PERENUNGAN,GEJOLAK DAN PERKATAAN
PERENUNGAN, GEJOLAK & PERKATAAN
MAZMUR 39:3 Hatiku bergejolak dalam diriku, menyala seperti api, ketika aku berkeluh kesah; aku berbicara dengan lidahku:
Shalom
Di ayat bacaan hari ini, Daud menggambarkan sesuatu yang ada di pikiran kita itu bisa keluar melalui kata-kata kita. Dalam ayat-ayat sebelumnya, Daud telah bertekad untuk menjaga mulutnya karena dia dikelilingi oleh keadaan yang sulit. Tapi saat ia terus berpikir secara mendalam, “sementara aku merenung”, sesuatu gejolak terjadi di dalam dirinya. Hatinya menjadi seperti api yang menyala.
Ini mengajarkan kita kebenaran yang penting bahwa apa yang terus kita pikirkan akhirnya mempengaruhi apa yang kita katakan dan bicarakan. Sebuah pikiran negatif yang mungkin dimulai dengan porsi yang kecil, ketika terus menerus dipikirkan berulang-ulang, akan makin menjadi kuat dan akhirnya keluar sebagai perkataan kita. Sebuah ketakutan bisa menjadi kecemasan yang dalam. Sakit hati bisa menjadi kepahitan. Kekhawatiran bisa menjadi ketidakpercayaan. Tetapi sebaliknya, ketika kita merenungkan firman Tuhan, maka kebenaran itu dapat menghasilkan iman, harapan, kedamaian, dan penyembahan yang akhirnya terucap di mulut kita.
Daud berkata, "Hatiku bergejolak dalam diriku, menyala seperti api". Apa yang berulang kali kita izinkan masuk ke dalam pikiran dan hati kita dapat menciptakan intensitas spiritual di dalam diri kita. Jika kita terus-menerus mengulang sebuah kata-kata menyakitkan yang dilontarkan kepada kita, maka luka itu bisa menjadi sebuah kemarahan dan kepahitan yang berpotensi membuat kita ingin membalas. Jika kita terus-menerus merenungkan apa yang kurang di dalam diri kita, maka ketidakpuasan dapat tumbuh.
Sebaliknya, jika kita terus-menerus merenungkan kesetiaan Tuhan, rasa syukur akan tumbuh dan pastinya akan menghasilkan kelegaan dan kepuasan. Pertanyaannya bukan hanya, "Apa yang saya pikirkan?" tetapi "Makanan apa yang saya berikan kepada pikiran saya?" Ketika kita berikan kebohongan iblis kepada pikiran kita, maka itu akhirnya akan menghasilkan kata-kata negatif, dan pastinya akan membuat orang di sekitar kita tidak teduh. Kita akan menjadi pribadi yang selalu berkata-kata negatif, penuh gosip, kekecewaan, ketakutan, stres, dan asumsi negatif yang berlebihan. Ini semua pastinya akan membuat orang di sekitar kita tidak mau dekat-dekat dengan kita dan akhirnya menjauh, karena kita tidak membawa keteduhan bagi orang di sekitar kita. Sebaliknya ketika kita berikan pikiran kita makanan firman Tuhan, maka kata-kata berkat akan keluar dari mulut kita dan pastinya akan membuat keteduhan bagi orang di sekitar kita. Mari kita belajar untuk merenungkan firman bukan merenungkan kebohongan iblis dan pikiran yang negatif.
Ingatlah, sebuah perenungan akan membuat hati kita bergejolak dengan api. Itu semua adalah pilihan kita. Renungkan kebohongan iblis, hati akan dipenuhi api kemarahan dan ketakutan. Renungkan firman kebenaran, maka hati akan dipenuhi api Roh Kudus yang membangun dan menyemangati diri kita. Semua itu akan tercermin di perkataan kita. AMIN !
Amin ππ
BalasHapusAminπ
BalasHapusAminπ
BalasHapusAminπ
BalasHapus