JAGA HATI

JAGA HATI Ternyata yang paling sering menyakiti hati kita bukan orang lain, tapi hati kita sendiri. Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Shalom Saat orang lain berbuat salah, kita memelihara kekecewaan, kemarahan atau kepahitan, inilah akar penderitaan batin yang berasal dari respon hati kita sendiri, itulah racun yang merusak diri kita dari dalam. Yeremia 17:9 Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya? Menolak mengampuni membuat kita terus menerus meminum racun sakit hati sambil berharap orang lain menderita, keinginan untuk menuntut balas atau merasa paling benar seringkali menimbun batin dalam pergolakan. Amsal 28:26 Siapa percaya kepada hatinya sendiri adalah orang bebal, tetapi siapa berlaku dengan bijak akan selamat. Ekspetasi yang keliru ialah jangan terlalu menggantungkan kebahagiaan pada perlakuan manusia karena hal itu akan membuat ...

JUMLAH MEREKA BERTAMBAH SETIAP HARI

JUMLAH MEREKA BERTAMBAH SETIAP HARI KISAH PARA RASUL 2:47 sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. Shalom Gereja mula-mula tidak berkuasa karena memiliki bangunan besar, program canggih, atau uang kas yang banyak. Gereja mula-mula sangat kuat karena hidup para orang percaya sepenuhnya dikhususkan untuk Yesus. Setelah hari Pentakosta, sekitar tiga ribu orang percaya kepada Kristus (KISAH PARA RASUL 2:41). Tetapi apa yang terjadi selanjutnya adalah apa yang membuat gereja mula-mula begitu luar biasa: mereka tidak hanya membuat keputusan bagi Yesus; mereka mengembangkan gaya hidup mereka yang mencerminkan Yesus dan prinsip Kerajaan surga. Di KISAH PARA RASUL 2:42-45, jemaat mula-mula berdedikasi mendengar dan belajar firman. Prioritas pertama dari gereja mula-mula adalah kebenaran. Mereka ingin tahu apa yang diajarkan Yesus. Iman mereka tidak dibangun di atas perasaan, kepribadian, atau pendapat populer. Iman mereka dibangun di atas firman Tuhan. Jangan hanya menghadiri gereja. Biarkan firman Tuhan membentuk pemikiran, keputusan, hubungan, dan gaya hidup Anda. Kemudian, mereka berdedikasi untuk selalu berkumpul. Kata "berkumpul" dalam Yunani adalah "koinonia", artinya membawa gagasan, saling berbagi, partisipasi, dan kemitraan. Mereka makan bersama di rumah mereka dan memecahkan roti dengan hati yang gembira dan tulus. Ini termasuk makanan biasa, tetapi bagi orang Kristen di awal, memecahkan roti juga menjadi sangat terkait dengan mengingat Kristus dan pengorbanan-Nya di kayu salib. Ini adalah lambang dari sebuah perjamuan kudus. Kemudian, mereka berdedikasi untuk berdoa bersama. Gereja awal adalah gereja yang berdoa. Mereka tidak bergantung pada kekuatan manusia. Doa mengubah mereka. Mereka berdoa, menjadi berani, dan terus memberitakan Kristus. Gereja dapat memiliki organisasi yang sangat baik tanpa doa. Gereja dapat memiliki musisi berbakat tanpa doa. Gereja dapat memiliki khotbah yang hebat tanpa doa. Tetapi tanpa doa, gereja kehilangan ketergantungannya pada Tuhan dan pastinya tidak berdampak. Setelah itu, orang Kristen di awal memahami sesuatu yang penting: Kekristenan adalah pribadi seorang yang percaya kepada Yesus, tetapi tidak pernah dimaksudkan untuk diisolasi. Itu sebabnya mereka saling berbagi. Mereka saling membutuhkan satu sama lain. KISAH PARA RASUL 2:44 mengatakan, "dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama". Mereka berbagi harta benda, makanan, beban, sukacita, dan kehidupan mereka. Gereja lebih dari sekadar pertemuan hari Minggu. Mereka menjadi keluarga. Anda dapat memiliki ribuan pengikut di media sosial dan belum tentu ada yang bisa dihubungi ketika Anda sedang membutuhkan pertolongan. Gereja mula-mula mengajarkan kita bahwa komunitas bukanlah jumlah orang di sekitar Anda; itu adalah kedalaman orang-orang yang berjalan bersama Anda. Perhatikan apa yang terjadi, semua nilai-nilai yang mereka hidupi itu menjadi sebuah kesaksian bagi banyak orang dan Tuhan menambahkan jumlah mereka setiap hari. Perhatikan siapa yang menambahkan jumlah orang percaya setiap hari? Tuhan. Gereja mula-mula memberitakan Injil, hidup dalam komunitas, melayani satu sama lain, berdoa, menyembah, dan menyaksikan Tuhan sendiri yang menambahkan jumlah mereka. Hari ini banyak gereja tidak menghidupi apa yang jemaat mula-mula lakukan, dan mereka berusaha sendiri menambahkan jemaat bagi gerejanya dengan cara dan kekuatan sendiri yang akhirnya melukai banyak orang bahkan tidak menjadi berkat bagi orang lain. Ketika manusia yang berusaha, yang terjadi adalah pemindahan jemaat dari gereja lain, bukan jiwa baru yang menerima Yesus karena dampak pelayanan dari gereja tersebut. Ketika Tuhan yang menambahkan, maka Tuhan justru yang akan mempertemukan gereja tersebut dengan jiwa-jiwa baru yang akhirnya menerima Yesus sebagai Juruselamat, karena belajar dan melihat contoh kehidupan jemaat tersebut yang mencerminkan Tuhan. AMIN !

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia