SEDEKAT APAKAH TUHAN?

SEDEKAT APAKAH TUHAN? MAZMUR 16:8 Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Shalom Ada perbedaan antara mengetahui bahwa Tuhan hadir dan sadar bahwa kehadiran-Nya selalu dekat dan tidak pernah meninggalkan kita. Tuhan tidak hadir hanya ketika kita berdoa, beribadah, atau memasuki sebuah bangunan gereja saja, Dia bersama kita di saat-saat biasa, ketika kita bekerja, membuat keputusan, bepergian, menghadapi tekanan, mengalami kekecewaan, atau hanya duduk sendirian dengan pikiran kita yang sedang melamun. Bahkan ketika kita gagal, Dia juga tidak pernah meninggalkan kita. Allah sangat dekat dengan orang percaya. Kekristenan tidak mengajarkan bahwa kita hanya memiliki Allah yang jauh yang berjaga-jaga dari surga. Melalui Kristus dan Roh Kudus, Allah membawa kita ke dalam hubungan dan persekutuan dengan diri-Nya sendiri. Kedekatan Allah tidak tergantung pada emosi kita. Kita mungkin merasa dekat dengan Dia suatu hari dan jauh di har...

TAAT BERKONDISI VS TAAT SEPENUHNYA

TAAT BERKONDISI VS TAAT SEPENUHNYA YOHANES 14:15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Shalom Ketaatan akan firman Tuhan mudah dilakukan ketika itu sesuai dengan keinginan dan kepentingan kita. Ujian ketaatan yang sesungguhnya datang ketika kehendak Allah akan merugikan diri kita dalam kenyamanan, reputasi di mata manusia, uang, hubungan, rencana, atau bahkan rasa aman kita. Ada perbedaan antara mematuhi Tuhan ketika itu nyaman dan mematuhi Tuhan karena Dia adalah Tuhan. Ada dua jenis ketaatan. Ketaatan yang berkondisi adalah ketaatan yang sesuai dengan keinginan daging, kepentingan pribadi dan keuntungan duniawi kita saja. Sama sekali bukan untuk kepentingan Kerajaan Surga. Kita hanya mau taat jika itu menguntungkan diri kita secara dunia. Contoh sederhana adalah Alkitab dengan jelas mengatakan "kasihilah musuhmu" dan "lepaskan pengampunan". Ketaatan yang berkondisi akan katakan, "saya akan mengampuni orang ini tetapi tidak akan mengampuni orang yang itu". Kita memilih siapa yang kita mau lepaskan pengampunan sesuai dengan keinginan dan kepentingan pribadi kita. "Aku akan mengikuti Tuhan, selama aku mengerti ke mana Dia membawaku." Tetapi ketaatan Alkitabiah tidak diukur dari seberapa nyaman perintah itu. Ketaatan diukur dari apa kata Yesus, mengikuti Yesus berarti menyerahkan hak kita, kenyamanan kita, terkadang reputasi kita, bahkan keuntungan kita dari kacamata dunia. Allah memerintahkan Abraham untuk mengorbankan Ishak anaknya. Alkitab tidak pernah mendokumentasikan bahwa Abraham bernegosiasi dengan Tuhan. Abraham mematuhi dan taat akan perintah Tuhan. Ketika Abraham hendak mempersembahkan Ishak, Allah menghentikannya dan menyediakan domba jantan itu. Iman tidak selalu mengerti perintah Tuhan sebelum mematuhinya. Terkadang ketaatan datang lebih dulu dan pemahaman datang kemudian. Nuh taat dan reputasinya rusak, bahkan orang berpikir dia gila ketika membangun bahtera di saat musim panas dan tidak ada tanda bahwa suatu saat akan terjadi air bah. Bayangkan tekanan sosial. Nuh sedang membangun sesuatu yang sangat besar berdasarkan sesuatu yang tidak bisa dilihat orang. Namun ia taat. Ketaatannya mungkin tampak bodoh sebelum hujan datang. Ketaatan sering terlihat tidak masuk akal sebelum tujuan Tuhan menjadi terlihat. Kita taat bukan karena semua orang mengerti. Kita taat karena Allah yang telah berfirman. Saul memberikan contoh yang sebaliknya. Allah memerintahkan Saul untuk menghancurkan orang Amalek sepenuhnya. Saul hanya taat sebagian, dia tidak menumpas Raja Amalek dan hewan-hewan terbaiknya. Raja Saul ingin mendefinisikan ketaatan atas persyaratannya sendiri. Dia mematuhi bagian-bagian yang dia sukai dan memodifikasi bagian-bagian yang tidak dia sukai. Itu sangat berbahaya. Ketaatan yang tertunda bisa menjadi ketidaktaatan. Ketaatan yang parsial bisa menjadi ketidaktaatan. Ketaatan yang selektif juga adalah ketidaktaatan. Apakah kita taat berkondisi atau sepenuhnya? AMIN !

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

Terang yang Datang ke Dunia