TIDAK SADAR AKAN DOSA
TIDAK SADAR AKAN DOSA
IBRANI 10:2 Sebab jika hal itu mungkin, pasti orang tidak mempersembahkan korban lagi, sebab mereka yang melakukan ibadah itu tidak sadar lagi akan dosa setelah disucikan sekali untuk selama-lamanya.
Shalom Warga Kerajaan Sorga.
Salah satu beban terbesar yang dapat dibawa seseorang adalah hati nurani yang terus menerus merasa bersalah. Banyak orang mencoba membungkam rasa bersalah melalui perbuatan baik, ritual agama, atau perbaikan diri, tetapi tidak satupun dari ini benar-benar dapat menghilangkan rasa bersalah akan dosa yang pernah kita lakukan.
IBRANI 10 menggambarkan sebuah perbedaan yang sangat mencolok antara pengorbanan yang dilakukan di Perjanjian Lama dan Baru. Di Perjanjian Lama pengorbanan dilakukan berulang kali oleh Imam Besar (Hari Pendamaian sekali setahun), untuk menutup dosa manusia dengan prosesi pengorbanan yang sudah ditentukan oleh Tuhan, memakai cara-cara yang cukup panjang dan rumit. Sementara di Perjanjian Baru, Kristus Yesus berperan sebagai Imam Besar kita sekali untuk selamanya, mengorbankan diri-Nya di kayu salib, bukan untuk menutup dosa, tetapi untuk menghapus dosa orang yang mau percaya kepada-Nya. Bahkan hukumam dosa yang adalah maut, sudah dipatahkan dan dikalahkan di salib. Sungguh indah.
Ayat bacaan hari ini mengajukan pertanyaan yang kuat: Jika korban Perjanjian Lama benar-benar dapat menghapus dosa, mengapa mereka harus ditawarkan berulang kali? Pengulangan mereka membuktikan bahwa mereka hanyalah bayangan sementara yang menunjuk kepada pengorbanan Kristus.
Pengorbanan berulang di Perjanjian Lama mengungkapkan ketidakmampuan Hukum Taurat saat itu untuk menghapus dosa. Di bawah hukum Musa, korban dipersembahkan setiap hari dan setiap tahun. Hari Pendamaian datang setiap tahun karena dosa tidak pernah sepenuhnya dihapus. Darah lembu dan domba jantan menutupi dosa secara seremonial, tetapi tidak dapat membersihkan hati manusia (IBRANI 10:3-4). Setiap pengorbanan mengingatkan bangsa Israel saat itu bahwa mereka masih membutuhkan pengorbanan yang lebih baik. Agama dapat mengingatkan kita akan dosa kita, tetapi hanya Kristus yang dapat menolong agar kita sadar akan kasih-Nya bukan terus menerus merasa tertuduh atas perasaan bersalah akan dosa-dosa kita.
Pengorbanan Kristus membersihkan hati nurani. Frasa "disucikan sekali untuk selama-lamanya" menunjuk pada pekerjaan Yesus yang lengkap. Pengorbanan-Nya tidak hanya menutupi dosa tetapi menghapusnya (YOHANES 1:29). Orang percaya dibenarkan di hadapan Allah karena Kristus membayar hukuman penuh di kayu salib. Tidak perlu ada pengorbanan lain karena pekerjaan-Nya sempurna dan lengkap. ROMA 8:1 menyatakan: "Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus."
Hati nurani yang bersih menghasilkan ibadah yang percaya diri. Ayat bacaan hari ini mengatakan orang percaya akan "tidak lagi memiliki kesadaran akan dosa." Ini tidak berarti orang Kristen tidak pernah mengingat dosa-dosa mereka atau menjadi tidak peka secara moral terhadap dosa, sebaliknya, itu berarti mereka tidak lagi terbebani oleh ketakutan bahwa dosa-dosa mereka tidak dihapus di hadapan Allah. Setan akan terus menuduh. Hati nurani kita mungkin mengingatkan kita akan kegagalan masa lalu. Tetapi Injil menyatakan bahwa darah Kristus sudah cukup. Hati nurani yang bersih memungkinkan kita untuk mendekati Tuhan dengan iman dan keyakinan daripada rasa takut.
Bayangkan seseorang yang telah sepenuhnya melunasi hutang besar. Bertahun-tahun kemudian, surat teguran terus datang karena kesalahan administrasi. Meskipun surat-surat itu mengkhawatirkan, utang sudah diselesaikan. Orang tersebut tidak membayar lagi; sebaliknya, mereka menyajikan tanda terima yang membuktikan bahwa hutang itu dibayar penuh. Kematian Yesus adalah tanda terima kekal orang percaya. Setan mungkin menuduh, dan hati kita mungkin mengingat dosa-dosa masa lalu, tetapi Kristus menyatakan, "Dibayar penuh."
Berhentilah berusaha untuk mendapatkan pengampunan Tuhan melalui usaha Anda sendiri. Beristirahatlah dalam pekerjaan Yesus Kristus yang telah selesai. Ketika rasa bersalah datang kembali, ingatlah karya salib yang sudah diberikan kepada kita. Mari kita ingat karya Yesus, bukan perasaan bersalah yang menuduh tentang dosa-dosa lalu kita. AMIN !
Amiiiin🙏
BalasHapus