MENYEBERANG BERSAMA TUHAN
MENYEBERANG BERSAMA TUHAN
YOSUA 3:13-14 Segera sesudah kaki para imam pengangkat tabut TUHAN, Tuhan semesta bumi, berhenti di dalam air sungai Yordan, maka air sungai Yordan itu akan terputus; air yang turun dari hulu akan berhenti mengalir menjadi bendungan." Ketika bangsa itu berangkat dari tempat perkemahan mereka untuk menyeberangi sungai Yordan, para imam pengangkat tabut perjanjian itu berjalan di depan bangsa itu.
Alkitab sering menggunakan kisah menyeberang untuk melambangkan meninggalkan musim lama dan memasuki yang baru. Israel menyeberangi Laut Merah untuk meninggalkan musim perbudakan, dan kemudian menyeberangi sungai Yordan untuk memasuki Tanah Perjanjian.
"Menyeberang" bukan hanya tentang mencapai lokasi yang berbeda, ini tentang berjalan ke tujuan Tuhan. Bangsa Israel tidak bisa tinggal di padang gurun selamanya. Sebelum mereka menikmati dan mengalami janji Tuhan, mereka harus menyeberangi sungai Yordan. Demikian juga, Tuhan sering memanggil kita untuk meninggalkan rasa takut, kepahitan, dosa, atau kekeringan rohani sebelum kita dapat mengalami musim berikutnya yang telah Dia siapkan. FILIPI 3:13-14 mengatakan, "Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus".
"Menyeberang" memerlukan iman. Sungai Yordan sedang meluap pada waktu bangsa Israel akan menyeberang (YOSUA 3:15). Secara manusiawi, itu adalah waktu terburuk untuk menyeberang. Namun para imam melangkah ke dalam air sehingga air sungai itu terbelah untuk dilewati. Tuhan sering meminta kita untuk taat sebelum kita melihat keajaiban. Iman bukan percaya setelah melihat; iman itu percaya kepada Allah sebelum ada jalan yang terlihat.
"Menyeberang" bisa dilakukan ketika Tuhan sudah pergi sebelum kita. Tabut Perjanjian yang mewakili kehadiran Allah dibawa di depan ketika bangsa Israel menyeberang sungai Yordan. YOSUA 3:11 mengatakan, "sesungguhnya, tabut perjanjian Tuhan semesta bumi berjalan menyeberang di depan kamu, masuk ke sungai Yordan". Tabut Perjanjian adalah lambang hadirat Tuhan. Tuhan tidak mau kita menyeberang sendirian; Tuhan yang berjalan di depan kita dan membuka jalan yang tadinya tertutup, bahkan jalan yang tampaknya bahaya.
Hari ini, orang percaya memiliki kehadiran Roh Kudus. Apa pun transisi yang Anda hadapi baik itu pelayanan baru, tanggung jawab baru, atau musim yang sulit, Anda tidak menyeberang dengan kekuatan Anda sendiri. Kristus pergi sebelum Anda. Percayalah kepada pimpinan-Nya.
Menyeberangi sungai Yordan bukanlah akhir dari perjalanan Israel; itu adalah awal dari memiliki janji-janji Allah. Banyak orang percaya menginginkan berkat Tuhan tetapi ragu pada titik ketaatan. Janji-janji Allah diterima oleh kasih karunia, tetapi mereka dinikmati saat kita berjalan dalam iman dan ketaatan. AMIN !
Amiiinππ₯π
BalasHapusAmin ππ
BalasHapusAmin ππ
BalasHapusAmen
BalasHapus