YUDAS PANGGIL YESUS "RABI" BUKAN TUHAN
YUDAS PANGGIL YESUS "RABI" BUKAN TUHAN
MATIUS 26:25 Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."
Yudas Iskariot adalah salah satu kisah yang menjadi peringatan terbesar Alkitab. Dia berjalan bersama Yesus selama tiga tahun, mendengar setiap khotbah, menyaksikan setiap mukjizat, dan cukup dipercaya untuk membawa tas uang. Namun meskipun dekat dengan Kristus, hatinya tetap tidak berubah.
Tragedi Yudas bukan hanya karena ia mengkhianati Yesus, namun kisah ironisnya adalah ia tampak seperti murid Yesus, tetapi hidupnya sebagai orang yang tidak mengenal kasih karunia Allah. Dia mencium Yesus sebagai tanda kasih sayang, sementara diam-diam menyerahkan Yesus kepada musuh-musuh-Nya. Secara lahiriah ia tampak setia; tetapi dalam hati ia sudah memilih tuhan yang lain, yaitu uang.
Sikap Yudas hari ini masih ada. Ada orang-orang yang hadir ke ibadah, bahkan tampaknya sebagai pengikut Yesus, namun isi hatinya selalu mengejar keuntungan pribadi. Dia Ikut Yesus untuk keuntungan pribadi bukan mengalami kasih-Nya. Nilai uang, kesuksesan, atau reputasi lebih penting bagi pribadi ini lebih dari ketaatan akan firman Tuhan. Ibadah secara publik dilakukan, tetapi berkompromi secara pribadi. Berpura-pura setia sambil menyimpan hati yang tidak bertobat. Gunakan nama Kristus untuk memajukan diri mereka sendiri alih-alih memuliakan Dia.
Yesus tahu Yudas akan mengkhianati Dia, namun Dia masih mengasihi Dia, membasuh kakinya, dan menyebutnya "teman" (MATIUS 26:50). Ini menunjukkan kesabaran dan rahmat Allah. Bahkan sampai saat-saat terakhir, Yudas memiliki kesempatan untuk bertobat. Sayangnya, dia memilih penyesalan tanpa pertobatan sejati.
Catat ini, Alkitab tidak pernah mendokumentasikan bahwa Yudas pernah memanggil Yesus itu "Tuhan. Yudas beberapa kali memamggil Yesus hanya dengan sebutan "rabi", bukan "Tuhan". Dari sini saja kita bisa mengambil kesimpulan apa perspektif Yudas tentang Yesus. Mari kita periksa hati kita sendiri. Adalah mungkin untuk mengetahui tentang Yesus tanpa benar-benar menyerah dan mengenal pribadi-Nya. Pemuridan sejati diukur bukan oleh aktivitas lahiriah tetapi oleh hati yang berubah yang menghargai Kristus di atas segalanya.
Berada di sekitar acara-acara ibadah tidak secara otomatis membuat seseorang hidup sesuai firman Tuhan. Kehadiran gereja, pelayanan, dan pengetahuan Alkitab adalah berkat, tetapi semua itu tidak dapat menggantikan iman yang sejati, karena iman yang sejati hanya dapat diraih oleh pengalaman dengan Tuhan.
Cinta Yudas akan uang sudah jelas jauh sebelum pengkhianatannya (YOHANES 12:4-6). Kompromi kecil yang tidak pernah diakui sering tumbuh menjadi dosa yang lebih besar. Dosa juga sering menyamarkan diri. Yudas mengkhianati Yesus dengan ciuman, simbol kasih yang berubah menjadi sebuah pengkhianatan. Dosa sering memakai topeng ketulusan.
Jangan sekadar kenal Yesus sebagai sosok yang salah. Dia adalah Tuhan dan berdaulat penuh atas hidup kita. Memiliki perspektif dan pandangan yang benar tentang siapa Yesus akan memampukan kita untuk mengenal dan mengalami Dia dengan indah. Pengenalan yang benar akan menjaga kita untuk tidak memiliki tuhan lain di dunia ini. Kita tidak akan menjadi pribadi yang cinta uang, harta, jabatan, ketenaran atau bahkan kedudukan. AMIN !
Tuhan Yesus memberkati
BalasHapusAmin🙏
BalasHapus