menyelamatkan." Nama Yosua adalah gambaran tentang kehadiran Yesus kelak di Perjanjian Baru. Yosua anak Nun memimpin Israel ke Tanah Perjanjian. Dia adalah seorang pejuang, pelayan, dan pemimpin yang setia. Tuhan memanggil umat-Nya untuk bergerak maju dalam iman. Kehidupan Kristen tidak dimaksudkan untuk tetap berada di padang gurun ketakutan dan ketidakpercayaan tetapi untuk berjalan dalam ketaatan terhadap janji-janji Allah. Yosua memimpin bangsa Israel yang awalnya dibebaskan dari perbudakan di Mesir kepada Tanah Perjanjian. Yesus memimpin kehidupan kita dari perbudakan dosa kepada Kerajaan Surga. Kemudian Yosua Anak Yozadak, dia adalah seorang Imam Besar yang memimpin bangsa Israel dalam transisi kehidupan rohani mereka setelah pengasingan di Babel pada tahun 538 SM. Dia menjabat bersama gubernur Zerubabel sebagai pemimpin rohani mereka saat itu. Peran Yosua sangat penting dalam memulihkan Bait Suci, membangun kembali praktik ibadah, dan memberikan bimbingan rohani kepada orang-orang buangan yang kembali ke Yerusalem dari Babel. Di kitab Zakharia, Tuhan menggantikan pakaian kotor Yosua dengan pakaian yang baru. Di Perjanjian Baru, Yesus mati di kayu salib sebagai Imam Besar yang memimpin kita kepada kebenaran prinsip Kerajaan Surga dan mengenakan "jubah kebenaran" kepada kita, menggantikan jubah dosa yang kotor yang tadinya kita kenakan. Tuhan menyelamatkan dan membebaskan kita dari dosa sehingga kita dapat tinggal di Tanah Perjanjian yang merupakan kehidupan yang baru. Yesus juga membersihkan kita dan kemudian membawa kita ke dalam kehidupan yang bersih dan aman bagi kita. AMIN !

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

Terang yang Datang ke Dunia