JANGAN RAGUKAN DIRIMU

JANGAN RAGUKAN DIRIMU HAKIM-HAKIM 6:15 Tetapi jawabnya kepada-Nya: "Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan aku pun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku." Shalom Ragu akan diri sendiri itu merupakan hal yang sangat manusiawi dan normal. Kita adalah manusia yang terlahir dalam kondisi berdosa (ROMA 3:23). Namun, dosa kita dihapus di kayu salib oleh Kristus Yesus. Datanglah dan percayalah kepada-Nya untuk menerima pengampunan dan penghapusan dosa dari-Nya. Gideon adalah salah satu contoh Alkitab yang paling jelas dari seseorang yang meragukan dirinya sendiri, sementara Tuhan memanggil dia melakukan perkara besar diluar kesadaran dirinya bahwa ia bisa dengan Tuhan. Gideon melihat dirinya lemah. Allah melihat dia sebagai seorang pejuang yang perkasa. Citra diri Anda tidak selalu merupakan citra Tuhan tentang Anda. Gideon berkata di ayat bacaan hari ini bahwa ia datang dari suku yang paling lemah di bangsa Israel dan dia anak yang termuda di keluarganya. Gideon memandang latar belakangnya, statusnya bahkan kemampuannya yang di mata dia sangat lemah dan tidak mampu. Perhatikan apa yang Tuhan katakan kepada Gideon di ayat sebelumnya dan dia masih tidak percaya. HAKIM-HAKIM 6:12 mengatakan, Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya (GIDEON) dan berfirman kepadanya, demikian: "TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani." Akan ada saat-saat ketika perasaan Anda memberitahu Anda: "Aku tidak cukup baik." "Saya tidak memenuhi syarat." "Orang lain bisa melakukannya dengan lebih baik." "Aku tidak memiliki apa yang diperlukan." "Siapa aku untuk melakukan ini?" Tetapi ingat: Allah tidak memanggil Anda sesuai dengan bagaimana Anda melihat diri Anda sendiri; Dia memanggil Anda sesuai dengan apa yang telah Dia rencanakan untuk Anda. Musa berkata: "Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?" (KELUARAN 3:11). Yeremia berkata: "Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda" (YEREMIA 1:6). Kepercayaan diri Anda tidak bisa dinilai dari cara Anda memandang atau menilai diri Anda sendiri. Kepercayaan diri Anda harusnya bersandar pada apa yang Tuhan katakan tentang diri Anda. Jangan pernah ragukan dirimu yang adalah milik Tuhan. Ketika kita sudah menerima Yesus sebagai Juruselamat, hidup kita milik Dia sepenuhnya. Kita memang terbatas, lemah dan banyak kekurangannya, tetapi di dalam Dia kita lebih dari pemenang (ROMA 8:37). Jangan bingung antara kerendahan hati dengan ketidakpercayaan. Ada perbedaan antara mengatakan: "Aku tidak bisa melakukan ini sendiri" dan berkata: "Karena keterbatasan aku, Allah tidak dapat memakai aku." Kalimat pertama bisa menjadi kerendahan hati, yang kedua bisa menjadi ketidakpercayaan. Paulus memahami dilema ini. Dia katakan, "Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah" (2 KORINTUS 3:5). Perhatikan ayat ini dengan seksama, ayat ini berarti, "Aku tidak bisa melakukan segalanya sendiri atau karena aku kuat", namun, "di dalam keterbatasan aku, disitulah Allah bekerja dan memampukan." Kelemahan Anda tidak mendiskualifikasi Anda, justru itu kesempatan kuasa Tuhan dinyatakan. AMIN !

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia