PANDANG SALIBNYA

PANDANG SALIBNYA BILANGAN 21:9 Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup. Shalom Warga Kerajaan Sorga. Dalam kisah di ayat bacaan hari ini, bangsa Israel menjadi tidak sabar dan berbicara melawan Allah dan Musa. Sebagai akibat dari pemberontakan mereka, ular beracun datang di antara mereka, dan banyak orang digigit dan mati. Ketika orang-orang bertobat dan berteriak minta tolong, Tuhan memerintahkan Musa untuk membuat ular dari tembaga dan meletakkannya di atas tiang. Siapa pun yang telah digigit bisa melihat ular tembaga dan hidup. Ini merupakan sebuah gambaran tentang salib Kristus. Perhatikan kebenaran ini, Tuhan tidak memberitahu orang Israel untuk mencari obat penyembuh, atau menyelamatkan diri melalui usaha mereka sendiri. Tuhan hanya menyediakan satu cara penyelamatan, dan mereka harus menanggapi dengan iman kepada instruksi-Nya. Apa itu? Memandang ular temba...

TELADAN YESUS DALAM TEKANAN

TELADAN YESUS DALAM TEKANAN MATIUS 26:36-37 Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa." Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar Shalom Di saat-saat sulit dan penuh tekanan, Yesus mengajarkan sebuah prinsip yang sungguh indah, yaitu jangan berjalan sendiri. Di ayat bacaan hari ini, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus untuk menemani Dia di saat-saat sukar sebelum Dia disalib. Kemudian Yesus membuka isi hati-Nya di ayat 38, "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku." Bagikan keresahan dan tekanan yang sedang kita alami kepada orang terdekat yang bisa kita percayai dan mohon kepada mereka untuk berdoa bagi kita. Jangan berjalan sendiri. Kemudian Yesus berkata ini dalam doa-Nya, "Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!" (MATIUS 26:42). Di saat ini, Yesus menyerahkan semua kendali kepada Bapa di Surga. Belajarlah untuk berserah bukan menyerah. Berserah total kepada kedaulatan Tuhan. Bahkan Yesus, Putra Allah pun mengizinkan para sahabat terpercaya berada di dekat-Nya pada saat kesedihan-Nya. Kedewasaan rohani tidak menghilangkan kebutuhan akan sebuah persekutuan dengan orang yang bisa dipercaya. Tuhan sering menguatkan kita melalui orang-orang percaya yang setia di sekitar kita. Jangan mengasingkan diri atau terisolasi tanpa komunitas. Mengasingkan diri itu berbahaya. Yesus menjauh dari kerumunan, tetapi Dia tidak mengisolasi diri sepenuhnya. Dia memilih murid-murid-Nya yang dimana Dia berbagi kepedihan-Nya. Getsemani berarti "tempat pemeras minyak". Ingat, minyak zaitun diproduksi dengan menghancurkan buah zaitun di bawah tekanan untuk menjadi minyak yang baik. Kita juga di "peras" dan di "tekan" untuk menghasilkan pribadi yang serupa seperti Yesus. Tuhan sering kali melakukan pekerjaan-Nya yang terdalam di tempat-tempat di mana kita merasakan tekanan. Apa yang terasa seperti sebuah proses yang menghancurkan diri kita, mungkin menjadi tempat di mana rencana Tuhan mengalir keluar dari hidup kita. Di dalam tekanan, jangan berjalan sendiri. Minta hikmat Tuhan untuk sebuah komunitas atau pribadi yang bisa menolong kita, kemudian belajarlah berserah kepada kehendak Tuhan. Serahkan kepada Dia semua kekuatiran kita dan ingat, setiap tekanan yang kita alami itu untuk memurnikan karakter kita AMIN !

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

Terang yang Datang ke Dunia