MENGAMBIL JARAHAN
MENGAMBIL JARAHAN
1 SAMUEL 15:19 Mengapa engkau tidak mendengarkan suara TUHAN? Mengapa engkau mengambil jarahan dan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN?"
Shalom
Ada sesuatu yang berbahaya tentang mengambil jarahan. Di Alkitab, jarahan adalah apa yang Anda terima setelah sebuah kemenangan peperangan. Seringkali Tuhan ijinkan bangsa Israel untuk mengambil jarahan musuh ketika musuh sudah dikalahkan, karena selalu Tuhan yang berperang bagi mereka dan membela umat-Nya.
Masalahnya adalah ketika jarahan menjadi lebih penting daripada Tuhan yang memberikan kemenangan itu sendiri. Raja Saul diperintahkan oleh Allah untuk menghancurkan orang Amalek sepenuhnya. Tetapi Saul dan rakyat menyelamatkan binatang-binatang terbaik dan menyimpan barang-barang berharga. Ketika nabi Samuel menghadapinya, Saul mengatakan bahwa mereka telah menyimpannya untuk nanti dikorbankan kepada Tuhan. Tetapi Tuhan tidak terkesan dengan persembahan yang berasal dari ketidaktaatan. Tidak semua hasil perang bisa jadi jarahan atau dirampas. Semua harus seusai petunjuk Tuhan.
Samuel menyatakan: "Mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan" (1 SAMUEL 15:22). Saul memenangkan pertempuran, tetapi ia gagal dalam ujian yang lebih besar: Bisakah ia mematuhi Allah setelah menerima kemenangan?
Terkadang ujian yang paling sulit bukanlah pertempurannya, namun jarahan atau rampasan setelah pertempuran. Kita bisa berdoa agar Tuhan membuka pintu, lalu melupakan Tuhan begitu pintu terbuka.
Kita bisa meminta promosi, kemudian menjadi terlalu sibuk dengan promosi itu dan lupa mengucap syukur kepada-Nya.
Kita bisa berdoa untuk peningkatan keuangan, kemudian membiarkan uang itu akhirnya mengendalikan kita. Kita bisa meminta untuk menjadi pengaruh, lalu menjadi kecanduan tepuk tangan orang.
Berkat yang seharusnya melayani kita dan kita kelola, akhirnya mulai menguasai kita.
Sebuah berkat dapat mengungkapkan hati Anda. Sebuah pergumulan hidup mungkin mengungkapkan iman Anda, tetapi apa yang Anda lakukan dengan kemenangan mengungkapkan karakter Anda. Jangan mengejar pujian manusia karena sebuah kemenangan atas masalah kita. Orang Israel dapat melihat jarahan atau rampasan itu dan berkata, "Lihatlah apa yang kami peroleh!" Tetapi iman berkata, "Lihatlah apa yang telah dilakukan Allah." Harta terbesar bukanlah apa yang Anda terima dari tangan Allah. Harta terbesar adalah Allah itu sendiri dan pengalaman perjalanan iman bersama dengan Dia.
Bayangkan seorang tentara pulang dari perang. Semua orang merayakannya karena dia selamat dan menang. Tapi bukannya pulang, ia menjadi terobsesi dengan mengumpulkan penghargaan dan pujian manusia dari medan perang. Akhirnya, dia lupa mengapa dia berjuang. Itulah yang bisa terjadi secara rohani. Kita bisa menjadi begitu terpesona dengan berkat di balik sebuah kemenangan dan pujian manusia, sehingga kita melupakan Tuhan yang membawa kita melalui pergumulan hidup ini.
Jangan biarkan berkat Tuhan menjadi berhala atas hidup kita. Jangan biarkan sebuah pemulihan dan jalan keluar membuat kita sombong dengan berpikir itu semua karena usaha kita. Jangan pernah lupa, kita hanya manusia yang pernuh keterbatasan, tetapi karena Tuhanlah kita sanggup melewati semua kesulitan hidup ini dan semua berkat yang ada di balik sebuah kemenangan adalah dari Tuhan bukan karena kuat dan gagah kita. AMIN !
Amin
BalasHapusAmiiin๐
BalasHapusAmen
BalasHapusAmin๐
BalasHapusAmin๐
BalasHapus