GUNAKAN KEMERDEKAAN UNTUK MELAYANI
GUNAKAN KEMERDEKAAN UNTUK MELAYANI
GALATIA 5:13 Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.
Shalom
Saat Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus, kita mengingat proklamasi kemerdekaan pada tahun 1945 dan bersyukur atas kebebasan yang dinikmati bangsa ini.
Tetapi kemerdekaan juga memberi kita pertanyaan kepada diri kita sendiri. Apa yang kita lakukan dengan kemerdekaan dan kebebasan yang Tuhan percayakan kepada kita? Kemerdekaan politik berarti bangsa tidak lagi dikuasai oleh bangsa lain. Tetapi Alkitab mengajarkan bahwa ada kemerdekaan yang lebih dalam: kemerdekaan dari hukuman dan kekuasaan dosa sehingga kita dapat menjadi hamba Allah.
Kemerdekaan adalah sesuatu yang harus disyukuri. Sebuah bangsa harus mengingat pengorbanan para pahlawan yang berjuang untuk kemerdekaannya. Demikian juga, orang Kristen tidak boleh melupakan pengorbanan terbesar di balik kemerdekaan hidup kita. Yesus Kristus memberikan diri-Nya untuk kita.
Kemerdekaan tidak berarti melakukan apa pun yang kita inginkan. Ini adalah salah satu kesalahpahaman terbesar tentang kemerdekaan atau sebuah kebebasan. Dunia sering berkata: "Saya bebas, oleh karena itu saya bisa melakukan apa pun yang saya inginkan." Kemerdekaan dalam Alkitab mengatakan: "Saya bebas dari dosa sehingga saya dapat melakukan apa yang benar." Paulus berkata di ayat bacaan hari ini bahwa kemerdekaan Kristen bukanlah kebebasan dari tanggung jawab. Ini adalah kemerdekaan yang sudah diberikan untuk kita lebih lagi bertanggung jawab mempertahankan kemerdekaan itu dan membagikan kepada mereka yang belum merdeka. Kita merdeka, tetapi kemerdekaan kita harus menghasilkan kasih. Kita merdeka, tetapi kemerdekaan kita harus menghasilkan kekudusan. Kita merdeka, tetapi kemerdekaan kita harus melayani orang lain. Kita merdeka, tetapi kemerdekaan kita harus memuliakan nama Tuhan.
Sebuah bangsa bisa merdeka dan mandiri namun masih diperbudak. Suatu negara mungkin independen secara politik tetapi masih mengalami perbudakan melalui korupsi, keserakahan, ketidakadilan, kebencian, kekerasan, ketidakjujuran, eksploitasi dan kompromi moral. Demikian juga, seseorang dapat bebas secara fisik tetapi diperbudak secara rohani. Yesus berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa (YOHANES 8:34). Ingatlah kebenaran ini, dosa selalu menjanjikan sebuah kebebasan tetapi akhirnya menghasilkan sebuah perbudakan karena manusia akhirnya terikat oleh dosa itu sendiri.
Kalimat-kalimat kompromi terhadap dosa yang selalu dikatakan adalah, "Hanya sekali lagi." "Semua orang juga melakukannya." "Ini adalah hidupku, jangan mengatur hidupku." Kalimat-kalimat itu terdengar seperti kebebasan. Tetapi dosa secara bertahap akan menawan pribadi tersebut.
Kemerdekaan bukan hanya tentang menerima sebuah hak saja. Kemerdekaan juga tentang menerima tanggung jawab. Jika Tuhan memberi kita kemerdekaan dari hukuman dan kuasa dosa, apa yang harus kita lakukan dengan itu? Kita harus melayani. ROMA 6:18 mengatakan, "kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran." Perhatikan paradoksnya, dibebaskan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran. Kekristenan tidak mengajarkan, "Aku bebas, oleh karena itu tidak ada yang memiliki aku." Alkitab mengajarkan, "Aku telah dibeli oleh Kristus, oleh karena itu hidupku adalah milik-Nya."
Bayangkan Anda tidak punya rumah dan ada seseorang memberi Anda sebuah rumah yang indah dan benar-benar gratis. Orang tersebut memberitahu Anda: "aku membeli rumah ini dengan harga yang sangat mahal, tapi aku memberikannya kepadamu." Apakah tanggapan Anda akan: “Bagus! Sekarang aku bisa menghancurkannya sesukaku.” Tentu saja tidak. Anda akan menghargainya karena Anda memahami biaya di balik hadiah itu. Begitulah seharusnya kita memandang sebuah kemerdekaan atau kebebasan. Kemerdekaan itu berharga karena seseorang membayar harga untuk itu. Kemerdekaan nasional mengingatkan kita pada pengorbanan orang-orang yang berjuang untuk kemerdekaan. Kemerdekaan rohani mengingatkan kita akan pengorbanan Kristus di kayu salib. AMIN !
Amin🙏
BalasHapusAmiiin🙏
BalasHapus