SEMUA PATUH KECUALI YUNUS
SEMUA PATUH KECUALI YUNUS
YUNUS 4:2 Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya.
Shalom
Kitab Yunus adalah kisah dimana seorang yang disuruh Tuhan pergi ke Niniwe, memberitahu mereka untuk bertobat dari dosa-dosa mereka. Yunus menolak dan kabur ke Tarsis menumpang sebuah kapal laut. Tuhan akhirnya memerintahkan angin ribut, laut yang bergelora untuk memberhentikan perjalanan Yunus.
Dalam kitab Yunus, muncul pola yang tidak biasa. Hampir semua orang dan alam taat kepada Allah kecuali Yunus. Allah berbicara, dan angin mematuhi-Nya, YUNUS 1:4 menjelaskan, "Tetapi TUHAN menurunkan angin ribut ke laut, lalu terjadilah badai besar, sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur".
Laut yang bergelora menjadi teduh ketika Yunus dilemparkan ke laut (YUNUS 1:15).
Para pelaut yang membuang Yunus ke laut pun menanggapi keputusan Tuhan dan mengorbankan kurban kepada Tuhan (YUNUS 1:16). Bahkan seekor ikan besar mematuhi perintah Allah untuk menelan Yunus dan kemudian melepaskannya (YUNUS 1:17; 2:10). Orang-orang Niniwe bertobat atas peringatan Allah (YUNUS 3:5-10). Raja Niniwe merendahkan diri dengan kain kabung dan bertobat (YUNUS 3:6-9). Setelah itu, tanaman mematuhi perintah Allah untuk tumbuh menaungi Yunus (YUNUS 4:6). Cacing mematuhi perintah Allah untuk menghancurkan tanaman (YUNUS 4:7) dan angin timur yang terik mematuhi perintah Allah (YUNUS 4:8).
Semua ini mematuhi perintah Allah. Hanya Yunus yang tidak mematuhi Allah dan berkali-kali mengeraskan hati. Mengenal Tuhan tidak sama dengan taat kepada Tuhan. Ayat bacaan hari ini menjelaskan bahwa Yunus mengenal karakter Tuhan dengan baik. Kita bisa mengenal Alkitab, menghadiri gereja, namun tetap menolak kehendak Tuhan ketika bertentangan dengan keinginan kita.
Yunus berkhotbah di Niniwe, tetapi hatinya tidak pernah selaras dengan hati Allah. Ingat, Tuhan tidak hanya menginginkan sebuah pelayanan kita. Terlebih dari segalanya, Dia mau hati yang taat dan berubah. Tuhan bisa menggunakan kepatuhan dari tempat tak terduga. Yesus berkata di LUKAS 19:40, "Aku berkata kepadamu: Jika mereka ini diam, maka batu ini akan berteriak." Jika umat Tuhan menolak untuk taat, Tuhan dapat mencapai tujuan-Nya melalui orang-orang yang tidak terduga dan bahkan melalui ciptaan itu sendiri.
Kitab Yunus bukan hanya tentang keselamatan orang di Niniwe. Ini juga tentang pengejaran Tuhan terhadap nabi-Nya yang keras kepala, yaitu Yunus. Tuhan mengejar Yunus dengan badai, menyelamatkannya dengan ikan, beralasan dengan dia melalui tanaman, dan penuh kasih menghadapi keegoisannya. Anugerah yang sama yang menyelamatkan Niniwe juga mencari dan menyelamatkan Yunus.
Yunus mengingatkan kita bahwa hambatan terbesar bagi pekerjaan Tuhan seringkali bukan orang dunia, tetapi hati orang percaya yang tidak mau diubah dan terus bersikeras. Jangan salah mengira bahwa pengetahuan Alkitab sebagai sebuah ketaatan akan firman Tuhan.
Mukjizat terbesar dalam Yunus bukanlah proses ia ditelan ikan besar. Mukjizat terbesar adalah kasih karunia Allah yang sabar. Meskipun Yunus adalah satu-satunya pribadi dalam kitab Yunus yang berulang kali menolak perintah Tuhan, Tuhan tidak meninggalkannya. Sebaliknya, Tuhan terus mengajar, mengoreksi, dan mengejarnya. AMIN !
Amin ๐๐
BalasHapusAmin...
BalasHapusAmiiin๐
BalasHapusAmin
BalasHapus